Credits to

Powered by Blogger

Wednesday, November 02, 2005

Jalan Lurus

Aku adalah sebuah jalan, Jalan Lurus namaku.

Sesuai dengan namaku, aku harus lurus saja, tidak boleh berbuat lain. Sebenarnya aku tidak begitu suka terus menerus lurus, tetapi orang-orang itu sudah terlanjur menamakanku Jalan Lurus. Mereka suka sekali mengulang-ulang namaku yang indah, seolah-olah meyakinkanku bahwa sudah sepantasnya aku disebut Jalan Lurus.

Sebagai jalan tentu aku tidak begitu suka jika tidak boleh berbuat lain kecuali berusaha untuk tetap lurus, tetapi mau apa lagi---mereka menginginkanku demikian, sesuai dengan namaku. Aku tidak tahu kenapa begitu, aku juga tidak tahu apakah nama itu semacam anugerah atau kutukan, tetapi apa pula bedanya bagiku? Aku mungkin telah dianugerahi watak untuk lurus, atau telah dikutuk untuk lurus.

Sebenarnya, seperti sudah kukatakan, Jalan Lurus adalah nama yang indah, setidaknya dibanding dengan Jalan Berkelok atau Jalan Menikung---apalagi Jalan Buntu. Yang selama ini menjadi pertanyaanku adalah kenapa mereka suka sekali mengulang-ulang menyebut namaku entah berapa kali setiap hari. Aku tak tahu apakah dengan menyebut-nyebut namaku mereka merasa bahagia, atau merasa nikmat---moga-moga saja demikianlah adanya.

Mereka mungkin tidak mengetahui akibat semua itu bagiku, yakni bahwa apa pun yang terjadi aku harus tetap lurus. Bagaimana, misalnya, kalau aku menjadi gila sebab tidak punya hak untuk berbuat lain kecuali berusaha terus menerus untuk lurus? Siapa yang mau bertanggung jawab? Apakah aku harus bertanggung jawab atas segala hal yang diakibatkan oleh kelurusanku meskipun merekalah yang telah memberikan nama itu untukku, hal yang sama sekali bukan kehendakku? Bayangkan, aku harus lurus terus meskipun mendaki bukit, menuruni lembah, menyebrang padang, dan menempuh gurun—dan tentu tidak ada di antara mereka yang mau tahu jika pada suatu hari nanti aku capek dan tak bisa berbuat lain kecuali ikut-ikutan menyebut-nyebut namaku sendiri, entah untuk apa.

Aku adalah sebuah jalan, Jalan Lurus namaku.

[Sapardi Djoko Damono]

No comments: