Credits to

Powered by Blogger

Monday, October 10, 2005

Minggu Serba Pertama

Minggu ini tampaknya merupakan minggu dengan hari-hari serba kejadian pertama yang aku alami.


Dimulai di hari Senin adalah hari pertama aku masuk klinik prostodonsi atau pembuatan gigi palsu. Dengan kedua mata yang menyembab karena habis menangis semalamam, aku tiba di kampus pukul 7 tepat. Kontan saja hal ini menimbulkan pertanyaan pada beberapa orang temanku. Teman-teman segrupku yang telah mengetahui masalah yang sedang aku alami langsung mengira mataku sembab karena menangis akibat masalah tersebut dan teman-teman lain yang tidak mengetahuinya mengira aku sedang dalam kondisi sakit. Entah kenapa di hari pertama yang harusnya aku semangat untuk memulai pekerjaan prostoku, tetapi justru sebaliknya aku malah tidak punya semangat sama sekali. Bahkan di kala teman-temanku berlomba-lomba mendatangkan pasien untuk dilakukan indikasi, aku malah masih termangu tak tahu harus berbuat apa. I don’t know, this isn’t a real me!Tiba-tiba dengan spontan, aku memutuskan untuk ikut-ikutan memanggil pasienku untuk datang pada hari itu. Kutelepon dia dan memintanya untuk datang, alhasil dia bisa datang pada siang hari nanti sekitar pukul 11 janjinya. OK, kalau begitu aku masih punya waktu untuk mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk indikasi pasien. Ku bergegas naik ke lantai empat untuk mengambil peralatanku yang disimpan di loker [masih dengan ketermanguan]. Sudah lama juga aku tidak mengurusi semua peralatanku karena hampir 4 bulan aku tidak bertugas di klinik yang harus berhadapan dengan pasien. Karena aku juga bingung dengan alat-alat yang dibutuhkan apa saja, akhirnya satu boks alat yang beratnya lumayan itu aku bawa turun ke klinik. Wuih, mengira semuanya sudah lengkap, ternyata alat-alat yang kecil tapi krusial seperti sarung tangan dan masker justru malah kulupakan! Alhasil, jadilah aku kesana kemari mencari pinjaman sarung tangan [actually, I’ve borrowed it ;)] Setelah semua kupikir lengkap, masih dengan ketermanguan, aku memperhatikan teman-temanku yang sedang bekerja. Subhanallah! Semangat kerja mereka sangat tinggi!Aku tidak tahu, mengapa tiba-tiba semangat kerjaku malahan turun dratis seperti ini. Charles Jourdanku sudah menunjukkan pukul 11, kuajak temanku Eveline untuk menunggu pasienku dan pasiennya datang di depan RS Gigi dan Mulut. Alhamdulillah, tak perlu menunggu terlalu lama ternyata mereka sudah tiba di depan RS. Langsung saja ku ajak mereka ke klinik prosto. Setelah meminta izin kepada supervisorku untuk indikasi pembuatan gigi tiruan sebagian, beliau menyuruhku untuk mencetak pasienku. Dan pada titik inilah, untuk pertama kalinya aku mencetak pasien untuk pembuatan gigi tiruan.


Hari Selasa, ketika akan berangkat ke kampus, tiba-tiba saja perutku terasa sakit tak tertahankan. Rasanya tak kuat untuk berjalan ke kampus, padahal hari itu adalah hari pertamaku masuk klinik Bedah Mulut. Wuih, alhasil harus izin dan seharian tiduran di rumah.


Keesokan harinya, hari Rabu adalah hari pertama Ramadhan. Meski masih terasa sakit dan kondisi badan yang lemas, aku tetap berusaha untuk menjalankan shaum pertama ini. Ba’da Shubuh seperti tradisi tiap tahunku selama kuliah, kupejamkan mataku barang sebentar sebelum berangkat ke kampus. Setelah bangun, ternyata aku merasa badanku benar-benar lemas dan ku pikir tak akan sanggup lagi untuk ke kampus. Akhirnya kuputuskan untuk tidak berangkat ke kampus lagi! Rekor!Ini adalah pertama kalinya selama masa klinikku, aku tidak masuk selama dua hari berturut-turut [tanpa merasa ada beban karena memang belum dapat giliran kerja].


Hari Kamisnya, setelah merasa badanku benar-benar kuat, akhirnya aku dapat berangkat ke kampus. Sudah dapat kutebak, teman-teman segrupku pasti bertanya alasan sakitku apa sehingga tidak masuk selama dua hari berturut-turut. Aku yang ditanya cuma bisa senyam-senyum, karena sesungguhnya memang aku juga tidak tahu aku sakit apa. Dokter bilang ada sedikit gangguan pencernaan. Mungkin ada benarnya juga, tapi sepertinya lantas diperberat oleh gejala psikosomatis akibat masalah-masalah yang menderaku selama beberapa minggu ini. Karena hari Kamis adalah jadwal aku bekerja di klinik prosto, aku mengajak mamaku untuk indikasi pembuatan gigi tiruan jembatan. Lagi-lagi ini adalah momen pertamaku mengajak mama ke kampus untuk dirawat gigi.


Hari Jumat adalah jadwal klinik Orthodonti yang berarti bagi sebagian besar mahasiswa klinik adalah hari santai atau hari ’ngacir’ ke bagian lain untuk menyelesaikan requirement dan jadwalku sendiri di klinik Ortho hari ini tidak terlalu padat karena tidak ada diskusi. Seusai aktivasi kawat ortho pasienku, tepat pukul 12 aku bergegas ke lantai 4 menemui adik-adik angkatan 2005 untuk memberikan mentoring kepada mereka sesuai dengan amanah yang diberikan kepadaku. Ini pertama kalinya aku memegang kelompok mentoring di kampus.


Hari Sabtu aku sudah mengatur jadwal untuk belajar persiapan diskusi gigi tiruan penuh dengan Eveline di perpustakaan kampus. Setelah selesai dari kampus, seorang yang baik hati mengajakku untuk ifthor di luar yang kuterima dengan senang hati. Dimulailah petualangan ngabuburit kami sore itu. Berawal dari Gramedia Matraman untuk mencari buku terjemahan dosen pembimbingku. Karena tidak menemukannya di sana, aku berinisiatif untuk mencarinya ke Sagung Seto di Pramuka. Ternyata di sana buku yang kucari juga tidak ada. Karena waktu Ashar sudah tiba, akhirnya kami memutuskan untuk segera pergi ke Masjid Pondok Indah untuk menunaikan sholat di sana. Seusai sholat, aku masih penasaran untuk mencari buku tersebut di Gramedia Pondok Indah Mall. Sebetulnya sudah agak letih juga berjalan dari siang tadi, tapi aku berusaha untuk tetap bersemangat!Fiuh, lagi-lagi ternyata di Gramedia PIM tak kutemukan buku itu. Setelah berpikir-pikir dan menimbang cukup lama, akhirnya kami memutuskan untuk berbuka di PIM saja untuk kemudian sholat Maghrib dan tarawih di Masjid Pondok Indah. Ya! Ini pertama kalinya aku di mal dan tarawihan di Masjid Pondok Indah.


Hmm....Setelah masa-masa September Kelabu, sepertinya Sang Pertanda untuk dapat meraih hari dan semangat baru telah datang!Teringat bait-bait motivasi dari seseorang....

A new day has started.

A new day to love and to be loved.

A new day to feel warm of the sun.

A new day to sweep all our miserables of past.

A new day to make a new great history.

A new day to forgive our and other mistakes.

A new day to proof our quality.

A new day to make another fight.

A new day...

A new opportunities to be a better person,

to gather pahalas for ALLAH SWT's heaven

1 comment:

Anonymous said...

wUihhhHH... Tulisannya kaya novelis terkenal aja. Cha,bisa sambilan jadi pengarang lho caha sambil praktek kalo uda lulus nanti. Trus Cha.. Aku senanggggg banget dech karena namaku disebut2 ama Ocha. Ampe DUA kali malah.. Kan gw jadi ikutan terkenal..HUEHEHEHe. Trs terang gw ga nyangka Ocha ampe bgt perhatiannya ama gw. kalo Ocha mau tanda tgn ku,laen kali gw lagsung kasi dechh... Jadi tersanjung neee. Tp Cha .. serious dech.. Ocha emang pinter banget nulis2 kaya bgt, meskipun kadang2 ku tak mengerti tp emang bagus sech.. Jadi ngirir. Oiya Cha.. Makasi jg ya. Berkat Ocha gw jg jd terinspirasi untuk menulis jg. Qta liat aja hasilnya. Just wait and see.. aja dechh.. HUAHAHAHA.