Credits to

Powered by Blogger

Friday, November 10, 2006

Balada tuk Seorang Tuan

duhai Tuan

capaian apa lagi yang hendak kau tuju?

kala hanya dapat saksikan indahnya kilau mentari dari sepotong kotak

kau telah meraih cercahan sinarnya dengan

segenggam gumam


duhai Tuan

panorama apa lagi yang hendak kau lihat?

saat kaki belum lagi injakkan Boven Digul

kau bahkan tlah nikmati molek

Swarovsky di negerinya


duhai Tuan

ilmuNya yang mana lagi hendak kau gali?
ketika dua suku nama ini sungguh tak berarti

satu namamu justru tergores sebagai

insan cendekia Muslim


duhai Tuan

adisi apa lagi yang hendak kau raih?

waktu derap langkah masih tertatih dalam tangan wanita besi

kau justru berdiri di podium

peroleh anugerah tertinggi


duhai Tuan

cakap mana lagi yang hendak kau kuasai?

kala tenses pun belum lagi mendarah daging

kau demikian lancar berucap

hingga seluruh dunia mengakuimu


duhai Tuan

petinggi mana lagi yang hendak kau temui?
saat sesosok pujangga baru saja bersua

kau lebih dulu berjabat erat

dengan pemuka negeri


duhai Tuan

impian apa lagi yang belum kau wujudkan?
tidakkah mata jeli dari bidadari-bidadari nan cantik

jernihnya aliran sungai-sungai madu

kilau emas bangunan-bangunan nan megah lagi kokoh

di jannahNya tiada menggodamu???

capailah

gapailah

dakilah

usah acuh masa itu

momen-momen

yang kan menghempasmu dalam lara

yang hanya bangkitkan seluruh amarahmu

yang sekedar habiskan energi positifmu

yang kian mengikis lembaran-lembaran otot perkasamu


dalam hening kutebarkan pinta

dalam haru kusisipkan harap

dalam malam kusanjungkan doa

tak banyak memang

tapi semoga berarti

agar dirimu selalu

dalam cinta dan ridhoNya…

1 comment:

kabul said...

so sweet... keq permen :D