Credits to

Powered by Blogger

Saturday, October 15, 2005

Semangat si Abang Bajaj

Seusai menghadiri acara ifthor senat kemarin, seperti biasa aku pulang dengan menaiki bajaj dari kampus Salemba menuju Kota Bambu [yang kata sebagian besar temanku impossible banget]. Jalan Salemba Raya pada pukul 20.00 semalam cukup lengang, mungkin karena sebagian besar orang sedang melaksanakan shalat tarawih. Begitu ada bajaj yang lewat langsung saja kustop. Penampilan abang bajaj yang kuberhentikan ini masih muda dan cukup bersih. Setelah proses tawar menawar dan harga disetujui, naiklah aku di bajaj itu. Baru sampai di RS M Ridwan Meuraksa, tiba-tiba si abang bajaj itu bertanya sesuatu padaku. Dia bertanya padaku apakah aku mengetahui info kursus komputer yang ada di Bina Sarana Informatika yang ada di jalan Kramat Raya. Pertamanya kujawab saja sekenaku dengan mengatakan bahwa benar di sana juga menyelenggarakan kursus komputer. Selanjutnya si abang dengan logat Tegal yang kental berkata lagi padaku bahwa dia sangat ingin untuk mengikuti kursusu komputer di Bina Sarana Informatika. Kemudian yang terjadi adalah si abang berbicara banyak tentang dirinya. Dari perbincangan tersebut aku mengetahui bahwa dia lulusan sebuah SMEA di Tegal dan lulus pada tahun 2001. Itu berarti si abang bajaj ini seumuran denganku. Setelah lulus dia langsung pindah ke Jakarta untuk mencari uang. Tahun pertama di Jakarta, dia diterima di PT ASABA [yang direkturnya tempo hari ditembak orang]. Setelah setahun bekerja, dia harus kena PHK karena adanya pengurangan tenaga kerja. Kemudian dia menganggur untuk beberapa lama hingga akhirnya dia diterima bekerja di Dekorasi Catering [sebuah catering yang cukup terkenal di Jakarta]. Di sana dia hanya bertahan selama setahun juga. Selanjutnya sudah enam bulan ini dia narik bajaj di Jakarta. Di Jakarta, dia mengaku mengontrak bersama teman-teman satu kampungnya di daerah Tawakal Ujung, Grogol, sedangkan orangtuanya tetap berada di kampung. Selain itu, di sini dia memiliki seorang kakak yang tinggal di daerah Bekasi dan bekerja sebagai Kepala Mekanik di PT Sosro. Namun, dari pengakuannya, kakaknya tersebut tidak mau membantu dia untuk mencarikan pekerjaan karena kakaknya ingin dia untuk mandiri. Alhasil, dia kini sedang berusaha untuk mencari pekerjaan lagi dan menambah ketrampilannya dengan mengikuti kursus komputer. Karena belum ada biaya, dia berusaha untuk mencari uang dengan menarik bajaj.


Dalam perjalanan Salemba-Kota Bambu semalam, si abang bajaj terus saja mengungkapkan keinginannya padaku untuk mengikuti kursus komputer di Bina Sarana Informatika karena dia mendengar dari banyak orang bahwa setelah mengikuti kursus di sana dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Dia bilang bahwa dia memiliki sebuah cita-cita, jikalau nanti uangnya untuk kursus sudah mencukupi dia akan mengikuti kursus komputer dan setelahnya dia akan mencoba mencari pekerjaan di instansi pemerintah dan menjadi pegawai negeri. Ini pertama kalinya aku menaiki bajaj dengan sopir yang masih memiliki semangat belajar seperti ini. Mungkin juga karena rata-rata bajaj di Jakarta yang pernah aku naiki sebagian besar disopiri oleh orang-orang paruh baya. Namun, ada satu hal menarik yang bisa kuambil dari si abang bajaj ini adalah semangat yang begitu membara dalam dirinya untuk belajar dan mencapai cita-citanya. Subhanallah, ALLAH telah memberiku dorongan untuk memupuk kembali semangatku yang akhir-akhir ini agak memudar lewat seorang sopir bajaj. Jikalau si abang bajaj yang tidak memiliki biaya untuk kursus komputer pun saja mempunyai ambisi yang menggebu seperti itu [sampai-sampai ketika kami melewati jembatan Jati Baru yang demikian tinggi, dia memukul bajajnya sambil berkata ”ayo, kamu bisa!ayo, buat cari uang kursus!”], mengapa diriku yang Insya ALLAH masih memiliki orang tua yang mampu membiayaiku untuk kuliah malah tidak bersemangat untuk menjalaninya???Just because I have many problems outside my study, doesn’t mean that I lose my courage 2...Keep smile n spirit!!!

Tidak ada kata putus asa dalam perjuangan bagi Jundullah

Dan tidak ada kata kalah bagi mujahid yang menjual dirinya di jalan Allah

Yang ada adalah semangat untuk terus berjuang!

No comments: