Credits to

Powered by Blogger

Thursday, June 22, 2006

Prolog

Sampan kecil menepi di dermaga
Jagakan letih yang kian meremukredamkan helai papannya
Dayungnya pun hampir patah tak dapat bertaut
Di kejauhan semerbak harum cemara melanglang di endusan
meski hanya cercahan
danau pun bergejolak karenanya
bukan tuk mengulang legenda Narsicus
Bahkan cendana dan damar pun berkata sungguh


Coba tuk menganyam tiap baloknya
merupa kembali jasadnya
menyatukan retakan dayungnya dengan penuh kesabaran
perlahan menjauh dari sandaran dermaga
tinggalkan semua mencari asa baru
sayup berucap cemara memanggil
dayanya belum sanggup lepaskan
akar yang menyerabut mencari delik tanah baru


Takut kan paparan wangi yang kian menusuk
tiada ingin tuk dapat menyusupkannya ke dalam satu pori pun
begitu cerdik ia menyusup sekali
tenggelamlah dalam-dalam di tengah danau

Monday, June 19, 2006

Detail Kalbu

Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam genggamanNya
Sungguh ku benci miliki rasa itu
Bila hanya kan
memperluas bentangan jarak antara kita
Rasa yang menyelinap cerdik
ke dalam saung kecil berhunikan berjuta asa
Rasa yang mendekapku
dalam lantunan serenada dahsyat nan semu
Rasa yang memayungiku
dari lebatnya hujan di malam nan kelam
Rasa yang menyejukkanku
kala guntingan lidah sang surya melibas
kelebatan bayanganku di siang nan terik
Rasa yang membelaiku
dalam serpih mozaik impian nan terserak


Demi Dzat Yang Menguasai Semesta Alam
Sungguh ku sesali turuti rasa itu
Bila hanya kan
mempertebal hijab antara kita
Dan sejatinya
Bidikan beribu anak panah
Hujaman berjuta kampak tajam
Kan jua meruntuhkan kokohnya
Pepohonan berakar serabut
Lingkaran-lingkaran kambium
yang terlukis tahun demi tahun
Menjadi tiada lagi berarti
Blunder!


Demi Dzat Yang Maha Mengetahui
apa-apa yang tersembunyi dalam tiap detil kalbu hambaNya
Sungguh karuniakanlah diriku rasa itu
Bila kelak saatnya tiba
Sang ksatria sejati
Menaiki kuda sembrani tuk hantarkan
diriku pada cintaMu
Berbajukan zirah kemurnian aqidah
Berpedangkan shahihul ibadah
Bertamengkan perisai akhlaqul karimah
Berdendangkan lantunan bait-bait suci
Bilakah???

Saturday, June 17, 2006

Pentingnya Pemeriksaan TORCH

Beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sebuah kabar duka. Sepupuku yang menikah pada awal Februari 2006 lalu mengalami keguguran setelah mengandung selama empat bulan. Sebuah kenyataan yang membuat hal tersebut bertambah menyedihkan adalah pada saat dilakukan kuret, Masya Allah, janin tersebut ternyata tidak memiliki kepala. Sebelum kabar keguguran tersebut aku juga sempat dikabari bahwa pada saat sepupuku itu melakukan USG di bulan ketiga usia kehamilannya, tidak terdapat gambaran kepala pada janinnya. Namun, menurut dokter kandungannya hal itu dimungkinkan karena usia kehamilannya masih terlalu dini sehingga kepalanya belum terlihat. Setelah melihat kenyataan yang ada pada saat sepupuku itu keguguran, dokternya kemudian menyatakan bahwa ada kemungkinan sepupuku itu terinfeksi TORCH.


Sejatinya ibu hamil dengan janin yang dikandungnya memana sangat peka terhadap berbagai jenis infeksi dan penyakit menular. Beberapa di antaranya tidak mengancam nyawa sang ibu, tapi justru menimbulkan dampak pada janin dengan akibat antara lain, abortus, pertumbuhan janin terhambat, bayi mati dalam kandungan, serta cacat bawaan. Infeksi TORCH ialah infeksi-infeksi dapat terjadi pada masa janin berada dalam rahim (uterus); merupakan singkatan dari T= Toksoplasmosis, O = other (penyakit lain misalnya sifilis, HIV-1dan 2, AIDS), R = Rubela (campak Jerman), C = Cytomegalovirus, H = Herpes simpleks. Besarnya pengaruh infeksi tersebut tergantung dari virulensi agennya (virus atau bakteri), umur kehamilan, serta imunitas ibu bersangkutan saat infeksi berlangsung.


Toksoplasmosis merupakan penyakit protozoa sistemik yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii dan biasa menyerang binatang menyusui, burung, dan manusia. Pola transmisinya ialah melalui plasenta pada ibu hamil. Infeksi Toxoplasma pada trimester pertama kehamilan dapat mengenai 17% janin dengan akibat abortus, cacat bawaan dan kematian janin dalam kandungan, risiko gangguan perkembangan susunan saraf, serta retardasi mental.


Sifilis merupakan penyakit yang disebabkan infeksi Treponema pallidum; dapat akut maupun kronis yang mempunyai gambaran khas yaitu lesi, erupsi kulit dan mukosa; jangka panjang dapat mengakibatkan lesi tulang, sistem pencernaan, sistem saraf pusat, dan sistem kardiovaskuler. Penularan biasanya terjadi karena adanya kontak dengan cairan infeksius yang berasal dari kulit, membran mukosa, cairan dan sekret tubuh (darah, ludah, cairan vagina). Penyakit ini dapat ditularkan melalui plasenta sepanjang masa kehamilan. Infeksi penyakit ini juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, atau bahkan kematian janin.


HIV dan AIDS terjadi karena infeksi retrovirus. Pada awalnya infeksi ini menunjukkan gejala yang tidak spesifik, misalnya adanya pembesaran kelenjar (limfadenopati), anoreksia, diare kronis, penurunan berat badan, dan sebagainya. Penularan terjadi karena kontak seksual antar manusia atau transfusi darah. Pada janin penularan terjadi secara transplasenta, tetapi dapat juga akibat pemaparan darah dan sekret dari leher rahim selama persalinan.


Rubella (German measles) disebabkan oleh virus Rubella yang termasuk. Infeksi virus ini terjadi karena adanya kontak dengan sekret orang yang terinfeksi; pada wanita hamil penularan ke janin secara intrauterin. Penyakit ini agak berbeda dari toksoplasmosis karena rubela hanya mengancam janin bila didapat saat kehamilan pertengahan pertama, makin awal (trimester pertama) ibu hamil terinfeksi rubela makin serius akibatnya pada bayi yaitu kematian janin intrauterin, abortus spontan, atau malformasi kongenital pada sebagian besar organ tubuh (kelainan bawaan).


Sitomegalovirus disebabkan oleh Human cytomegalovirus. Penularannya lewat sekresi maupun ekskresi tubuh yang terinfeksi (urine, ludah, air susu ibu, cairan vagina, dan lain-lain. Pada kehamilan infeksi pada janin terjadi secara intrauterin. Pada bayi, infeksi yang didapat saat kelahiran akan menampakkan gejalanya pada minggu ke tiga hingga ke dua belas; jika didapat pada masa perinatal akan mengakibatkan gejala yang berat antara lain menimbulkan sindrom berat badan lahir rendah, kepala kecil, pengapuran intrakranial, retardasi mental, dan pembesaran hati dan ginjal (hepatosplenomegali).


Herpes simpleks disebabkan infeksi Herpes simplex virus (HSV); ada 2 tipe HSV yaitu tipe 1 dan 2. Tipe 1 biasanya mempunyai gejala ringan dan hanya terjadi pada bayi karena adanya kontak dengan lesi genital yang infektif; sedangkan HSV tipe 2 merupakan herpes genitalis yang menular lewat hubungan seksual. Pada bayi infeksi ini didapat secara perinatal akibat persalinan lama sehingga virus ini mempunyai kesempatan naik melalui membran yang robek untuk menginfeksi janin.


Setelah mengetahui berbagai jenis infeksi pada ibu hamil di atas, maka rasanya sangat penting untuk mengetahui adanya infeksi ini secara dini pada ibu hamil. Sebaiknya seorang ibu yang merencanakan suatu kehamilan melakukan pemeriksaan TORCH. Pemeriksaan TORCH memungkinkan diketahui adanya virus dan dikontrol melalui obat-obatan, sehingga tidak menular pada janin. Jika tidak segera diatasi, virus ini bisa mengakibatkan hiperaktif atau keterlambatan perkembangan, cacat tubuh, atau kematian ketika bayi dilahirkan. Untuk pemeriksaan TORCH sendiri dapat dilakukan di laboratorium –laboratorium klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut. Atau sebelum melaksanakan pernikahan, dapat juga dilakukan pre marital check-up. Pemeriksaan tersebut biasanya mencakup pemeriksaan kesuburan bagi pasangan serta pemeriksaan TORCH. Cegahlah semuanya sebelum terlambat.

-dikompilasi dari berbagai sumber-

Drg. Deasy Rosalina

Monday, June 12, 2006

Dag Dig Dug Ortho

Siang tadi di klinik Orthodonti [meratakan gigi] telah terpampang sebuah pengumuman :

BAGI MAHASISWA PROFESI YANG AKAN MENGIKUTI UJIAN DOKTER GIGI DEPARTEMEN ORTHODONTI, EVALUASI AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 19-30 JUNI 2006, UJIAN AKAN DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 6-7 JULI 2006. PERSYARATAN :
1. Membawa buku requirement klinik
2. Membawa kelengkapan status pasien [kartu status, model awal, model akhir]
3. Kartu pembayaran perawatan pasien

Ya Rabbana...momen-momen yang mendebarkan kembali datang...Evaluasi keberhasilan perawatan orthodonti! rasa-rasanya baru saja kemarin aku memasangkan alat orthodonti lepasan pada pasienku dan sekarang perkembangannya sudah harus dievaluasi. Adapun persyaratan untuk dapat mengikuti ujian dokter gigi di klinik Orthodonti adalah absen minimal 50 kali, mengikuti seminar minimal 42 kali, telah mengadakan seminar kasus, jurnal, dan kasus rujukan masing-masing satu kali, dan progres perawatan pasien minimal mencapai 40%. Untuk absensi, Alhamdulillah aku telah mencapai 60, untuk seminar juga Alhamdulillah telah melampaui target yaitu sebanyak 52 kali mengikuti seminar, dan untuk mengadakan seminar juga semuanya telah kuselesaikan pada bulan-bulan awal. Sekarang masalahnya ada pada progres perawatan. Selama hampir kurang lebih satu tahun perawatan orthodonti lepasan, nampaknya pasienku belum menunjukkan perubahan yang berarti. Padahal, boleh dibilang kasus yang dikerjakan tidak begitu sulit, hanya untuk mengatasi gigi yang crowding [berjejal] ringan dengan gigitan stabil. Pada pertengahan perawatan, posisi gigi geliginya sudah menunjukkan perubahan yang cukup signifikan, tetapi setelah itu kondisinya kembali lagi ke keadaan semula [relaps] lantaran pasienku jarang memakai alat ortho tersebut. Dia hanya memakainya pada waktu malam hari, sedangkan dengan keterbatasan alat orthodonti lepasan seharusnya pasien wajib memakainya lebih sering agar perubahannya bisa signifikan. Bila dibuat perbandingan maka perbandingannya adalah 1:8 [1 jam pasien tidak memakai alat orthodonti lepasan, maka posisi gigi geliginya akan kembali seperti kondisi 8 jam yang lalu saat pasien tidak memakai]. Pada saat minggu lalu aku mencetak kondisi gigi geliginya, perubahannya menurutku belumlah signifikan. Entahlah pada saat evaluasi nanti, perubahannya tersebut bisa mencapai 40% atau tidak. Itulah yang nantinya dapat menentukanku dapat mengikuti ujian dokter gigi bagian Orthodonti atau tidak...dan efek jangka panjangnya tentunya amat sangat menentukan apakah aku dapat diwisuda menjadi seorang Drg pada tanggal 2 september 2006 mendatang...Aku hanya dapat berharap semoga ALLAH SWT berkenan memberikan pertolongannya pada saat evaluasi ortho yang kujadwalkan tanggal 23 Juni mendatang...RoSa juga memohon doa pada siapa saja yang membaca postingan ini...karena sesungguhnya kekuatan doa adalah kekuatan yang begitu luar biasa...

Saturday, June 10, 2006

Bleaching

Akhir-akhir ini tren masyarakat semakin berkembang untuk lebih memperhatikan kondisi gigi geliginya. Hanya saja, nampaknya perkembangan tersebut masih secara parsial, dalam arti bahwa hanya faktor estetis saja yang lebih diperhatikan sedangkan faktor-faktor lain yang berkaitan dengan fungsi gigi itu sendiri jarang menjadi perhatian. Kebutuhan pasar akan pemenuhan fungsi estetis gigi ini lantas disambut hangat oleh para penyedia jasa ini. Banyaknya produk-produk untuk memutihkan gigi atau bahkan dibukanya pusat-pusat pemutihan gigi adalah beberapa contohnya. Masyarakat pun kemudian berlomba-lomba untuk memutihkan gigi mereka seperti layaknya bintang iklan pasta gigi. Namun, yang jarang menjadi perhatian bagi para konsumen adalah efek samping dari penggunaan bahan pemutih gigi itu sendiri. Sebetulnya bagaimanakah efek dari pemutih gigi terhadap gigi itu sendiri? Apakah setiap diskolorisasi (perubahan warna) gigi harus diperbaiki dengan bleaching?


Sebelum beranjak pada pembahasan mengenai bahan dan teknik pemutihan gigi, maka ada baiknya untuk menilik faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab diskolorisasi (pewarnaan) gigi. Warna normal gigi permanen adalah kuning keabu-abuan, putih keabu-abuan, atau putih kekuning-kuningan. Derajat perwarnaan gigi ini ditentukan oleh ketebalan dan translusensi email, ketebalan dan warna dentin yang melapisi di bawahnya, dan warna pulpa. Dengan bertambahnya usia, email dapat menjadi lebih tipis dan dentin dapat menjadi lebih tebal karena adanya proses fisiologis yang terjadi di dalam gigi. Proses inilah yang nantinya dapat menyebabkan diskolorisasi pada gigi selama hidup seseorang. Oleh karena itu, gigi orang tua biasanya berwarna lebih kuning atau kebau-abuan atau abu-abu kekuning-kuningan daripada gigi orang muda.


Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan diskolorisasi dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Faktor ekstrinsik adalah faktor-faktor dari luar yang dapat menyebabkan diskolorisasi gigi, misalnya saja noda tembakau pada orang yang merokok, minuman seperti teh atau kopi, atau bahan tambal gigi berupa amalgam. Biasanya diskolorisasi yang disebabkan oleh faktor ekstrinsik dapat dihilangkan dengan cara menyikat gigi secara benar dan teratur, pembersihan karang gigi dengan alat ultrasonik atau dengan obat pemutih eksternal (yang ini merupakan pilihan terakhir). Faktor yang kedua adalah faktor intrinsik yaitu faktor-faktor dari dalam yang dapat menyebabkan diskolorisasi gigi. Faktor instrinsik ini berhubungan dengan adanya penumpukan noda yang terdapat di dalam email dan dentin. Noda ini dapat berasal antara lain dari penggunaan antibiotik tetrasiklin, adanya perdarahan di dalam pulpa gigi (proses nekrosis/kematian gigi), dan gangguan pada saat tumbuh kembang gigi geligi. Diskolorisasi yang disebabkan oleh gangguan pada saat tumbuh kembang gigi geligi seperti Amelogenesis imperfecta (perkembangan email yang tidak sempurna sehingga menghasilkan gambaran email gigi dengan bercak-bercak kekuningan) tidak mungkin dapat dihilangkan karena berasal dari kerusakan perkembangan email dan dentin kecuali dengan prosedur pembuatan mahkota tiruan (crown/jacket). Namun, diskolorisasi akibat proses nekrosis dapat dihilangkan dengan prosedur pemutihan.


Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk memutihkan gigi antara lain adalah Hidrogen Peroksida, Natrium Perborat, dan Karbamid Peroksida. Dari ketiga jenis bahan ini, Natrium Perborat terbukti cukup efektif dan aman untuk digunakan. Sesuai dengan penyebab dari diskolorisasi gigi, maka teknik bleaching juga ada dua macam yaitu teknik bleaching eksternal dan internal. Teknik bleaching eksternal dimaksudkan untuk teknik pemutihan dengan mengaplikasikan bahan pemutih gigi pada permukaan email. Hasil yang diperoleh dari teknik bleaching eksternal ini biasanya kurang efektif karena biasanya perubahan warna terjadi pada dentin, sedangkan bahan pemutih yang diletakkan pada email yang relatif tidak permeabel sedikit peluangnya untuk mencapai derah yang berubah warna. Namun, jika perubahan warna terdapat pada permukaan email atau emailnya rusak, dapat diharapkan hasil yang lebih baik. Efek samping dari teknik ini adalah rasa terbakar pada jaringan lunak dan sensitivitas gigi juga mungkin ada hubungannya dengan penggunaan bahan-bahan tersebut.


Teknik yang kedua adalah teknik bleaching internal. Pada teknik ini, bahan pemutih dimasukkan ke dalam kamar pulpa yang sebelumnya telah dirawat saluran akar. Berdasarkan sejumlah laporan klinis dan pemeriksaan secara histologis menunjukkan bahwa pemutihan secara internal dapat merangsang adanya proses resorpsi akar di daerah leher gigi. Selain itu, teknik bleaching internal juga dapat menyebabkan peningkatan kerapuhan struktur bagian mahkota gigi.


Setelah mengetahui penyebab diskolorisasi gigi, macam-macam bahan dan teknik bleaching, serta efek samping yang ditimbulkan dari bleaching, maka diharapkan masyarakat dapat lebih bijaksana lagi dalam mengambil keputusan untuk memutihkan gigi. Sesungguhnya gigi yang sehat bukan hanya dilihat dari putih atau tidaknya gigi tersebut, tetapi apakah gigi tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya atau tidak. Apa gunanya gigi yang putih bersinar tetapi mudah berlubang??? Hal yang terpenting sekarang adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut seoptimal mungkin dan juga kontrol secara rutin ke dokter gigi untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan-kelainan pada gigi.


-Drg. Deasy Rosalina-

Saturday, June 03, 2006

Diam

lihatlah baur yang menyatu
dalam hamparan laut
tak berbatas
tak bertepi

riak menepi
ombak berganti
Maha Adil Sang Pencipta

adalah karuniaNya
pertemukan kembali dua insan
adalah iradahNya
pertautkan selisik hati dalam cinta

tak kan ku enyahkan rasa
bila datangnya benar dari Rabbku
tak kan ku bakar remah-remah keletihan
hanya tuk menanti

karena semesta telah ajariku
melangkah dalam ruangNya
karena hening telah merasukiku
menuntun turuti nurani

Friday, June 02, 2006

tentang Konservasi

Sebulan ini lagi riweh-riwehnya sama ujian Drg lisan di Departemen Konservasi Gigi alias urusan tambal menambal. Mulai dari ngelengkapin requirement jadi 100% sampe bongkar-bongkar lagi belasan textbook yang sudah dicopy dari masa preklinik yang sama sekali belum pernah dibuka buat persiapan ujian. Ternyata nih hasil dari pembongkaran terkumpullah 12 textbook saudara-saudara!!! Textbook terbanyak yang aku miliki dari semua bagian yang ada di FKG...kalo di bagian lain, paling banter cuma punya dua ato tiga textbook. Alhasil, bingung deh textbook mana yang mau dibaca duluan buat nyicil belajar. Tadinya sih niat mau ujian lisannya baru awal Juni ini, tapi ternyata pendaftaran ujiannya udah dibuka mulai pertengahan Mei, ya kepalang tanggung daripada nunggu nanti2 lagi, mendingan daftar sekarang aja deh.



Pada hari yang udah ditentuin, koordinator profesi, Drg. Kamizar, SpKG memanggil semua peserta ujian Drg Konservasi sebanyak 12 orang ke klinik. Ternyata pada hari itu akan dilakukan pengundian nama penguji! Wedew...sempet rada deg2an juga...sekali tangan kita ngambil tuh kertas, saat itu juga nasib kita di Konservasi ditentuin. Belum kelar deg2annya, ehhhh si RoSa disuruh jadi yang pertama ngambil itu kertas undian!...Kubuka dengan perlahan-lahan kertas itu...dan terlihatlah di situ kode nama dosen penguji...NK-KZ!!!It means, pengujiku adalah Drg. Nilakesuma, SpKG dan Drg. Kamizar, SpKG. Alhamdulillah wa syukurillah...kalo dari kabar burung yang beredar selama ini, beliau berdua adalah dosen paling enak ngujinya...karena selain kadang-kadang bisa disambi ngobrol, kalo mahasiswanya gak bisa jawab biasanya mereka suka mancing ato bahkan dikasih jawabannya sekalian.



Akhirnya pada tanggal 29 Mei 2006, aku menjalani ujian Drg lisan konservasi. Seumur-umur aku mengikuti ujian lisan di FKG, baru kali ini aku merasakan deg-degan yang luar biasa! Dari malam sebelum ujian, rasanya tachycardia [jantung berdetak lebih cepat] banget. Ujian berlangsung mulai dari jam 11 hingga 12 siang. Pertanyaan seputar diagnosis kasus, rencana perawatan, hingga tahap-tahap kerja. Dari beberapa pertanyaan tersebut ada beberapa yang aku jawab dengan kurang PD...dan untuk alasan itulah akhirnya mereka berdua menyuruhku untuk mengulang ujian pada hari Rabunya, 31 Mei 2006. Malam hari sebelum ujian keduaku berlangsung, psikosomatis tachycardianya muncul lagih...tapi aku telah memasrahkan semuanya pada ALLAH...Que Sera Sera...



Pada hari Rabunya, tibalah saat-saat ujian keduaku. Agak tremor juga masuk ke ruang ujiannya. Apalagi Drg. Nila bilang kalo dia akan menguji terlebih dahulu sebelum Drg. Kamizar...bakal tambah lama nih ujiannya pikirku....Sebelum mulai ujian Drg. Nila meminta izin padaku untuk mengirimkan SMS terlebih dahulu. Dan rupa-rupanya skenario ALLAH memang skenario yang paling indah. Berawal dari SMS tersebut, aku mencoba untuk mengurangi ketegangan dengan mengajak beliau bicara. Dari pembicaraan itulah kemudian malah bersambung kemana-mana. Pada ujian keduaku yang berlangsung selama satu setengah jam itu, kedua pengujiku itu hanya tentang pertanyaan yang kemarin aku jawab dengan ragu-ragu, selebihnya kami malah berbincang-bincang soal anaknya Drg. Nila, permasalahan2 di klinik Konservasi, sampai masalah ta’aruf!!!! Huehehehe...Alhamdulillah wa syukurillah! Setelah itu ujianku dinyatakan selesai oleh mereka....Subhanallah! Walhamdulillah! WallahuAkbar!!!



Untuk itu, pada kesempatan ini, aku ingin sekali berterima kasih yang sebesar-sebesarnya dari lubuk hati yang paling dalam kepada :

1. ALLAH SWT yang dengan kasih sayangNya telah memberikan pertolonganNya kepada hambaNya yang demikian lemah dan hina ini

2. Mama dan Papa tercinta : Dra. Lien Herlina dan M. Zein Sukri...makasih yah Mah, Pah atas doa dan dukungan buat Ade...semoga ALLAH SWT senantiasa mencurahkan rahmatNya pada kalian berdua...Amin

3. Dua orang dosen pengujiku : Drg. Nilakesuma Djauharie, SpKG dan Drg. Kamizar, SpKG, terima kasih banyak atas bimbingan dan obrolan-obrolan selama ujiannya yah Dok =)

4. Pasien ujian tambalanku : Kabul Wahono, yang telah demikian kooperatifnya mau aku kerjain :D...meski dengan mata yang beler datang ke klinik lantaran habis begadang semaleman di Indosat..terima kasih juga atas tips2 buat menghadapi ujiannya [kayaknya emang aku tambah endut pasca ujian nih Bul’e :p]

5. Pasien ujian perawatan saluran akarku sekaligus adek kelasku di angkatan 2005 : Mita Fauziah Damanik, yang meski pada awalnya ketakutan mau dirawat, tapi Alhamdulillah bisa nurut juga akhirnya

6. Pasien yang telah memberikan persentase requirement Konservasi terbanyak [31%] : Bapak Djeremia, meski sempet ada insiden dilabrak sama ’TTM’annya terus ketiduran pas dipreparasi saluran akar, Alhamdulillah akhirnya bisa kelar juga dua perawatan saluran akar plus restorasi onlaynya

7. Pasien yang memberikanku nilai paling tinggi selama di Konservasi atas restorasi kelas IVnya [85!] sekaligus sahabat terbaik yang pernah kumiliki : R Permono, semoga ALLAH SWT selalu memberikan rahmat dan berkahNya pada dirimu, Amiiin ya Rabb

8. Pasien-pasien konservasiku yang lainnya : Mbak Novita Sari, Ibu Asih, Ibu Inge, dan Bapak Sarman Panggabean....terima kasih banyak atas kesediaan dan kepercayaannya pada RoSa dalam merawat gigi

9. Sobat terbaikku yang kusayangin banget banget : Deasy Daniasari, Deasykuwwwww!!!!kapan yah kita mengalami malam-malam bersama seperti tempo hari lagih???Jazakillah udah mau nemenin RoSa belajar sampe jam 3 pagi meskipun ku tau matamu udah 1 watt :p...Jazakillah juga udah mau jadi pendengar yang baik soal hiperemia pulpa, pulpitis, nekrosis pulpa, abses, granuloma, sampe cupu2an :p

10. Temen-temen 2001 seperjuangan ujian konser : Eveline, Tia Herfiana, Vera Kusuma, Vidya Ayuningtyas, Agi Ardianti....segera setelah pengumuman keluar, kita musti realisasiin nadzar2 kita yah!!!hehehehe...Dufan!!!wait for us :)

11. Tukang bajaj yang belum pernah sekalipun nyupir bajaj : Samsam Usama, Jazakallah yah ’a udah mau ngerelain mata, kuping, n pulsanya buat nyemangatin RoSa belajar jauh-jauh dari Pekanbaru...moga-moga bisa cepet walimah sama teteh di Bandung ;)

12. Temen-temen grup CD kuwww: Ariyadi Prakajaya, Deasy Daniasari [again], Desly Reinina, Dewi Kurniyanti, Dhani AA, Ditha IL, Emmawati PS, Erly Zuliana...yang selalu ngasih dukungan, semangat, n perhatian buat temennya ini, meski dengan kata-kata yang sarkastis :D

13. Orang yang tidak terduga-duga dapat menyelamatkanku di ujian lisan konservasi : Ahmad Yani...makasih banyak yah k, secara tidak sengaja kk telah menyelamatkanku lantaran Drg. Nila pernah menitipkan anaknya ke kk =), smoga tesisnya bisa segera kelar Juli ini terus ke Jepang deh, Aminn

14. Orang-orang yang telah memberikan doa dan dukungannya kepada RoSa sebelum ujian : Drg. Gunarso Gunadi, PhD [dokter yang merawat orthokuwww...terima kasih banyak yah Dok atas perhatiannya], Dimas Widyasastrena [S2 EL ITB’04....makasih banyak atas tips2nya yah k...jadi kapan donk mau dicomblangin???:P], Rahmat Purbaningrat [MS ITB’01...thanx yah Matz gak pernah bosen buat bangunin RoSa buat QL], Mutiara Harvia Dewi [FKG UI’01...gak nyangka loh kamu bakal SMS malam itu, hehehe], Siti Fachmy Novianti [FKG UI’01...jazakillah ukh atas sgala perhatian dan dukungannya], Cahyanti WS [FKG UI’01...wah pas malam Senin kita sama-sama deg2an yah Yas???lantaran besoknya sama-sama mau UDG], Dini Saraswati [Bogor...duh kapan yah kita bisa kopi darat mba???], Nita Trisula [Plaza Indonesia...makasih banyak yah mba atas traktiran ultahnya yang bikin semangat!:p], Mba Elly Kuswandari n Mba Hermy [kangen banget deh sama mbaaaaa], Kuncoro Adi Nugroho [EL Trisakti’01...thanx berat atas obrolan-obrolan malam itu yah...moga lo cepet insap deh Cor...hueheheh], Zamri Rahmat [ TKim UGM’01...weits, gak nyangka bakalan dapet ’durian runtuh’ ditelpon kamu sebelum ujian Jam, kapan donk traktirannya???pan baru diterima kerja ;)], Dian Suryanata [Jakarta...wah kapan donk kamu mau berobat gigi Dian???], Tri Setiono Rachmadi [FK UnPad’01...syukron yah Tri...moga-moga Ko As kamu juga cepet kelar, amiiin], Tian Ahmad [temen SDku yang udah lama banget gak kontak, eh tiba-tiba dia tau aja kalo RoSa mau ujian, makasih yah Yan ], Nanda Praharsa [IPB ’01...kumaha kang???damang...hehehe koq ngomongnya Sunda pisan yak???], Febriman Abdillah [si Uda yang suka nyelonong aja, tapi ternyata care juga nih, hehehe tetep semangat dan optimis yah Da, kalo jodoh mah gak akan kemana deh ;)]

15. dan semua pihak yang tak dapat RoSa sebutkan satu persatu...RoSa tetap memohon doa dan dukungannya agar langkah-langkah RoSa tuk menjadi seorang Drg semakin mantap...Aminnn

hiatusku

Setelah kurang lebih satu bulan aku menjalani masa hiatus dalam kontemplasi dan refleksi, insya ALLAH akan aku mulai lagi episode baru dalam kehidupan ini…