Credits to

Powered by Blogger

Wednesday, October 26, 2016

Kala Anakmu...

Kala anakmu mulai pandai mengeja hijaiyah, tahanlah dulu pekik gembiramu...
Kala anakmu telah menyelesaikan hafalan Qur'annya, pendamlah dulu buncahan euforiamu...
Bahkan, kala anakmu lampaui prestasi anak lain seusianya,
simpanlah dulu rasa banggamu...
Janganlah kau buka tabirnya pada semesta
Ya, sebab sejatinya kesemua pencapaian itu belum mencapai ujungnya

Perjuanganmu masih teramat panjang
Karena...
Penyejuk jiwa itu adalah ketika mereka senantiasa menegakkan shalat dengan atau tanpa hadirmu...
Penyejuk jiwa itu adalah ketika mereka siap membela kehormatan agama Allah meski nyawa menjadi taruhannya...
Penyejuk jiwa itu adalah ketika mereka selalu melambungkan selaksa doa saat jiwamu telah berpisah dari raga... 

Maka,
Ubahlah pekik gembiramu menjadi bait-bait doa saat Dzat Penggenggam Jiwa turun ke langit dunia
Gantilah euforiamu dengan bongkahan-bongkahan tekad nan mengiringi tiap delik episode kehidupan mereka
Dan,
Pasanglah hijab-hijab untuk mereka dari mata serta hati yang mungkin berbenih dengki

Agar ikhtiarmu untuk mengembalikan mereka ke tempat asalnya, jannah, berbuah indah

Monday, October 24, 2016

Wahai Jiwa

...jiwa, mengapakah engkau begitu takjub akan pesona keindahan ragawi daripada menundukkan pandangan hanya untuk sesuatu yang halal?...
...jiwa, mengapakah engkau begitu memuaskan lidah untuk menyeracau tanpa makna, dibandingkan untuk menahannya dalam diam?...
...jiwa, jua...mengapakah engkau begitu masyuk mendengarkan alunan melodi ciptaan manusia dibandingkan lantunan ayat cinta dari Rabbmu?...
...jiwa, lagi...mengapakah begitu mudah untukmu menggerakkan langkah-langkah kaki melanglang buana ke berbagai penjuru hanya untuk berekreasi? tapi, berat rasanya bila ia harus diarahkan ke majelis-majelis yang mengagungkan nama Tuhanmu...
ah, jiwa...bukankah kau tahu bahwa janji Allah adalah sebenar janji? sebegitu tak menarikkah ridha dan surgaNya sehingga untuk beramal shalih kerap beriming-imingkan dunia?...

"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah." 
[QS. Fathir: 5]

Friday, February 22, 2013

Birrul Walidayn

Berbakti pada orangtua itu tak sulit. Salah satunya adalah dengan memilih pasangan hidup yang juga dapat mencintai orangtua kita seutuhnya. Ya, saat memutuskan untuk menikah, ada begitu banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Di antaranya adalah melihat apakah calon pendamping hidup kita peduli atau tidak pada orangtuanyasendiri.

Jika terhadap orangtuanya sendiri ia tak mencintai dan peduli, bagaimana ia dapat mencintai orangtua pasangannya? Pada awalnya, bisa jadi ia berpura-pura untuk cinta dan peduli. Namun, ketulusan sejatinya tak dapat dibohongi. Ia adalah perbuatan hati yang kemudian terpancar pada laku di raga. Oleh karenanya, pilihlah pasangan hidup yang benar-benar mencintai orangtua kita. Untuk apa diri bahagia tapi tak demikian halnya dengan orangtua? Karena sejatinya, ridho Allah, ada pada ridho orangtua.