Credits to

Powered by Blogger

Saturday, October 28, 2006

Teeth Describes Everything

Jika ditanyakan kepada Anda untuk apa Allah SWT menciptakan gigi geligi? Mungkin sebagian besar dari Anda akan menjawab diciptakannya gigi adalah agar kita dapat mengunyah makanan. Jawaban tersebut tak salah, tetapi perlu diketahui pula bahwa fungsi gigi bukan hanya untuk pengunyahan semata melainkan juga untuk pemenuhan terhadap fungsi estetika dan berbicara. Selain itu, dari gigi ternyata kita juga dapat mengetahui masa lalu dan kepribadian seseorang.


Kondisi gigi yang rapi dan teratur pada saat dewasa bukan hanya berasal dari faktor keturunan, tetapi lebih banyak ditentukan oleh perawatan gigi ketika masa anak-anak. Hal ini berarti, jika perawatan gigi di masa kecil cukup baik maka gigi akan tumbuh dan tersusun rapi pada saat dewasa. Hampir sebagian besar pemilik gigi yang tidak tersusun rapi disebabkan oleh masalah gigi sewaktu kecil. Yang sangat umum, gigi tak beraturan disebabkan oleh karena banyaknya mengonsumsi makanan manis di masa kanak-kanak. Anak-anak tentu sangat menyukai hal manis seperti permen dan coklat. Makanan seperti itu sebenarnya tak masalah, asalkan sehabis makan gigi dibersihkan dengan cara menyikat atau berkumur agar sisa gula tak menempel pada gigi. Namun, karena anak-anak seringkali lalai mengontrol diri alhasil sisa makanan atau permen yang manis menempel di gigi berjam-jam dan mengundang kuman. Akibatnya kemudian kuman menyerang gigi dan efeknya gigi jadi rusak, berkarang, gripis, ompong, atau tanggal sebelum waktunya. Hal ini menyebabkan gigi tetap yang akan tumbuh akan bergeser dari posisi yang sebenernya dan menyebabkan di waktu dewasa gigi geliginya menjadi berjejal.


Bukan hanya disebabkan oleh konsumsi makanan manis, gigi yang tumbuhtidak teratur dapat pula disebabkan karena kebiasaan buruk pada saat balita. Salah satunya adalah kebiasaan ngedot. Kebiasaan ngedot pada anak membuat dot akan menekan pertumbuhan gigi. Yang harusnya tumbuh lurus, akibat seringnya tertekan oleh dot membuat gigi tumbuh agak miring ke kiri atau ke kanan. Demikian pula kebiasaan senang mengisap jari atau jempol tangan pada anak-anak. Kebiasaan yang disebabkan oleh faktor psikologi ini, efeknya sama dengan ngedot, akan menekan gigi yang sedang atau mau tumbuh sehingga membuat posisi gigi kadang bergeser ke kanan atau ke kiri. Dan bisa juga ke depan dan ke dalam. Untuk itulah agar gigi cantik dan sehat di masa remaja dan dewasa, perawatan gigi harus dimulai dari masa anak-anak.

Gigi yang tumbuh teratur dan rapi selain mencerminkan perawatan di masa anak anak, juga dapat menggambarkan kepribadian pemiliknya. Adamandios, pada abad ke-5 SM mengatakan bahwa : “Orang-orang yang bibirnya tertekan keluar karena posisi gigi taring yang tidak tepat biasanya memiliki sifat mudah emosi, suka berteriak kasar, dan penyumpah.Para psikolog di Amerika Serikat menyebutkan, orang yang giginya kecil dan rapi merefleksikan kepribadian yang simple, periang, irit, dan menyukai keunikan maupun keindahan. Hal tersebut kebalikannya dengan pemilik gigi rapi namun giginya besar-besar. Gigi tersebut mencerminkan pemiliknya punya pembawaan tenang, boros, lugu, dan pemberani. Sementara, gigi tak beraturan dan bertumpuk lebih merefleksikan serius, cool, dan sederhana. Kepribadian seseorang yang dominan juga dapat dilihat dari gigi geliginya. Orang yang memiliki dua gigi seri depan atas yang menonjol dengan sudut-sudut tepi gigi yang tajam dan gigi taring yang menonjol biasanya memiliki sifat yang mendominasi. Bagi pria yang mendambakan seorang istri yang lembut dan feminin, carilah perempuan dengan gigi geligi yang bentuknya oval dan sudut-sudutnya membulat serta ketika tersenyum geligi depannya membentuk garis melengkung. Sementara, bagi perempuan yang mendambakan seorang suami yang maskulin dan kuat, maka carilah pria yang memiliki gigi geligi dengan bentuk persegi dan lurus serta ketika tersenyum geligi depannya membentuk garis lurus. Wallahu’alam bishshawab

1 comment:

kabul said...

whew... ternyata gigi ada arti laennye juga ye... baru tau eqe...