Credits to

Powered by Blogger

Tuesday, November 14, 2006

tentang Cinta

Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu sungguh indah

Ajaklah ia menyaksikan mentari pagi yang menyingsingkan sang fajar

Tunjukkan padanya sekuntum mawar yang sedang mekar merekah

Tuntunlah tangannya di bawah sejuknya halimun

Ajaklah ia mendengar riang kicau burung pagi

Berikan ia kesetiaan sepasang merpati

…itulah ia akan mengerti indahnya cinta


Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu sungguh menipu

Suruh ia mengambil air di oase fatamorgana

Tanyakan padanya apatah rembulan malam memberikan sinar

Tanyakan padanya di manakah batas langit

Mintalah tuk tunjukkan hijaunya gunung dan birunya langit

…itulah ia akan mengerti menipunya cinta


Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu tak buta…namun senantiasa melihat dan merasa

Cinta itu tak mendengar…namun senantiasa bergetar

Cinta itu tak memaksa…namun senantiasa berusaha

Cinta itu tak menyiksa…namun senantiasa menguji

Cinta itu tidak cantik…namun senantiasa menarik

Cinta itu tak datang dengan kata …namun senantiasa menghampiri dengan hati

Cinta itu tak terucap dengan kata…namun senantiasa hadir dengan sinar mata

Cinta itu tak hanya berjanji…namun senantiasa mencoba memenangi

Cinta itu mungkin tidak suci…namun senantiasa tulus

Cinta itu tak hadir karena permintaan…namun hadir karena ketentuan

Cinta itu tak hadir dengan kekayaan ataupun gelar…

namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...


Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu ada pada seorang ibu

Cinta itu ada pada sepasang merpati

Cinta itu ada pada ukhuwah

Dan

Cinta terindah adalah cinta karenaNya

Karena ALLAH semata…

16 comments:

Edo said...

Aku pun kini sedang jatuh cinta,
padamu saja !

ES.

donniechat said...

posting postingnya cukup bagus..:-)
sayang layoutnya kok kacau balau (nama dan shoutboxnya di bawah). Sengaja ato gak bisa perbaikin?..:-)

salam kenal!!

Tiwi said...

salam kenal Rosa, mampir balik nih...
lagi jatuh cinta ama siapa Ros?

Aksara Kauniyah said...

Cieeeeeeee.... Ichul, suit suit.... Jatuh cinta, sejuta rasanya.....

Dianibung said...

bagus nih postingannya. BTw, blog ini ada SBnya ga ya ?apa di aku aja ga keluar ya ? salam kenal ya...
dian at http://tulisandian.blogspot.com/

Bunda said...

BAGUS DEH TULISNYA.
Kebayang nih ...org yg nulisnya penuh cinta.

Anonymous said...

Hmmm ada yg sdg jatuh cinta yaa. Deasy mksh yaa dah ninggalin comment..salam kenal yah dari kami keluarga 3-N..

Hani said...

yup! betul...cinta terindah adalah cinta karenaNya dan itu harus diatas segala macam cinta ;)

salam kenal bu dokter. silahkan kalau mau dilink :)

Anonymous said...

tuh kan semua orang lagi gandrung "cinta" !!! kenapa yah ? apa mungkin karna bulan nopember ? jadi sweet november ... halah @#$%^& atau dah mulai musim ujan & musim mangga jadi pada romantis ???

M. Awan Eko Sabilah said...

ada dunia
dimana cinta tidak semelankolik nan rapuh kisah qois-layla
cinta berarti memberi
laiaknya jalan pejuang
yang tak pernah kering
ditulis dengan peluh, airmata dan darah
bukan untuk siapa
sekedar memuja-Nya


^_^V

ExeCute said...

Cinta kepada manusia terkadang menyakitkan tapi cinta kepada sang khalik selalu indah.

eva said...

rosa puitis bgt ya...
panggil rosa atau deasy ya?

Anonymous said...

puitis?...

jundihasan said...

bukan comment "tentang cinta", tp ini cuma sesuatu yang ingin di share aja..

ada sebuah kampus di eropa, tempat para ilmuwan-ilmuwan terbaik pernah "dilahirkan". salah satunya adalah Einstein.

ada yang unik di kampus tersebut, para dosen/guru besar atau Professor disana menolak untuk mencantumkan Titel yang mereka dapatkan pada papan2 nama yang ditempel di pintu masuk ruang mereka masing-masing. begitu "sadarnya" mereka bahwa Titel yang mereka miliki bukanlah sesuatu yang mesti dibanggakan.

sungguh suatu teladan yang begitu baik--walaupun mereka notabenenya adalah bukan seorang muslim--.lalu bagaimana dengan kita??

terlepas dari apapun niatan ukhti untuk mencantumkan "drg" didepan nama ukhti, semoga kita bisa mengambil ibrah darimanapun ibrah itu datang.

btw koq manggil saya "dek" sih??

M. Awan Eko Sabilah said...

afwan bang jundihasan ( insyaALLOH ana tdk punya pretensi apa2 ngomentari ini ), tp ada baiknya kita tidak "nge-judge" (atau jngn2 ana yg nge-judge antum yak? peace dah ^_^V )dulu. Titel tidak sekedar sebuah simbol arogansi tapi ia ada karena sebuah pengakuan (ilmiah) publik terhadap kemampuan seseorang pd bidang tertentu,kalo kemudian bnyk tulisan di blog ini yg mengulas ttg kesehatan (gigi),kan antum lebih "sreg" u menerima ( ketika ada titel drg oleh penulisnya ) dibandingkan titel sarjana pertanian atau seperti titel saya CST ( calon sarjana teknik :D ).
Semuanya karena kita tidak tahu kedalaman hati manusia......
afwan ya bang kalo kurang berkenan
untuk bu dokter; terus menulis hingga hati kita tidak mampu lg merasakan sensasi bernama "keresahan" :)


^_^V

fathy said...

ihiyy...ocha...cwitt...cwiitt...
ketauan deh sekarang siapa yg proyeksi (see defense mechanism of frued:).
dia yg ngompor2in..ternyata.. ;)
asyik...tinggal nunggu undangan deh. atau aku mau direkrut jadi panitiaa...hehehe ^_^