Credits to

Powered by Blogger

Friday, December 01, 2006

dan Desember pun Datang Lagi


beriringan

menyambut guliran jengat rumput-rumput jarum yang membasah

bermain lincah menggoda sang olfaktorius

kalanya mentari serasa malu sua hingga gereja kecil pun tak hendak menyanyi

dan Desember pun datang lagi


it’s magnificient seven!

sebuah pijakkan kecil di hamparanNya yang demikian luas

Rabbi…

Rinjani pun hanyalah satu titik kecil dari langit Lombok

apalagi insanMu???

pantaskah ada gumam semua kuasa ada dalam genggamannya

tangan yang sejatinya sungguh rapuh

sungguh lemah

bahkan Roma yang kecil pun tak sanggup dibangun dalam waktu satu malam

absurd!

pantaskah Fir’aun merasa mulia

bila semesta bertutur

gumpalan mani pembentuknya begitu eksentrik

hanya yang mendapat izinNyalah yang memenangkan pertarungan

pantaskah Hitler yang bermuka pucat dan pesakitan di masa kecilnya

mengagungkan kredo dan berpropaganda

bahwa dialah Tuhan

hanya karena Stauffenberg gagal menjagalnya?

tapi kemudian butiran-butiran abses dengan begitu mudah menggeroti tubuhnya


merangkak

lalu berdiri seolah tlah mencapai kulminasi

kemudian jatuh sampai merana

tak hendak bangkit meski sakit

sampai semuanya kusut masai

sepi bahkan dalam ramai

dan Desember pun datang lagi


it’s magnificient seven!

serentak menghentak jarak

dalam ruang-ruang qona’ah

meski riuh tersamar berkelebat mata-mata bening

nurani berucap santun

dan Desember pun datang lagi


menghamba

Rabbi…

jangan henti ajari memujiMu dalam tiap debaran

dalam tiap getaran

dalam tiap kerlipan

tumbuhkan tanah-tanah tandus di pahatan cinta

terbangkan pasir-pasir dengki hingga tiada lagi tersisa ruang

karena dalam dada pecinta sejati

tak kan terkumpul dua massa

dan Desember pun datang lagi

No comments: