Credits to

Powered by Blogger

Monday, November 28, 2005

Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Tersedu



Judul di atas merupakan judul novel terbaru dari Paulo Coelho yang menjadi bestseleer di 29 negara. Novel bertebal 209 halaman ini merupakan sebuah kisah cinta tentang spiritualitas dan pengorbanan. Dari novel ini saya mendapati ada beberapa kutipan yang mendalam mengenai cinta dan kehidupan yang bagus untuk disimak, dan berikut adalah kutipan-kutipan tersebut:


”Setiap hari Tuhan memberikan kita matahari-dan juga satu momen, saat kita berkemampuan mengubah segala yang membuat kita tak bahagia. Setiap hari, kita berpura-pura belum mengalaminya, seakan momen itu tak ada-seakan hari ini sama dengan kemarin sama dengan besok. Tapi, jika manusia benar-benar memahami keseharian hidupnya, mereka akan menemukan momen magis itu. Momen itu ada-sebuah saat, ketika seluruh kekuatan gemintang menjelma sebagian dari diri dan memungkinkan kita melakukan keajaiban.”


”Tak seorang pun yang bisa berdusta, tak seorang pun yang bisa menyembunyikan sesuatu, jika ia menatap lurus ke dalam mata seseorang. Dan wanita mana pun dengan hanya sedikit kepekaan bisa membaca mata seorang pria yang sedang jatuh cinta.”


”Cinta hanya bisa bertahan jika ada harapan kau akan bisa mendapatkan orang yang diinginkan.”


”Orang bijak menjadi bijak karena mereka mencintai. Dan orang tolol adalah tolol sebab mereka menyangka bisa memahami cinta.”


”Cinta bagaikan sebuah bendungan: jika kau membiarkan sebuah retak kecil yang hanya bisa dilewati setetes air, maka tetesan itu akan segera meruntuhkan seluruh struktur, lalu tak seorang pun bisa mengendalikan kekuatan arusnya.”


”Cinta adalah sebuah jebakan. Ketika ia datang, kita hanya melihat cahayanya, bukan bayangannya.”


”Semesta selalu membantu memperjuangkan mimpi kita, sebodoh apapun itu. Mimpi adalah milik kita sendiri, dan hanya kita yang tahu apa yang perlu diupayakan untuk tetap mengupayakannya.”


”Cinta bisa membawa kita ke neraka atau surga, tapi selalu membawa kita ke suatu tempat. Kita mesti menerimanya saja, karena cintalah yang menyuburkan keadaan kita. Jika kita menolaknya, maka kita akan mati kelaparan, karena kekurangan keberanian untuk mengulurkan tangan dan memetik buah dati dahan pohon kehidupan.”


”Cinta tak banyak tanya, karena jika kita jeda berpikir maka kita pun ketakutan.”

No comments: