Credits to

Powered by Blogger

Wednesday, November 02, 2005

Di Penghujung Ramadhan



Hari ini kusaksikan keteduhan mentari pagi
Sinarnya hangatkan
sekujur jiwa menggigil dengan kuduk yang berdiri
Pantulannya sungguh tak pilih kasih
Hingga bebatuan cadas pun menjadi benderang karenanya
Dedaunan makin menampakkan keajaiban klorofil yang dipendamnya

Hari ini kucoba telusuri likunya perjalanan ruhani
Mengintip azzam-azzam yang masih tersisa
Berharap masih ada ruang putih tiada bernoda
Menelisik tiap keping darah
yang terbebas dari tusukan panah makhluk terkutuk
Menanti kembalinya tonggak kalbu nan kokoh dari seorang Harafisy

Hari ini kutangisi jelang kepergian bingkisan terindah
dari Rabbku Tercinta
Kian hari urat nadi kian menonjol di balik kulit yang memucat
Tiap detik peluh serasa mengalir deras bak Niagara yang tersohor
Tapi apa???
Apakah semuanya berarti???
Bila lantunan bait-bait suci tak mampu menggugah
hati ternoda yang dipinang oleh kemunafikan
Bila gemuruh ramainya surau tak jua membuat mengiri
raga yang terasa letih oleh kemaksiatan

Hari ini kubentangkan sayap khauf dan roja'
pada Rabbku Terkasih
Bertabayyun pada sekujur budi yang terjernih
Tiada lagi asa yang terpinta
Melainkan izin tuk menetapkan hayat
Hingga berkenan dipertemukan kembali
yang pada saat itu diri ini
Telah bangkit dari kegalauan panjang
Insya ALLAH...

29 Ramadhan 1426H
-selaluberharapdanmemohontukdapatdipertemukankemablidenganRamadhanNyayangindah-

2 comments:

Anonymous said...

Your Blog. It's educational. Don't miss visiting this site about scommesse online . Just scommesse online

Amin said...

Kerinduan bermuwajjahah
dari sang dzarrah
menebarkan nutfah
menuju rahmah