Credits to

Powered by Blogger

Friday, November 03, 2006

Seputar PTT: Kewajiban Profesi atau Komoditi? [Bag II]

Faktor ketiga adalah pertimbangan dari keluarga baik dari orang tua atau pun suami istri. Apabila dokter atau dokter gigi tersebut perempuan dan belum menikah biasanya orang tuanya agak sulit untuk memberi izin ke daerah peminatan yang terlalu jauh dan diangap kurang kondusif. Lain halnya bila dokter atau dokter gigi tersebut laki-laki, maka untuk urusan perizinan akan lebih mudah. Apabila dokter atau dokter gigi telah menikah maka tentunya ia harus mempertimbangkan bentangan jarak yang akan memisahkan pasangan suami istri. Akan berbeda halnya bila pasangannya juga memiliki profesi yang sama karena pada akhirnya mereka akan dapat memilih daerah peminatan yang sama.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebutlah dokter atau dokter gigi biasanya memilih daerah tujuan peminatan PTT pusat. Untuk penerimaan dokter atau dokter gigi PTT pusat sendiri diseleksi berdasarkan dua hal yaitu domisili dan tahun kelulusan. Penilaian dari domisili maksudnya adalah makin dekat domisili dokter atau dokter gigi dengan daerah tujuan peminatan ditambah dengan memiliki KTP daerah setempat maka skor yang didapat akan semakin tinggi dan demikian sebaliknya. Apabila ada beberapa dokter atau dokter gigi yang memiliki domisili dekat dengan daerah tujuan peminatan atau KTP daerah setempat maka akan lebih didahulukan dokter atau dokter gigi yang memiliki tempat kelahiran dekat dengan daerah tujuan peminatan. Sedangkan penilaian dari tahun kelulusan maksudnya adalah makin lama jarak tahun kelulusan dengan tahun pendaftaran maka skor yang didapat akan semakin tinggi dan demikian sebaliknya. Apabila ada beberapa dokter atau dokter gigi dengan tahun kelulusan yang sama, maka akan lebih diprioritaskan yang memiliki tahun kelahiran lebih tua.

Semua sistem seleksi dan skoring penerimaan PTT pusat ini dilakukan secara komputerisasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah ’campur tangan’ manusia dalam proses penerimaan PTT pusat tersebut. Namun, terkadang ada banyak cara lain yang dilakukan oleh dokter atau dokter gigi agar dapat diterima di daerah tujuan peminatan yang diinginkan. Cara pertama yang biasa dilakukan agar skoring dokter atau dokter gigi tersebut meningkat adalah dengan membuat KTP domisili daerah tujuan peminatan. Hal ini biasanya dilakukan oleh dokter atau dokter gigi yang bukan berasal dari daerah tujuan peminatan ataupun bisa jadi ia memang berasal dari daerah tujuan peminatan, tetapi domisili aslinya bukanlah di daerah tersebut. Apabila dokter atau dokter gigi tersebut memiliki saudara atau kenalan lainnya di daerah tujuan peminatan maka untuk mengurus KTP domisili setempat ternyata cukup mudah. Cara kedua yang juga dapat dilakukan adalah dengan meminta surat rekomendasi langsung dari dinas kesehatan setempat agar dapat ditempatkan di daerah tujuan peminatan. Lagi-lagi tentunya dokter atau dokter gigi tersebut harus memiliki koneksi ke dinas kesehatan daerah tersebut. Surat rekomendasi ini nantinya juga dapat menambah skoring saat penilaian. Cara lain yang juga bisa dilakukan mungkin masih cukup banyak tergantung kreatifitas masing-masing dokter atau dokter gigi tersebut. Kenyataan yang cukup miris memang ketika sebuah kewajiban profesi yang harusnya dapat membawa kemaslahatan justru dijadikan komoditi untuk ambisi pribadi semata.

Namun, selain dari cara-cara lain di atas tentunya masih banyak dokter atau dokter gigi lain yang menggunakan cara murni dan berhasil diterima di PTT pusat. Tipsnya adalah dokter atau dokter gigi tersebut harus pandai-pandai melihat kebutuhan yang ada di daerah tujuan peminatan. Bila kebutuhannya sedikit tapi daerah tujuan peminatan tersebut termasuk daerah yang favorit, maka akan semakin kecil peluang yang didapat. Apalagi ditambah dengan tahun kelulusan yang baru dan usia yang masih muda, maka siap-siap saja membuat rencana jika tidak diterima PTT pusat nantinya, karena yang akan didahulukan adalah mereka yang lebih dulu lulus atau tahun kelahirannya lebih tua. Namun, hal itu tidak mutlak terjadi apabila dokter atau dokter gigi tersebut berani mengambil resiko memilih daerah yang mungkin bagi sebagian orang tidak kondusif baik dari segi geografis maupun demografis. Intinya untuk dapat diterima di PTT pusat secara murni adalah dengan menyadari kapabilitas diri sendiri baru kemudian menentukan daerah tujuan peminatan secara realistis berdasarkan berbagai pertimbangan yang ada dan tidak lupa berdoa pada Allah SWT tentunya. Jalan yang lurus Insya Allah bisa membawa keberkahan tersendiri. Wallahu’alam bishshowab.

No comments: