Credits to

Powered by Blogger

Tuesday, September 19, 2006

Simfoni tuk Semesta


Kala mentari pagi semburatkan terik sang surya

Kugubahkan untaian melodi kesyukuran

Atas diperkenankannya kembali bersua dengan sang tamu tercinta


Kala terik surya kian tak tertahankan

Kupintal tali temali ukhuwah yang kian mendingin bak polar dunia

Agar semua simfoni tak sekedar semiotika belaka


Kala rembulan memunculkan serpihan romantika alamiah

Kupersembahkan tutur terindah tak berhijab seutas benangpun

Tertuju untuk dirimu yang telah menshibghoh detik dalam kehidupanku


Adapun mungkin kau telah tershibgoh pula dengan aura kedhaifanku

Untuk itu dengan segala kerendahan hati dan kelapangan dada

Kumohonkan kemaafan

Seluas lautan Atlantik

Setinggi puncak Everest

Sedalam palung Mariana

Semoga tiada tersiakan tiap berkah di Ramadhan ini

Semoga telisik hembusan nafas selalu membawa limpahan kebaikan

dan semoga tiap peluh dan perih yang dirasakan

dapat menjadi pemberat amalan baik kelak di Yaumul Mizan

- H-5 menjelang Ramadhan 1427 H -

5 comments:

Anonymous said...

aSs. RoSa...

NicE PoeM ^^

SaMa" yacH...

~ hiRa ~

RoSa said...

Wa'alaikumussalam Hira...makasih ya udah jadi pengunjung setia blognya RoSa :)

ree said...

subhanallah..

bagus banget cha..

oiya, mohon maaf juga atas sgala kekhilafan, menuju ramadhan yg barokah. Amin

Anonymous said...

reading your article, make me want to send you my old article: "Menjadi Dewasa" which I have ever sent to my little sister (akhwat angkatan 2002), when she asked me to give her an advices.

... :)

Your anonymous friend

Aryanto Abidin said...

Assalamualikum wr wb
Puisinya bagus sekali. Ane sampai sekarang masih kesulitan bikin puisi. Biasanya bikin kalo mood atau kalo ada yg tidak sreg di hati. Tapi ini, subhanallah kata2nya...,pilihan kata yg bagus, sebuah pengembaraan nurani yang dalam dan luas. Ane membacanya hingga merinding. Semoga dari blog ini lahir karya2 yang mencerahkan (aufklarung)

-Tidak bermaksud memuji sister-