Credits to

Powered by Blogger

Monday, November 27, 2006

Meraih Legenda Pribadi

Meregang

Bersimbah

Terkatung

Sine Qua Non!!!


Acapkali pertanyaan-pertanyaan senada itu dilontarkan kepadaku, ada keresahan yang menelisik cerdik di balik relung kalbu nan gelisah. Adakah manusia yang dapat mengelak dari skenario yang telah ALLAH tentukan kepadanya? Adakah jiwa yang tiada merasakan kecewa ketika semua yang telah direncanakan dan diikhtiarkannya ternyata tiada sejalan dengan kehendak ALLAH? Pasti pada awalnya rasa kecewa itu kan menerpa hingga pada suatu titik di mana ia harus dapat menyadari bahwa sejatinya manusia hanya dapat berdoa dan berikhtiar, selebihnya ALLAH jualah yang menentukan [adakah yang memiliki pendapat yang berbeda?].


Bukan kali ini saja aku mengalami suatu kegagalan dalam fase perjalanan hidup yang kujalani. Namun, jika boleh diberikan peringkat, maka kegagalanku kali ini akan mendapat peringkat pertama. Why???Karena kegagalan yang kualami kali ini memiliki implikasi yang cukup besar terhadap realisasi target-target yang telah aku rencanakan. Bukan masalah obsesi atau ambisi, tapi aku hanya ingin menjadi berarti. Berarti di hadapan ALLAH, berarti di hadapan kedua orang tuaku, dan berarti bagi banyak orang. Usiaku kian merangsek mendekati angka 23, tapi capaian apa yang telah aku raih??? Sungguh malu diri ini dengan kestatisan yang ada. Lihatlah sosok Imam Syafi’i yang di usia 9 tahun telah dapat mengafalkan Al-Qur’an demikian lancar. Di usia 10 tahun seluruh kitab Al-Muwatta karya Imam Maliki yang berisi 1720 hadits juga telah dihafalnya dan ketika usianya mencapai 15 tahun ia telah menjadi seorang mufti di Mekkah. Atau simaklah Ibnu Sina yang di usia 10 tahun juga telah menguasai Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan dasar lain dan ketika mencapai usia 17 tahun ia telah berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur, seorang raja dari Bukhara. Aku pun ingin seperti mereka. Sungguh… Mungkin sebagian orang mengatakan bahwa impianku terlalu tinggi, tapi menurutku mimpi adalah suatu kebebasan jadi bermimpilah sebebas-bebasnya. Fokuslah pada mimpi yang menjadi ‘legenda pribadi’mu hingga mimpi itu dapat masuk ke alam bawah sadarmu dan semesta kan membantu tuk wujudkan semuanya.


But, besides of all, meski ‘legenda pribadi’ ku belum dapat kuraih sekarang, aku harus dapat mengambil hikmah dari semua ini. Hakikat hidup hanyalah untuk beribadah kepadaNya dan jadikanlah tiap desah nafas yang diberikanNya menjadi bernilai ibadah di hadapanNya. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita harus dapat menjadikan apapun yang kita alami dalam hidup sebagai sebuah pembelajaran. Entah itu sebuah kesuksesan ataupun kegagalan. Mungkin jika ‘legenda pribadi’ itu datang sekarang, aku tidak akan dapat mengenal dan bertemu dengan orang-orang hebat yang memberikanku banyak sekali pelajaran kehidupan. Mungkin jika legenda pribadi itu datang sekarang, aku belum dapat mengenyam ilmu secara cuma-cuma dari para ahli. Dan mungkin jika legenda pribadi itu datang sekarang, aku tidak dapat beraktualisasi seperti saat ini.


Alhamdulillah, mengutip teori Helmholtz di abad 19, ALLAH memberikanku waktu untuk dapat berinkubasi setelah mengalami fase saturasi. Pada fase ini aku diharuskan untuk mengerami semua ide-ide yang ada di dalam pikiranku agar kemudian nantinya muncul suatu iluminasi atau pencerahan. Siapa yang akan pernah tahu bahwa nantinya ‘legenda pribadi’ ku ini mungkin akan berubah seiring masa inkubasi yang sedang ku jalani. Jika waktu yang diberikanNya padaku masih cukup panjang, Insya ALLAH aku kan dengan sekuat tenaga harus dapat meraih ‘legenda pribadi’ku. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dan pasti akan selalu ada jalan ke mana pun. Jika kita memiliki keinginan berarti kita memiliki kekayaan, jadi hampir tiada alasan untuk mengatakan sesuatu itu mustahil. Hari ini tidak ada tempat untuk berdiri, sikap lamban berarti mati, siapa bergerak merekalah yang terdepan, yang menunggu pasti kan tergilas. Setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa. Segores luka di jalan ALLAH kan menjadi saksi pengorbanan. Semoga.


*Legenda Pribadi : Frasa yang diambil dari Novel ‘The Alchemist’ karya Paulo Coelho

4 comments:

Anisa said...

Rosa, selagi muda berusahalah untuk meraih mimpi dan cita-citamu.Dengan keyakinan dan niat yang ikhlas, Rosa pasti bisa mendapatkannya....

dewi said...

setiap pengalaman bisa membuat kita tambah dewasa atau menjadi a loser person, tapi tulisan ini memperlihatkan bahwa pengalaman yg kamu alami membuat kamu menjadi manusia yang lebih bijak dalam melihat suatu masalah di usia yg masih tergolong muda..

RoSa said...

4 m'Ica : jazakillah, Insya 4JJI dengan sekuat tenaga rosa kan berusaha tuk mewujudkannya

4 m'Dewi : mohon doanya yah mba agar rosa bisa tetap kuat :)

fathy said...

"...Tak perlu ada tanya dalam hati yang kusut, ataupun lipatan kening yang berkerut.
Karena segala jawab kan kau dapat ketika takdir mengajarimu tunduk."


cheers, honey!!!
;)