Credits to

Powered by Blogger

Monday, November 20, 2006

Oral health is a key through body health


Rupanya ungkapan “Oral health is a key through body health” adalah benar adanya. Hanya dengan melihat kondisi rongga mulut ternyata kita dapat mengetahui kondisi kesehatan tubuh kita secara holistik dan komprehensif. Telah banyak dibuktikan bahwa kondisi mulut dapat mengungkapkan gejala-gejala awal penyakit mulai dari yang ringan hingga berbahaya. Berikut beberapa gambaran yang ada di rongga mulut yang dapat dijadikan referensi terhadap gejala suatu penyakit.


· Diabetes Mellitus [Kencing Manis]

Ciri utama manifestasi penyakit Diabetes Mellitus [DM] di rongga mulut adalah adanya peradangan gusi yang berlebihan. Penderita DM yang tidak terkontrol pada umumnya mudah mengalami luka atau perdarahan pada saat menyikat gigi atau sedang menggunakan benang gigi. Hal ini disebabkan karena pada penderita DM ditemukan pembengkakan lapisan epitel dari pembuluh darah gusi yang dapat menghalangi difusi oksigen. Selain itu, juga terjadi perubahan flora normal dari plak gigi yaitu berupa peningkatan jumlah bakteri-bakteri patogen yang menyebabkan terjadinya penyakit gusi [gingivitis / periodontitis]. Penurunan fungsi dari salah satu sel darah putih [Poly Morpho Nuclear cell / PMN] yang terjadi pada penderita DM juga diperkirakan dapat memperparah penyakit gusi yang ada.

Selain penyakit gusi, DM juga menyebabkan bau mulut [acetone breath], penurunan produksi liur [xerostomia] sehingga mulut menjadi kering, pembesaran kelenjar liur [sialosis], dan adanya pertumbuhan jamur di rongga mulut [Candidiasis].


· Anemia

Manifestasi anemia pada rongga mulut sebetulnya tergantung pada jenis dari anemia itu sendiri. Namun, gejala umum yang paling sering ditemukan di rongga mulut pada penderita anemia adalah perubahan warna gusi dan jaringan lunak sekitar mulut yang menjadi lebih pucat hingga kekuningan. Perdarahan pada gusi hingga rasa terbakar pada lidah adalah gejala lain dari anemia pada rongga mulut.


· Leukimia [Kanker Darah]

Penderita penyakit leukimia memiliki ciri yang sangat khas di rongga mulut yaitu berupa peradangan dan perdarahan gusi yang menyeluruh [gingivitis generalized]. Gusi penderita biasanya terlihat bengkak dan lembek karena adanya infiltrasi dari sel darah putih [leukosit] yang berlebihan.


· Osteoporosis

Osteoporosis lebih sering ditemukan pada wanita terutama yang telah memasuki periode menopouse. Hal ini diduga memiliki kaitan dengan penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Pada kondisi osteoporosis, maka kepadatan tulang akan mengalami penurunan. Hal ini berimplikasi pada jaringan penyangga gigi yang sejatinya juga berupa tulang. Oleh karena itu, dapat dideduksi suatu kesimpulan bahwa osteoporosis dan gigi yang tanggal memiliki hubungan yang erat.


· Penyakit Jantung

Penyakit jantung seringkali disebabkan oleh bakteri yang berasal dari infeksi yang terjadi di tempat lain. Dalam hal ini yang paling sering menyebabkan penyakit jantung adalah infeksi yang berasal dari gigi. Hal ini diperkirakan terjadi karena bakteri yang ditemukan pada penyakit jantung sama dengan bakteri yang ada pada infeksi pada gigi. Infeksi pada gigi ini dapat berupa lubang pada gigi yang tidak dirawat, karang gigi yang menumpuk, dan sisa akar gigi yang tidak dicabut. Jadi, tanpa bermaksud menakut-nakuti, sebaiknya jangan biarkan kondisi-kondisi tersebut ada dalam rongga mulut Anda jika tidak ingin menabur benih penyakit jantung di kemudian hari.


· Kelahiran Prematur

Penelitian membuktikan, wanita yang mengalami peradangan gusi selama masa kehamilan, tujuh kali lebih berisiko mengalami kelahiran prematur. Tak hanya prematur, bayi yang dilahirkan juga umumnya lebih kecil dari rata-rata. Ini disebabkan ketika seseorang mengalami gangguan mulut, peradangan yang terjadi akan menyebabkan beberapa zat tertentu dilepaskan ke aliran darah sehingga bisa mempengaruhi berat tubuh bayi dan proses persalinan. Studi lain menyebutkan, membersihkan karang gigi secara teratur bisa mengurangi resiko persalinan prematur.


· Herpes Zoster

Anda sudah pernah mendapatkan penyakit cacar seumur hidup? Banyak berita yang berkembang di masyarakat bahwa jika telah terkena penyakit cacar, maka akan terbentuk kekebalan sehingga di masa mendatang tidak akan terjadi lagi. Hal yang perlu diluruskan di sini adalah cacar itu disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Ketika penyakit cacar itu telah sembuh, maka sebetulnya virus tersebut tidak hilang dari dalam tubuh melainkan ia akan bersifat laten di dalam jaringan syaraf. Bila terdapat faktor-faktor yang dapat memicu seperti stres, kelelahan, radiasi, dan kecanduan alkohol, maka virus tersebut dapat kembali menyerang tubuh [rekuren]. Penyakit ini disebut sebagai penyakit Herpes Zoster. Namun, jangan lantas menjadi khawatir karena terjadinya suatu rekurensi ini tidak mudah, tapi jika telah terjadi suatu rekurensi maka akan sangat mudah untuk mengalami rekurensi kembali.

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh Herpes Zoster ini adalah demam, keletihan, gangguan pencernaan, rasa baal, sakit, dan panas yang terus menerus di sisi syaraf yang terkena. Kemudian terjadi juga bisul-bisul kecil di sekitar mulut dan dagu yang akan menjadi bernanah, mengering, dan terkelupas dalam waktu 1-3 minggu.


· AIDS

AIDS adalah sekumpulan gejala defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV [Human Immunodeficiency Virus]. Infeksi HIV akut terjadi pada 3 hingga 6 minggu setelah kontak pertama dengan HIV. Pada tahap awal, infeksi HIV sulit dikenali karena gejala tidak spesifik dan mirip dengan gejala penyakit flu. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah 2-3 minggu. Menurut sistem klasifikasi dari CD [Centers of Disease Control] tahun 1993 gejala AIDS ini dibagi menjadi empat stadium.

Stadium pertama disebut sebagai Stadium Serokonversi. Stadium ini timbul 2-6 minggu setelah terinfeksi dengan gejala berupa demam, berkeringat, lemas, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan sering juga ada mual serta diare.

Stadium selanjutnya adalah Stadium Awal. Stadium ini terjadi selama 5 tahun dan biasanya penderita tidak mengalami gejala apapun sehingga masih dapat beraktivitas dengan normal.

Stadium berikutnya adalah Stadium Menengah. Pada stadium ini biasanya penderita mulai mengalami penurunan berat badan kurang dari 10%, terjadi infeksi pada kulit [dermatitis], infeksi saluran pernafasan atas yang berulang [sinusitis], dan timbul berbagai macam gejala di rongga mulut seperti adanya luka di sudut mulut [cheilitis angularis], radang gusi [gingivitis], dan sariawan yang berulang.

Kemudian pada stadium yang paling parah adalah Stadium Lanjut. Stadium yang terjadi setelah 10 tahun terinfeksi ini amat bervariasi mulai dari penurunan berat badan lebih dari 10%, diare tanpa sebab yang tidak jelas lebih dari satu bulan, kelainan berat pada paru, infeksi virus herpes simpleks, Sarkoma Kaposi, dan kelainan di rongga mulut berupa infeksi jamur Candida [Candidiasis], bercak putih [Hairy Leukoplakia], dan pembesaran kelenjar liur.


Setelah mencermati sedikit paparan di atas semoga kita semua dapat lebih mencermati kondisi gigi dan mulut dengan lebih baik lagi. Dengan demikian, adanya kemungkinan-kemungkinan penyakit di atas dapat diantisipasi terlebih dahulu.


Maraji’ :

· Burket’s Oral Medicine Diagnosis and Treatment. 9th Ed. J.B. Philadelphia: Lippincott Company. 1994.

· Langlais, Miller. Atlas Berwarna Kelainan Rongga Mulut yang Lazim. Jakarta : Hipokrates. 2000.

· Sonis, Fazio, Fang. Principles and Practice of Oral Medicine, 2nd Ed. Philadelphia: WB Saunders Co. 1995.

5 comments:

Tiwi said...

Ros, penting banget nih info. Thx!

btw, di sini baik2 aja, cuman lagi musim hujan nih jadi males mo keluar2.

The Kannes said...

Mbak dr , entar kalau aku punya gejala2 salah satu dr penyakit yg di sebut di sini , consul ke kamu aja ya ...eh salah , Rosa kan drg ya...hehehe

Hani said...

wah gigiku parah nih banyak tembelannya...makanya nggak bisa jadi pramugari...hehehe

Larasati said...

thanks postingannya, penting banget nih.
Tiap ngomongin gigi pasti stres deh aku...soalnya punya PR buat nambal gigi tapi takuuutts..kenapa ya kok aku ngerasa linu banget kalau di bor udah gitu baru beberapa bulan yll ditambal sekarang udah nuntut minta ditambal lagi..mcck..apa daku terlalu sensitif n gak tahan sakit.

Plis bisa nambal tapi nggak sakit nggak ya..sumpih! kepikiran banget nih..sampai kebawa2 mimpi..

RoSa said...

4 M'TiWi : sami2 yah :)

4 m'Susie : mongggo mba, mumpung belum kena charge ;)

4 m'Hani : hayo makanya ke Drg mba biar dibenerin tambalannya ;)

4 M'Laras : tenang aja mba, Insya 4JJI bisa koq, kalo berminat datang aja ke tempat praktekku ;)