Credits to

Powered by Blogger

Tuesday, November 07, 2006

PMS Berattt!!!


Ocha ocha ocha…lagi ngapain nih?dah maem belum?eh, besok aku ke Jakarta lagi…kapan nih ocha mau traktir aku?hehe” [SMS dari 0817823XXX]


RoSa’s reply :


Abang koq tega banget sih! udah tau rosa gak punya duit, pake acara minta traktir-traktir segala!


Astaghfirullahal’adhzim….rosa…rosa…duh kenapa jadi ABG alias AmBeGan banget sih! Itu orang kan cuma bercanda, koq malah ditanggepin serius banget. Emang aku lagi sensi banget nih beberapa hari ini, maklum si ‘bulan’ datang berkunjung. Cuma aja kayaknya PMS [PreMenstrual Syndrome] kali ini bener-bener parah, mulai dari jerawatan, keletihan yang luar biasa, sakit punggung, gak nafsu makan, bahkan aku sampe gak bisa kemana-mana dua hari ini [emang gak ada kerjaan juga sih, mau kemana coba? :p] karena kram perutnya benar-benar terasa sakit. Kalo biasanya cuma minum satu obat analgesik [anti sakit], kemarin itu aku sampe minum dua! Bikin rekor baru nih…


Banyak orang bilang, kalo perempuan lagi PMS mendingan jauh-jauh deh. Bisa-bisa bakalan jadi sasaran terus. Namun, sebetulnya apa sih PMS itu??? Kenapa perempuan kalo lagi mau dan lagi datang bulan bisa jadi sensiii banget…dikit-dikit ngambek…dikit-dikit terharu…dikit-dikit nangis. PMS atau sindroma premenstruasi sebenarnya merupakan suatu keadaan di mana sejumlah gejala terjadi secara rutin dan berhubungan dengan siklus menstruasi. Gejala premenstruasi dapat berupa gejala ringan maupun berat yaitu; sakit kepala, sakit punggung, perubahan nafsu makan, mual, masalah kulit seperti jerawat, kelelahan yang luar biasa, nyeri pada payudara, perut kembung, kondisi emosional yang tidak stabil [nah ini dia yang sering banget terjadi] dalam bentuk amarah, sensitivitas yang tinggi, sedih, gelisah, hingga keinginan bunuh diri, berkurangnya konsentrasi, dan pada beberapa orang juga dapat menyebabkan gangguan tidur diantaranya adalah penurunan kualitas tidur. Saat menstruasi, adanya gangguan tidur lebih disebabkan oleh rasa sakit atau kram di sekitar perut [dismenorrhoe]. Kemungkinan penyebabnya merupakan hasil dari peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus. Gejala ini banyak menyerang perempuan remaja dan berlangsung sampai dewasa. Nyeri saat menstruasi yang terjadi pada perempuan yang lebih tua yang sebelumnya tidak mengalami nyeri biasanya berhubungan dengan gangguan ginekologis seperti endometriosis, penyempitan serviks, malposisi uterus, penyakit radang panggul, dan tumor dari rongga panggul. Oleh karena itu, untuk mengatasinya harus diketahui secara pasti apa penyebabnya, sehingga dapat diambil langkah-langkah medis yang tepat.


Menurut penelitian, PMS ini terjadi pada sekitar 85% perempuan pada masa subur. Biasanya gejala-gejala PMS ini berlangsung antara satu minggu sebelum dan sesudah menstruasi. Namun, sejatinya cukup banyak juga perempuan yang mengalami PMS dalam rentang waktu yang cukup lama. Mereka hanya terbebas selama satu minggu dalam waktu sebulan!!!


PMS ini dapat terjadi dimungkinkan karena kadar estrogen dan progesteron yang tidak seimbang selama siklus menstruasi. Estrogen menyebabkan tertahannya cairan, yang kemudian menyebabkan bertambahnya berat badan, pembengkakan jaringan, nyeri payudara, dan perut kembung. Penyebab yang pasti dari PMS ini tidak diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan faktor-faktor sosial, budaya, biologis, dan psikis.


Menurut Dr Guy E. Abraham, ginekolog dari UCLA, USA, PMS pada perempuan itu dapat dibagi menjadi empat tipe, yaitu :

1. Tipe A [Anxiety]

Ditandai dengan gejala cemas, sensitif, saraf tegang, dan perasaan labil. Beberapa wanita bahkan mengalami depresi ringan sampai sedang. Saran: Konsumsi makanan berserat, jangan merokok, dan batasi asupan kafein dari kopi, teh, dan cokelat [hooo no!it’s my favourite…=[[]

2. Tipe C [Craving]

Muncul gejala pembengkakan pada perut [kembung], nyeri pada payudara, kaki, serta terjadi peningkatan berat badan. Biasanya terjadi karena asupan garam dan gula yang tinggi pada penderita. Gejala pada tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe-tipe lain. Saran: Kurangi asupan garam, gula, dan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh, atau bisa juga minum diuretik ringan [misalnya Spironolactone].

3. Tipe D [Depression]

Biasanya mengalami rasa lapar, ingin mengonsumsi makanan yang manis [cokelat] dan karbohidrat sederhana. Biasanya setelah menyantap dalam jumlah banyak muncul gejala hipoglikemia [kekurangan kadar gula dalam darah] seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing, terkadang sampai pingsan. Gejala ini muncul karena peningkatan hormon insulin. Saran: Perbanyak konsumsi sayuran hijau, biji-bijian, gandum, dan kacang-kacangan.

4. Tipe H [Hyperhydration]

Muncul keinginan menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit berkata-kata. Bahkan muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya tipe ini berlangsung bersamaan dengan tipe A. Hanya 3% penderita yang murni mengalami tipe D. Saran: tingkatkan konsumsi vitamin B6 dan magnesium.


Untuk mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi seperti sakit kepala, nyeri karena kram rahim, dan nyeri persendian, bisa diberikan obat anti radang non-steroid [misalnya asam mefenamat] atau analgesik ringan [seperti parasetamol]. Bisa juga dengan pemberian hormon antiprostaglandin untuk mengurangi kekuatan kontraksi uterus, tetapi pemberian hormon antiprostaglandin tersebut harus hati-hati terutama pada perempuan yang ingin hamil. Tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C dosis tinggi seminggu sebelum menstruasi. Jika darah menstruasi yang keluar cukup banyak, maka disarankan untuk memperbanyak minum air putih, perbanyak asupan makanan atau suplemen yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia [kurang darah]. Rasa cemas dan gelisah akibat kondisi emosional yang tidak stabil dapat diatasi dengan memperbanyak dzikir pada Allah SWT [untuk tetap menjaga kedekatan hubungan dengan Rabb]. Fffiuuuhhhh…semoga PMS lain kali tak separah bulan ini dan dapat diatasi dengan mudah….

6 comments:

M. Awan Eko Sabilah said...

subhanalloh...info yg menarik, minimal bs jd referensi kelak kalo beristri, siap untuk jd "sansak" saat istri sedang PMS.....^_^V
syukron...fi amanillah ukh...:)

Aksara Kauniyah said...

wwoooosshhh............
kabur...

RoSa said...

to Awan...siap2 jadi sansak dari sekarang yah...hehehe :D

to Mas Aka...awas kamu jangan lariiii!!!huehehe

kabul said...

alhamdulillah aku cowox............. =))

fathy said...

waks...sama banget, cha. mending jauh2 dah dari aku kalo lagi kena PMS. daripada kena semprot...hehehe...
menderitanya kita ya..
tp mudah2an tiap bulan jadi penggugur dosa :)
btw..minum obat pengurang sakit katanya bisa bikin mandul atau apaaa..gitu. beneran ga sih? mungkin sebisanya ditahan aja kali ya..walau sakitnya ampun2an. kalo kata temenku, ini belum separah melahirkan, ndra..hehe..iya juga.

RoSa said...

buat fathy...kalo cuma pengurang rasa sakit [analgesik] biasa sih insya 4JJI tak apa...yang agak meragukan memang obat2 yg khusus untuk gejala dismenorhoe itu...