Credits to

Powered by Blogger

Sunday, July 16, 2006

Flamboyan

di raut malam yang berkawan pada suatu kesunyian
getirnya dedaunan menelusup tak hendak memeluk sisa-sisa arang
demikian Arasy mengejawantahkannya
di antara puing-puing salju yang tiada pernah ada
resahnya belulang akan pengembaraan telisik dingin
menapaki tiap jejak-jejak kaki di bawah guguran pepohonan
cawan-cawannya tak habis berisi jernih air
seakan ingin merefleksikan suatu keabadian

gelombang bebukitan menghijau di kejauhan
tak ingin mengalah pada awan-awan yang kian menebal
rasa-rasa toska hampir saja menang
andai secarik iftitah dan hipotalamus tak bereaksi
hembusan telaga sewarna bak biusan khamr
menanti reruntuhan kamboja di sudut jalan

siapa nyana kan secercah hudan di bilik khauf
kala mushaf berkidung kan sebuah antologi
dalam gempita aliran tausiyah
tiap aksaranya meski telah empat belas abad berlalu
hamparan pesonanya menggetarkan jiwa-jiwa yang terzholimi

hantarkan asa ke terbitnya mentari pagi
sanjungkan puitisasi angan dalam bait-bait lantunan dzikir
Subhanallah...Walhamdulillah...wa Laa ilahaillahuallahuakbar

No comments: