Credits to

Powered by Blogger

Sunday, December 10, 2006

Perawatan Orthodonti dalam Pandangan Islam


Islam merupakan sebuah ajaran yang sangat memuliakan ilmu kesehatan dan kedokteran sebagai sarana untuk merawat kehidupan dengan izin ALLAH. Ia bahkan memerintahkan kita sebagai fardhu ’ain untuk mempelajarinya secara komprehensif agar dapat mengenali diri secara fisik dan biologis sebagai media peningkatan iman dan memenuhi kebutuhan setiap individu dalam menyelamatkan, memperbaiki, dan menjaga hidupnya. Selain itu, Islam juga menetapkan fardhu kifayah dan menggalakan adanya ahli-ahli di bidang kedokteran dan memandang kedokteran sebagai sebuah ilmu yang sangat mulia. Salah seorang imam besar, Imam Syafi’i, berkata demikian, ”Aku tidak tahu suatu ilmu setelah masalah halal dan haram [fiqih] yang lebih mulia dari ilmu kedokteran.” Pun demikian adanya dengan suatu keahlian medis dalam hal merapikan gigi yang dikenal dengan istilah Orthodonti [Orthodontics] adalah nikmat ALLAH kepada umat manusia untuk mengembalikan kepada fitrah penciptaan yang paling indah yang patut disyukuri dengan menggunakannya pada tempatnya dan tidak disalahgunakan untuk memenuhi nafsu insani yang kurang bersyukur.


Sejarah Perawatan Orthodonti

Berbicara mengenai sejarah ilmu orthodonti maka akan sama tuanya dengan sejarah ilmu kedokteran gigi serta cabang-cabang ilmu kedokteran gigi yang lain seperti ilmu penambalan gigi dan ilmu pembuatan gigi tiruan. Hippocrates termasuk salah satu orang yang berpendapat mengenai kelainan pada tengkorak kepala dan wajah (kraniofasial) : “Di antara kelompok manusia terdapat orang dengan bentuk kepala yang panjang, sebagian memiliki leher yang lebar dengan tulang yang kuat. Yang lainnya memiliki langit-langit (palatum) yang dalam dengan susunan gigi yang tidak teratur, berjejal satu sama lain dan hal itu berhubungan dengan sakit kepala dan gangguan keseimbangan.” Sedangkan Celcus pada tahun 25 SM mengemukakan teori: “Gigi dapat digerakkan dengan memberikan tekanan dengan tangan.” Peralatan sederhana yang didesain untuk mengatur gigi geligi telah ditemukan oleh para arkeolog di makam-makam kuno bangsa Mesir, Yunani, dan Suku Maya di Meksiko.


Pengertian Orthodonti

Arti harafiah orthodonti sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu orthos yang berarti lurus dan dons yang berarti gigi. Istilah orthodonti sendiri digunakan pertama kali oleh Le Foulon pada tahun 1839. Ilmu orthodonti sebagai suatu ilmu pengetahuan seperti yang kita kenal dewasa ini barulah kira-kira 50 tahun yang lalu dan lambat laun berkembang terus sehingga seolah-olah menjadi bidang spesialisasi dalam kedokteran gigi. Pada zaman dahulu yaitu 60 hingga 70 tahun yang lalu ilmu orthodonti memang sudah dikenal seperti halnya dengan ilmu penambalan gigi dan pembuatan gigi tiruan, tetapi konsepnya berbeda dengan konsep ilmu orthodonti yang sekarang. Jika dulu yang dipentingkan hanyalah masalah mekanis saja, dalam arti penggunaan alat-alat untuk meratakan susunan gigi yang tidak rata, sekarang masalah biologis juga turut menjadi perhatian. Maksud dan tujuan dari perawatan orthodonti sendiri ada beberapa macam yaitu:

1. Menciptakan dan mempertahankan kondisi rongga mulut yang sehat

2. Memperbaiki cacat muka, susunan gigi geligi yang tidak rata, dan fungsi alat-alat pengunyah agar diperoleh bentuk wajah yang seimbang dan penelanan yang baik

3. Memperbaiki cacat waktu bicara, waktu bernafas, pendengaran, dan mengembalikan rasa percaya diri seseorang

4. Menghilangkan rasa sakit pada sendi rahang akibat gigitan yang tidak normal

5. Menghilangkan kebiasaan buruk, seperti; menghisap ibu jari, menggigit-gigit bibir, menonjolkan lidah, bernafas melalui mulut


Dari pemaparan di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa tujuan perawatan orthodonti adalah untuk memperbaiki fungsi pengunyahan yang normal. Untuk itu, upaya yang dilakukan adalah dengan merapikan susunan gigi serta mengembalikan gigi geligi pada fungsinya yang optimal. Upaya merapikan susunan gigi geligi ini nantinya tidak akan terlepas dari pelibatan gigi geligi itu sendiri, jaringan lunak mulut, tulang wajah, dan jaringan lunak wajah. Dengan demikian didapatkannya suatu keharmonisan wajah adalah salah satu implikasi yang dapat diperoleh dari perawatan orthodonti.


Macam-Macam Perawatan Orthodonti

Secara umum menurut alat yang digunakan, perawatan orthodonti dibagi menjadi dua macam yaitu orthodonti lepasan [removable appliances] dan orthodonti cekat [fixed appliances]. Alat orthodonti lepasan umumnya digunakan pada kasus-kasus yang tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan pencabutan gigi. Karena keterbatasannya, biasanya alat orthodonti lepasan yang terbuat dari bahan akrilik ini, jarang digunakan oleh pasien-pasien dewasa.



Berbeda dengan alat orthodonti lepasan, alat orthodonti cekat memiliki indikasi perawatan yang lebih luas. Alat orthodonti cekat dapat digunakan untuk segala usia, bahkan usia lanjut sekalipun bila kondisi tulang penyangga giginya masih memungkinkan. Alat ini terdiri dari seutas kawat [terbuat dari campuran logam Nikel dan Titanium yang memiliki sifat tahan karat dan sangat lentur dengan ukuran yang berbeda-beda tergantung kebutuhan], bracket [penopang kawat yang ditempelkan pada gigi, dapat terbuat dari logam, keramik, dan plastik], dan cincin karet warna-warni. Karena alat orthodonti cekat ini ditempelkan pada gigi selama perawatan, maka pasien harus dapat menjaga kebersihan mulut sebaik mungkin agar tidak menimbulkan masalah gigi dan mulut yang lainnya.


Orthodonti Menurut Islam

Dengan melihat berbagai faktor penyebab dan kebutuhan penanganan secara orthodonti, maka hal tersebut diperbolehkan dalam Islam, baik sebagai pasien maupun dokter gigi yang menanganinya, bahkan hal ini sangat dianjurkan dan dapat bernilai ibadah. Sebab, Islam menganjurkan untuk berobat bila terjadi kelainan dan ketidaknormalan pada fisik dan psikis. Bukankah Islam sangat memperhatikan kesehatan seperti telah difirmankan ALLAH dalam Al-Qur’an?


Namun, belakangan ini tampaknya timbul suatu fenomena di mana penggunaan kawat gigi sebagai suatu tren tersendiri khususnya di kalangan kaum perempuan. Hal ini disebabkan karena mereka sekedar ingin bergaya dan bahkan terkadang karena ingin menunjukkan status ekonomi, meskipun sebenarnya kebanyakan dari mereka tidak perlu menggunakannya karena kondisi gigi yang normal. Untuk hal ini, pemasangan alat orthodonti cekat pada pasien yang sebetulnya tidak butuh perawatan sebetulnya merupakan perbuatan yang sia-sia, tidak perlu, termasuk mubazir. Sebab, biasanya rata-rata waktu perawatan orthodonti cukup lama tergantung tingkat keparahannya dengan biaya yang tidak sedikit. Jika perawatan orthodonti digunakan dengan tujuan yang seperti disebutkan di atas tadi, maka hal ini termasuk kepada hal yang berlebih-lebihan [israf] yang dibenci oleh ALLAH [QS. Al-Mu’minun : 64-5, QS. Al-Isra’ : 26-7]. Jadi, semuanya kembali lagi pada niat dan tujuan dari perawatan orthodonti itu sendiri. Wallahu’alam bishshawab.

-drg. Deasy Rosalina-

Maraji’

1. Setiawan Budi Utomo. Fiqih Aktual. Jakarta : Gema Insani Press. 2003.

2. Profitt, et al. Contemporary Orthodontics 1st Ed. St. Louis : CV Mosby Co. : 1986.


16 comments:

Anonymous said...

sangat berguna sekali nih tulisannya, thanks ya RoSa atas sharingnya.

Tiwi said...

Bu dokter, aku punya gigi sehat, sayangnya jadi item gara2 dulu banyak nelan tetracycline. ada saran biar gigiku jadi lebih cantik?
btw, kabar kita baik2 aja jeng *makasih, gimana yang di sana?*, kemarin barusan ketempatan buat kopdaran bloggers. sekarang nyante2 dulu.

fiadi said...

mbakyu eh dok gigiku (depan) jadi coklat yah sekarang ? padahal nda meroko, apa kebanyakan minum teh juga bikin noda yah ?
mau dhuonk konsultasi (tapi diskon yah) hi hi teuteup :)

RoSa said...

4 m'Aisha : sama2 atuh mba ;)

4 m'Tiwi : gmana kalo mba coba Bleaching di dokter gigi terdekat ? semoga berhasil ;)

4 p'Fiadi : iya, teh memang bisa menyebabkan pewarnaan pada gigi, apalagi kalau jarang bersihkan karang gigi Pak...

neli said...

nice blog... salam kenal dulu ya Dok.. Dok, anakku (21 bln) gigi bag atasnya kurang rata tumbuhnya, ada kemungkinan tumbuh yg tdk rata juga ga sih kl ntar udah ganti gigi tetap?
makasih ya Dok..:)

pyuriko said...

Waahh, boleh donk aku konsultasi.

Mshl gigi geraham yg tumbuh (bungsu) itu koq sakit banget yaaa,... blom berani di OD nih, ada saran gak????

rima said...

halo kak rosa, mau nanya nih kan kalo make kawat gigi tapi gak perlu itu ngga baik juga, tapi kok rata-rata dokter nya mau aja masangin kawat ya padahal giginya ngga masalah apa-apa? salah satu dosen ortho pernah ngaku kayak gini nih.. gimana ya kak? dokternya salah juga ya kak?

RoSa said...

4 m'Neli : usia 21 bulan kan masih perkembangan gigi susu ya Mba...jadi belum tentu nanti kalo udah gigi tetapnya akan gak rata juga, karena kan rahangnya terus berkembang juga ;)

4 m'Iko : iya mba...biasanya gejalanya itu sampe pusing2 gak jelas gitu, kalo udah gitu musti cepet2 diangkat harusnya, beraniin aja, karena minum obat anti sakit gak akan ngilangin penyebabnya ;)

4 dek Rima : memang banyak fenomena seperti itu...ketika idealisme harus dibenturkan dengan realita...kita sebagai seorang profesional Muslim juga harus bisa tegas terhadap pasien yang tidak sesuai indikasinya untuk perawatan...

Sita, Bunda-nya Calya said...

Hmm..benar2 banyak ilmu yang bisa diserap dari blog drg. Deasy Rosalina ini. Terimakasih ya tante Rosa...

iDi@N - iPpEN said...

heu..heu...keren nih postingannya... jadi tambah deh ilmu gw.. udah lama gw cari tau ttg orthodonti dlm pandangan islam.. *heu..heu..kpn2 ke kliniknya rosa ah..di TA ini deket* capa tau bisa gratis konsultasi *ngarep* :P

desan said...

mantan pemakai orthodonti nih.. dan sekarang masih pake yang lepasan. jarang kontrol, longgar lagi deh hehe.. :D

Anonymous said...

hei, kunjungan perdana juga...
orthodontis.. blm pernah nyoba sih, tapi kalo lagi kumat ganjennya sih pengen ngelurusin gigi sebelah bawah nih hehehe

Anonymous said...

kalo aku mo coba orthodonti ama bu dokter yg cantik ini di kasih murah gak yah??

senaz said...

rosaaa..dah lama nih aku ga mampir..ternyata ada postingan bagus..ros, mo nanya dong..kalo kebiasaan ga gosok gigi tuh bisa nimbulin penyakit apa aja ya???..soalnya aku mo nakut2in ponakanku nih..anaknya badung bgt..males gosok gigi..sdgkan aku & emaknya udah ga mempan lagi kl ngeluarin alasan2 kami..

dududngoceh said...

assalammualaikum mbak, mau tanya...
saya punya masalah dengan gigi karna kecelakaan. nah, saya kemarin sudah di ortho.. tapi ternyata masih belum bisa rapi. trus, gigi saya di rawat di konservasi dan di reshaping supaya seperti bentuk yang ideal. saya mau tanya, apakah hal itu boleh dilakukan (re-shaping) dalam pandangan islam? makasih sebelumnya mbak,,,

Nenk Mirna said...

wah..wah..
makasii yah ilmunyaaa...
oy,,ijin ngopy yaa..
ilmunya berguna nii..
:)