Credits to

Powered by Blogger

Thursday, December 01, 2005

Hari Ini Enam Tahun yang Lalu

Hari ini enam tahun yang lalu...
Menanti malam meretas gelisah
Apa yang kan terjadi esok???
Apa ku kan dapat memakaikannya dengan elok???
Selembar kain putih penutup yang melingkar
demikian jelitanya di kepala wanita-wanita suci
Selembar kain yang memiliki kekuatan magis
simbol kebebasan wanita
simbol eksistensi keberagamaan
bukan simbol keterkekangan yang mungkin orang kira
apalagi sekadar tabir surya



Hari ini enam tahun yang lalu...
Bergumul dengan rasa yang mendedah jiwa
Apa ucap orang banyak tentangku kelak???

Apa ku kan sanggup tuk tetap menyunggingkan senyum
saat hujaman cerca mungkin kan menyambangi diriku
Lihatlah!
Sosok begajulan itu tlah berevolusi!
Kemana jeans Tira dan kaos Mickey Mouse ketat yang menjadi pakaian favoritnya???Semuanya telah disimpan rapi di baris paling bawah lemarinya
Sebagian ada pula yang ia berikan pada sanak saudaranya
Lantas bagaimana dengan koleksi pin up dan poster
yang kerap menghiasi dinding dan plafon kamarnya
Seluruhnya telah ia robek dan dibuang ke tong sampah


Hari ini enam tahun yang lalu...
Melangkah dengan jejakan penuh percaya diri
Pandangan mata penuh keheranan tak menjadi sebuah gubrisan
yang ada hanyalah hamasah tuk tetap berada di jalanNya
Meniti kehidupan baru yang lebih berarti
Menghiasi tiap desah nafas dengan momen-momen magis
Melanglang di buana bak seekor merpati bebas
dengan tuntunan ayat-ayatNya
Bukit-bukit nan terjal tiada lagi jadi sebuah aral
Kala sepoi kalimah takbir dikumandangkan membahana



Hari ini enam tahun yang lalu...
Semesta pun menjadi saksikan azzam seorang manusia dhaif yang teramat dhaif
akan khauf secercah kekufuran
akan roja' sebuah keistiqomahan
tiap helainya tertanam di palung terdalam seonggok kalbu
Teriring dalam lautan dzikir dan doa
yang bait-bait serenadanya mengalun demikian indah



Hari ini kini...
Saksikan ombak yang menerjang ke pantai iman
Bukan lagi sekedar riak-riak kecil yang bercanda riang
Mudah lisan bertutur tak kan ada atau tak kan pernah
Tapi sungguh
Saat itu pulalah ia terjebak dalam nuraninya sendiri
Bertatapan dengan sang tiada ada dan sang tiada pernah
Terguncanglah ia
Tak siap dan tak waspada
Hadapi semuanya sendirian, tak bertombak,atau bahkan bersamurai
Perisainya pun kian menipis



Hari ini kini...
Berusaha tuk kembalikan semuanya sedia kala
layaknya enam tahun yang lalu
merangkak dan tertatih mengemis akan kasihNya
sungguh rindu tak tertahankan akan syahid di medanNya
Asa selalu dapatkan ridho dan cintaNya
semoga
hari ini...esok...dan selamanya


011205
-mengenang saat-saat hijrahnya seorang manusia dhaif-

2 comments:

Anonymous said...

wah mbacanya mengingatkn pengalaman sahabatku 5 thn yg lalu
hmmm...
intanshurullaha yanshurukum wa yu tsabit aqdamakum

fadly said...

eh tadi sy yang comment