Credits to

Powered by Blogger

Thursday, November 30, 2006

Masih Tak Mengerti [Tentang Cinta]

To love is to give, not take and give


Dalam kurun waktu belakangan ini, falsafah itu kerap menari lincah di benakku. Belajar dari kisah seorang sufi wanita, Rabiah al Adawiyah, yang lahir pada tahun 714 M di Basrah. Sungguh sebuah kisah yang begitu mengagumkan! Saksikanlah, betapa seluruh desah nafas, detakan jantung, dan denyutan nadinya hanyalah untuk RabbNya semata. Tak ia pedulikan seperti apa itu panorama surga atau bagaimana mendidihnya api neraka, yang ia lakukan hanyalah beribadah karena semata mencintai RabbNya. Kutipan syairnya yang terkenal adalah :


Aku cintai Engkau dengan dua cinta

Cinta asmara dan cinta memang Engkau selayaknya dicintai

Adapun cinta asmara, aku senantiasa mengingat-Mu dan melupakan

selain Kau

Adapun cinta yang memang Engkau selayaknya dicintai,

Kau telah membuka tabir diriku, sehingga aku tahu siapa Engkau

Tiada pantas puji untukku dalam ini dan itu,

Tapi puji adalah untuk-Mu dalam segala-galanya


Pun ketika ia sedang didera penyakit yang demikian berat, ia dapat dengan ikhlasnya mengarungi semua itu. Tuturnya kurang lebih seperti ini, “Ketika engkau mencintai seseorang, gembirakah engkau apabila memperoleh sesuatu darinya? Apakah engkau akan menolak sesuatu yang telah ia berikannya padamu apapun itu? Sesungguhnya sakit yang sedang kuderita ini tak lain dan tak bukan adalah cindera mata kasihNya padaku. Oleh sebab itu, sudah sepantasnyalah aku menerima hal ini dengan senang hati dan penuh keikhlasan.” Subhanallah!!! Bilakah aku dapat mencinta laiknya?


Cinta adalah sebuah bahasa yang begitu universal. Jika falsafah di atas tadi dikoneksikan secara vertikal, mengapa ia tak jua dapat ditransfer secara horizontal? Dalam hal ini pada hubungan antar manusia tentunya atau dapat lebih dispesifikasi lagi pada hubungan antar lawan jenis. Ada demikian banyak orang menawarkan sebuah cinta pada lawan jenisnya, tapi sedikit dari mereka yang dapat menyadari konsekuensi atasnya. Berangkat dari kisah Rabiah tadi, secara tak sadar timbul sebuah standardisasi di keriuhan pemikiranku. Konsekuensi dari mencinta adalah sebuah totalitas, dalam arti bersedia memberikan apapun jua untuk orang yang kita cintai dengan tulus ikhlas tanpa berharap apapun darinya. Jikalau kemudian berbagai asupan yang telah kita berikan kepada orang tersebut membuahkan hasil yang positif, itu semata-mata hanyalah imbas dari pemahaman terhadap cinta itu sendiri. Nothing to lose! Pada titik ini kemudian aku dibenturkan lagi dalam sebuah kontemplasi mengenai cinta itu sendiri. Jika suatu saat nanti ada seseorang yang menawarkan cintanya padaku, untuk melihat kesejatian cintanya, maka aku akan menyaksikan apakah ia benar-benar dapat berbuat tulus kepadaku, meskipun aku belum merespon tawarannya tersebut. Aku hanya ingin dicintai sebagai diriku sendiri, bukan karena aku dengan gelarku atau dengan berbagai alasan duniawi lainnya. Ah…lagi-lagi aku dibenturkan pada satu kenyataan bahwa dibutuhkan suatu kepekaan yang tinggi dalam menilai ketulusan itu sendiri. Apakah suatu ketulusan yang diberikan oleh seseorang pada lawan jenisnya selalu memiliki tendensi tertentu ataukah memang ia melakukannya dengan benar-benar tulus? Sangat kompleks memang, tapi untuk mencegah hantaman berbagai prasangka, menurutku untuk hal ini ada baiknya dilakukan suatu konfirmasi.


Seiring berjalannya waktu, aku melakukan reevaluasi terhadap semua pemikiran itu. Apakah semua orang di dunia ini dapat mencapai taraf cinta seperti Rabiah dapat mencintai RabbNya dan sanggup mencintai orang lain yang dicintainya secara total tanpa berharap apa-apa? Di sinilah keMahaAdilan ALLAH pada manusia lagi-lagi ditunjukkan. Dia sungguh memahami sisi psikologi manusia sebagai makhluk ciptaanNya. Sejatinya, secara fitrah seorang manusia itu akan lebih termotivasi untuk melakukan sesuatu apabila ia telah mengetahui manfaat apa yang dapat ia peroleh dari melakukan suatu tindakan. Mengapa pada bulan Ramadhan umat Islam begitu berbondong-bondongnya memakmurkan mesjid, tilawah, qiyamul lail, dan berbagai ibadah lainnya? Karena untaian janji-janji ALLAH mengenai tabungan pahala di akhirat kelak telah demikian menyerabut pada tiap diri seorang Muslim. Bahkan, untuk orang yang tidak melakukannya pun mengerti bahwa begitu balasannya. ALLAH Maha Rahim, Ia telah menjadikan surga dan neraka di akhirat sebagai sarana reward dan punishment manusia atas apa yang teleah diperbuatnya di dunia. ALLAH begitu memahami, bahwa tak semua orang di dunia ini dapat mencapai taraf cinta yang demikian tinggi seperti Rasulullah SAW ataupun Rabiah al Adawiyah. Beribadah kepadaNya bukan karena menginginkan surgaNya atau takut akan nerakaNya, melainkan hanya karena sebuah kata yaitu Cinta.


Jika demikian, mungkin dapat ditarik suatu analogi bahwa cinta tak selamanya harus selalu memberi. To love is to take and give. Laksana reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di semesta, suatu kesetimbangan tidak akan pernah terjadi apabila tiada panah bolak-balik yang menyimbolkan pemberian energi yang sama dari kedua belah sisi. Demikian pula dengan cinta dalam hubungan dua anak manusia. Agar tetap terjaga keselarasannya, maka dibutuhkan luapan energi yang sama kuat dari kedua belah pihak. Bila ada salah satu pihak yang terus saja memberi tanpa diberi, maka akan ada satu titik di mana ia akan dapat kehilangan energi yang dimiliki. Konklusinya adalah, kesetimbangan itu sendiri tak dapat tercapai.


Hmmm…semua terlalu kompleks! Aku masih harus terus belajar dan mencari suatu formula yang tepat untuk itu. Mungkin kelak, dalam ayunan langkah di tengah kejaran waktu yang mengganas, aku akan dapat lebih mengerti lagi tentang sebuah eksotika bernama cinta. Yang jelas cinta bukanlah sekedar semiotika atau romantika. Cinta sejati adalah cinta yang dapat menerbangkan orang-orang yang bertarung di dalamnya untuk bertemu dengan Sang Pencipta Cinta. Wallahu’alam bishshawab.

Tuesday, November 28, 2006

Ngelamun

Entah apa yang sedang berlalu lalang di pikiranku hari ini. Mungkinkah kesedihan akibat ‘legenda pribadi’ yang belum dapat kuraih sekarang ini telah benar-benar merasuk ke dalam alam bawah sadarku. Sepanjang perjalanan, sulit sekali rasanya untuk dapat fokus.


Pergi ke kampus dengan beberapa tujuan : mengambil DVD prosesi sumpah Drg, pesanan barang, dan chargeran mikromotor [alat pemutar bur] yang dipinjam seorang teman [honestly, aku kecewa dengan cara pengembalianmu Say…], dan silaturrahim dengan Pak Djumali, salah seorang karyawan lab di bagian Prostodontia yang dulu sering kuminta bantuannya [thanks for someone who has reminded me about him!].


Dari kampus, mampir dulu sebentar di Stasiun Gambir untuk suatu keperluan. The next destination is Home Sweet Home!!!Dari Gambir naik taksi bareng teman dengan tujuan Cidodol. Aku sendiri hanya akan ikut sampai Jatibaru. Tak lupa, berhubung ‘kantong doraemon’ku sudah demikian penuh, tas kecil yang berisi chargeran mikromotor kujinjing erat. Karena tanpa benda yang satu ini, bisa-bisa mikromotor seharga 4,5 juta yang dibelikan dengan susah payah oleh papaku, tiada akan dapat berfungsi.


Turun di Jatibaru, tujuan berikutnya adalah pangkalan bemo. Bawaan orang melankolis, dari jarak jauh aku sudah siapkan ongkos untuk naik bemo. Berhubung tak ada recehan, kusiapkan selembar uang lima ribuan yang kugenggam di tangan. Tiba di pangkalan bemo, tidak ada satu pun bemo yang sudah berpenumpang. Alamat menunggu lama nih pikirku, tapi daripada naik ojek yang pangkalannya yang tidak jauh dari pangkalan bemo tersebut, tak apa deh menanti sebentar. Toh, aku sudah tidak ada kegiatan lagi setelah ini. Begitu mengambil tempat di bemo tersebut, barulah aku tersadar. Uang lima ribuan yang tadi aku genggam sudah tidak ada lagi di tanganku! Kucoba merogoh kantong rokku hasilnya juga nihil. Hhh…pasti secara tak sadar aku telah menjatuhkan uang tersebut di perjalanan dari Jatibaru menuju pangkalan bemo di Gang Harland.


Sepuluh menit berlalu…tiada satu orang penumpang pun yang menaiki bemo tersebut sampai akhirnya aku sempat hampir ketiduran di bemo itu. Dua puluh menit berlalu…bemo itu masih kosong juga. Akhirnya kubulatkan tekadku tuk turun dari bemo itu dan naik ojek. Setelah tawar menawar yang tak begitu lama akhirnya abang ojek tersebut setuju mengantarkanku ke rumah dengan tarif tiga ribu rupiah. Tiba di rumah, Rabbana!!!mana tas kecil jinjinganku yang berisi chargeran mikromotorku???Tas kecil yang kugenggam demikian erat sepanjang perjalanan tadi. Ada di mana ia? Tertinggal di dalam taksikah? Serta merta kutelepon temanku yang tadi bersamaku naik taksi. Namun, ia bilang ia tidak tahu menahu soal itu karena ia pun sudah turun dari taksinya. Ya ALLAH…semuanya makin berkecamuk, kilasan-kilasan itu dengan cepat bergantian memenuhi kepalaku, cara pengembalian tas itu oleh temanku yang kurang mengenakkan, ekspresi kemarahan papaku apabila ia mengetahui benda yang dibelinya dengan susah payah itu hilang begitu saja, ‘legenda pribadi’ku, dan lain-lain, ahhh. Aku harus bertindak cepat!Aku tidak boleh berdiam diri!Aku harus berusaha terlebih dahulu!


Pergi ke pangkalan ojek dekat rumahku, aku minta untuk diantarkan ke pangkalan bemo di Gang Harland. Begitu tiba di pangkalan bemo, betapa terkejutnya diriku mendapati bemo yang semula kunaiki sudah tak ada lagi. Aku pun bertanya pada supir-supir bemo yang ada di situ apakah mereka melihat tas kecil berwarna oranye di bemo yang sudah jalan tadi atau mungkin terjatuh di jalan? Alhamdulillah wa Syukurillah, ALLAH masih memberikan nashrNya padaku, salah seorang supir itu kemudian bertanya kepadaku, “tas yang ada tali-talinya itu bukan mba?” “Iya!betul banget Pak, Bapak liat gak?” Kemudian dia merogoh saku celananya dan tersembullah tas kecil berwarna oranye kepunyaanku. Alhamdulillah ya ALLAH, barang tersebut tidak jadi hilang.


Mungkin ini adalah peringatan ALLAH padaku untuk tak terlalu larut dalam kesedihanku karena ‘legenda pribadi’ yang belum datang saat ini. Thank You ALLAH, I have You to always encourage my life...”Maka nikmat TuhanMu manakah yang kau dustakan???”

Monday, November 27, 2006

Meraih Legenda Pribadi

Meregang

Bersimbah

Terkatung

Sine Qua Non!!!


Acapkali pertanyaan-pertanyaan senada itu dilontarkan kepadaku, ada keresahan yang menelisik cerdik di balik relung kalbu nan gelisah. Adakah manusia yang dapat mengelak dari skenario yang telah ALLAH tentukan kepadanya? Adakah jiwa yang tiada merasakan kecewa ketika semua yang telah direncanakan dan diikhtiarkannya ternyata tiada sejalan dengan kehendak ALLAH? Pasti pada awalnya rasa kecewa itu kan menerpa hingga pada suatu titik di mana ia harus dapat menyadari bahwa sejatinya manusia hanya dapat berdoa dan berikhtiar, selebihnya ALLAH jualah yang menentukan [adakah yang memiliki pendapat yang berbeda?].


Bukan kali ini saja aku mengalami suatu kegagalan dalam fase perjalanan hidup yang kujalani. Namun, jika boleh diberikan peringkat, maka kegagalanku kali ini akan mendapat peringkat pertama. Why???Karena kegagalan yang kualami kali ini memiliki implikasi yang cukup besar terhadap realisasi target-target yang telah aku rencanakan. Bukan masalah obsesi atau ambisi, tapi aku hanya ingin menjadi berarti. Berarti di hadapan ALLAH, berarti di hadapan kedua orang tuaku, dan berarti bagi banyak orang. Usiaku kian merangsek mendekati angka 23, tapi capaian apa yang telah aku raih??? Sungguh malu diri ini dengan kestatisan yang ada. Lihatlah sosok Imam Syafi’i yang di usia 9 tahun telah dapat mengafalkan Al-Qur’an demikian lancar. Di usia 10 tahun seluruh kitab Al-Muwatta karya Imam Maliki yang berisi 1720 hadits juga telah dihafalnya dan ketika usianya mencapai 15 tahun ia telah menjadi seorang mufti di Mekkah. Atau simaklah Ibnu Sina yang di usia 10 tahun juga telah menguasai Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan dasar lain dan ketika mencapai usia 17 tahun ia telah berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur, seorang raja dari Bukhara. Aku pun ingin seperti mereka. Sungguh… Mungkin sebagian orang mengatakan bahwa impianku terlalu tinggi, tapi menurutku mimpi adalah suatu kebebasan jadi bermimpilah sebebas-bebasnya. Fokuslah pada mimpi yang menjadi ‘legenda pribadi’mu hingga mimpi itu dapat masuk ke alam bawah sadarmu dan semesta kan membantu tuk wujudkan semuanya.


But, besides of all, meski ‘legenda pribadi’ ku belum dapat kuraih sekarang, aku harus dapat mengambil hikmah dari semua ini. Hakikat hidup hanyalah untuk beribadah kepadaNya dan jadikanlah tiap desah nafas yang diberikanNya menjadi bernilai ibadah di hadapanNya. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita harus dapat menjadikan apapun yang kita alami dalam hidup sebagai sebuah pembelajaran. Entah itu sebuah kesuksesan ataupun kegagalan. Mungkin jika ‘legenda pribadi’ itu datang sekarang, aku tidak akan dapat mengenal dan bertemu dengan orang-orang hebat yang memberikanku banyak sekali pelajaran kehidupan. Mungkin jika legenda pribadi itu datang sekarang, aku belum dapat mengenyam ilmu secara cuma-cuma dari para ahli. Dan mungkin jika legenda pribadi itu datang sekarang, aku tidak dapat beraktualisasi seperti saat ini.


Alhamdulillah, mengutip teori Helmholtz di abad 19, ALLAH memberikanku waktu untuk dapat berinkubasi setelah mengalami fase saturasi. Pada fase ini aku diharuskan untuk mengerami semua ide-ide yang ada di dalam pikiranku agar kemudian nantinya muncul suatu iluminasi atau pencerahan. Siapa yang akan pernah tahu bahwa nantinya ‘legenda pribadi’ ku ini mungkin akan berubah seiring masa inkubasi yang sedang ku jalani. Jika waktu yang diberikanNya padaku masih cukup panjang, Insya ALLAH aku kan dengan sekuat tenaga harus dapat meraih ‘legenda pribadi’ku. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dan pasti akan selalu ada jalan ke mana pun. Jika kita memiliki keinginan berarti kita memiliki kekayaan, jadi hampir tiada alasan untuk mengatakan sesuatu itu mustahil. Hari ini tidak ada tempat untuk berdiri, sikap lamban berarti mati, siapa bergerak merekalah yang terdepan, yang menunggu pasti kan tergilas. Setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa. Segores luka di jalan ALLAH kan menjadi saksi pengorbanan. Semoga.


*Legenda Pribadi : Frasa yang diambil dari Novel ‘The Alchemist’ karya Paulo Coelho

Thursday, November 23, 2006

This Night

19.35 WIB

Mama :“De, gimana kabar temennya yang tempo hari suka telepon itu? Koq udah gak kedengeran lagi kabarnya?


RoSa : “Gak tau Ma, aku udah coba hubungi dia, diSMS, kirim message, tapi gak dibales-bales. Terakhir nelepon udah lumayan lama juga dia. Mungkin lagi sibuk banget kali yah ?”


19.58 WIB

“You Are Me I Am You”nya Dave Koz melantun lirih

tulisan “Call” tanpa nomor muncul di layar HPku

RoSa : “Halo, Assalamu’alaikum”

Suara : “Wa’alaikumsalam”

RoSa : “Ah ini pasti seseorang yang punya dua suku kata nama berawalan huruf yang sama!!! Apa kabar???...........”

Suara : “……………………………”


Dan pembicaraan dengan seseorang yang ditanyakan barusan saja oleh Mama itu pun berlanjut hanya dalam tempo singkat tak seperti biasanya.


It’s just a coincidence or Mom’s feeling must be true ???


Wednesday, November 22, 2006

My Personality [PR dari mimi Mika]

Haduhhh…..hari gini dapet PR dari Mimi Mika!!!…Tapi lumayan deh buat ngilangin kestresan hari ini [thanx ya Mi!]. Katanya siiih Mimi Mika mau kenal lebih dekat dan detail lagi tentang seorang RoSa…hehehe. Daripada disetrap sama ibu guru gara-gara gak ngerjain PR mendingan dikerjain buru-buru deh :D. Ini juga buat seorang teman yang dari dulu penasaran sama isi tas mungilnya RoSa.


Isi Tasnya RoSa

Mulai dari jaman kuliah sampe sekarang, RoSa tuh jarang bawa tas ukuran gede, kecuali kalo mau acara nginep-nginep. Tapi biar tasnya kecil model gini, banyak banget barang yang bisa muat di dalemnya, sampe-sampe temen-temen di kampus kampus dulu nyebutnya ‘Si Kantong Doraemon’



1. Dompet :

Actually sih RoSa sukanya warna ijooo [kayak warna template blog ini nih], tapi berhubung pas mau beli dompet itu gak ada warna ijo yang polos [gileee, adanya yang pake boneka-boneka gitu bo’!:D], jadinya milih warna yang netral dan terlihat ‘dewasa’ gitu, hehehe.
Isinya :

· Sedikit duit kertas, banyak duit logaman [memberikan kesan tebal padahal ngga sama sekali :p]

· Fotonya RoSa, mulai dari jaman SD sampe yang terbaru

· KTP

· Kartu Tanda Mahasiswa [KTM] UI [berhubung masih valid sampe 2009, jadi masih bisa ngaku jadi mahasiswa n berharap dapet potongan-potongan harga gitu deh :D ]

· Kartu pasien RSGM UI

· ATM

· Kartu kredit

· Kartu nama beberapa orang ‘penting’

· 2 kupon diskon masuk DUFAN valid until 31 Des 06 [masih belum tau nih mau ajak siapa :D]

· Pondstan [Siap sedia bila sewaktu-waktu dismenorrhoe menyerang :D ]

· 1 buah gigi seri atas [yang ini dulunya pas mahasiswa buat bahan praktikum, tapi sampe sekarang males dikeluarin dari dompet, mencerminkan drg banget gak sihhh???:p]


2. Qur’an kecil dan Al’Matsurat :

Kalo yang ini sih emang enak dibaca dan perlu =)


3. Bawahan Mukena :

Yang ini wajib banget buat dibawa biar gampang kalo mau sholat di mana-mana. Berhubung udah pake jilbab, jadi tinggal pake bawahannya aja deh ;)


4. Agenda :

Ini lagi benda wajib yang selalu ada di tas RoSa, meski tasnya ganti-ganti. Rasanya ada yang kurang aja kalo gak bawa agenda ke mana-mana


5. Pulpen Standard B Gel 0,7

Ini pulpen paling compatible buat banyak occasion, gak maksud promosi loh!:p Cuma emang dari dulu sampe sekarang ini pulpen paling nyaman buat dipake nyatet-nyatet apalagi buat tanda tangan


6. Notes :

Nah, benda yang satu ini bermanfaat banget buat bikin coret-coretan di klinik kalo pas gak ada pasien :D


7. Flash Disk :

Ini kumpulan bahan-bahan kuliah, artikel-artikel orthodonti, foto-foto RoSa, n ada lagu-lagunya juga [maklum memorynya 1 GB :p]


8. Payung :

Berhubung sekarang katanya udah mau masuk musim ujan, jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan toh??? ;)


9. Kunci rumah :

Berhubung di rumah gak ada orang, jadi semua penghuni rumah udah pegang masing-masing kunci supaya gampang.


10. Kaca kecil :

Ini penting banget buat tau kondisi rongga mulut terutama kalo habis makan, berhubung RoSa pake behel kan gak lucu aja kalo abis makan gitu ada yang nyelip-nyelip, hihihi


11. Toothpicks aka Tusuk gigi :

Wah, ini dia satu lagi must havenya pengguna behel! Kerjanya saling mendukung dengan kaca kecil yang udah disebutin di atas, buat ngebersihin sisa-sisa makanan yang [mungkin] nyelip di bagian depan gigi. Tapiiiii, yang perlu diperhatiin di sini make tusuk giginya cuma sebatas di bagian dalam kawatnya aja, jadi gak sampe ngenain gusinya karena bisa buruk banget dampaknya buat kesehatan gigi dan gusi


12. Lipgloss :

Jarang banget sih sebenernya pake lipgloss ini, kalo emang bibir udah bener-bener ‘kering kerontang’ aja baru dipake.


Segitu aja deh kayaknya isi tas RoSa yang meski mini tapi berisi lumayan banyak… So, who can guess my personality anyway??? =)

Monday, November 20, 2006

Oral health is a key through body health


Rupanya ungkapan “Oral health is a key through body health” adalah benar adanya. Hanya dengan melihat kondisi rongga mulut ternyata kita dapat mengetahui kondisi kesehatan tubuh kita secara holistik dan komprehensif. Telah banyak dibuktikan bahwa kondisi mulut dapat mengungkapkan gejala-gejala awal penyakit mulai dari yang ringan hingga berbahaya. Berikut beberapa gambaran yang ada di rongga mulut yang dapat dijadikan referensi terhadap gejala suatu penyakit.


· Diabetes Mellitus [Kencing Manis]

Ciri utama manifestasi penyakit Diabetes Mellitus [DM] di rongga mulut adalah adanya peradangan gusi yang berlebihan. Penderita DM yang tidak terkontrol pada umumnya mudah mengalami luka atau perdarahan pada saat menyikat gigi atau sedang menggunakan benang gigi. Hal ini disebabkan karena pada penderita DM ditemukan pembengkakan lapisan epitel dari pembuluh darah gusi yang dapat menghalangi difusi oksigen. Selain itu, juga terjadi perubahan flora normal dari plak gigi yaitu berupa peningkatan jumlah bakteri-bakteri patogen yang menyebabkan terjadinya penyakit gusi [gingivitis / periodontitis]. Penurunan fungsi dari salah satu sel darah putih [Poly Morpho Nuclear cell / PMN] yang terjadi pada penderita DM juga diperkirakan dapat memperparah penyakit gusi yang ada.

Selain penyakit gusi, DM juga menyebabkan bau mulut [acetone breath], penurunan produksi liur [xerostomia] sehingga mulut menjadi kering, pembesaran kelenjar liur [sialosis], dan adanya pertumbuhan jamur di rongga mulut [Candidiasis].


· Anemia

Manifestasi anemia pada rongga mulut sebetulnya tergantung pada jenis dari anemia itu sendiri. Namun, gejala umum yang paling sering ditemukan di rongga mulut pada penderita anemia adalah perubahan warna gusi dan jaringan lunak sekitar mulut yang menjadi lebih pucat hingga kekuningan. Perdarahan pada gusi hingga rasa terbakar pada lidah adalah gejala lain dari anemia pada rongga mulut.


· Leukimia [Kanker Darah]

Penderita penyakit leukimia memiliki ciri yang sangat khas di rongga mulut yaitu berupa peradangan dan perdarahan gusi yang menyeluruh [gingivitis generalized]. Gusi penderita biasanya terlihat bengkak dan lembek karena adanya infiltrasi dari sel darah putih [leukosit] yang berlebihan.


· Osteoporosis

Osteoporosis lebih sering ditemukan pada wanita terutama yang telah memasuki periode menopouse. Hal ini diduga memiliki kaitan dengan penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Pada kondisi osteoporosis, maka kepadatan tulang akan mengalami penurunan. Hal ini berimplikasi pada jaringan penyangga gigi yang sejatinya juga berupa tulang. Oleh karena itu, dapat dideduksi suatu kesimpulan bahwa osteoporosis dan gigi yang tanggal memiliki hubungan yang erat.


· Penyakit Jantung

Penyakit jantung seringkali disebabkan oleh bakteri yang berasal dari infeksi yang terjadi di tempat lain. Dalam hal ini yang paling sering menyebabkan penyakit jantung adalah infeksi yang berasal dari gigi. Hal ini diperkirakan terjadi karena bakteri yang ditemukan pada penyakit jantung sama dengan bakteri yang ada pada infeksi pada gigi. Infeksi pada gigi ini dapat berupa lubang pada gigi yang tidak dirawat, karang gigi yang menumpuk, dan sisa akar gigi yang tidak dicabut. Jadi, tanpa bermaksud menakut-nakuti, sebaiknya jangan biarkan kondisi-kondisi tersebut ada dalam rongga mulut Anda jika tidak ingin menabur benih penyakit jantung di kemudian hari.


· Kelahiran Prematur

Penelitian membuktikan, wanita yang mengalami peradangan gusi selama masa kehamilan, tujuh kali lebih berisiko mengalami kelahiran prematur. Tak hanya prematur, bayi yang dilahirkan juga umumnya lebih kecil dari rata-rata. Ini disebabkan ketika seseorang mengalami gangguan mulut, peradangan yang terjadi akan menyebabkan beberapa zat tertentu dilepaskan ke aliran darah sehingga bisa mempengaruhi berat tubuh bayi dan proses persalinan. Studi lain menyebutkan, membersihkan karang gigi secara teratur bisa mengurangi resiko persalinan prematur.


· Herpes Zoster

Anda sudah pernah mendapatkan penyakit cacar seumur hidup? Banyak berita yang berkembang di masyarakat bahwa jika telah terkena penyakit cacar, maka akan terbentuk kekebalan sehingga di masa mendatang tidak akan terjadi lagi. Hal yang perlu diluruskan di sini adalah cacar itu disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Ketika penyakit cacar itu telah sembuh, maka sebetulnya virus tersebut tidak hilang dari dalam tubuh melainkan ia akan bersifat laten di dalam jaringan syaraf. Bila terdapat faktor-faktor yang dapat memicu seperti stres, kelelahan, radiasi, dan kecanduan alkohol, maka virus tersebut dapat kembali menyerang tubuh [rekuren]. Penyakit ini disebut sebagai penyakit Herpes Zoster. Namun, jangan lantas menjadi khawatir karena terjadinya suatu rekurensi ini tidak mudah, tapi jika telah terjadi suatu rekurensi maka akan sangat mudah untuk mengalami rekurensi kembali.

Adapun gejala yang ditimbulkan oleh Herpes Zoster ini adalah demam, keletihan, gangguan pencernaan, rasa baal, sakit, dan panas yang terus menerus di sisi syaraf yang terkena. Kemudian terjadi juga bisul-bisul kecil di sekitar mulut dan dagu yang akan menjadi bernanah, mengering, dan terkelupas dalam waktu 1-3 minggu.


· AIDS

AIDS adalah sekumpulan gejala defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV [Human Immunodeficiency Virus]. Infeksi HIV akut terjadi pada 3 hingga 6 minggu setelah kontak pertama dengan HIV. Pada tahap awal, infeksi HIV sulit dikenali karena gejala tidak spesifik dan mirip dengan gejala penyakit flu. Gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah 2-3 minggu. Menurut sistem klasifikasi dari CD [Centers of Disease Control] tahun 1993 gejala AIDS ini dibagi menjadi empat stadium.

Stadium pertama disebut sebagai Stadium Serokonversi. Stadium ini timbul 2-6 minggu setelah terinfeksi dengan gejala berupa demam, berkeringat, lemas, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan sering juga ada mual serta diare.

Stadium selanjutnya adalah Stadium Awal. Stadium ini terjadi selama 5 tahun dan biasanya penderita tidak mengalami gejala apapun sehingga masih dapat beraktivitas dengan normal.

Stadium berikutnya adalah Stadium Menengah. Pada stadium ini biasanya penderita mulai mengalami penurunan berat badan kurang dari 10%, terjadi infeksi pada kulit [dermatitis], infeksi saluran pernafasan atas yang berulang [sinusitis], dan timbul berbagai macam gejala di rongga mulut seperti adanya luka di sudut mulut [cheilitis angularis], radang gusi [gingivitis], dan sariawan yang berulang.

Kemudian pada stadium yang paling parah adalah Stadium Lanjut. Stadium yang terjadi setelah 10 tahun terinfeksi ini amat bervariasi mulai dari penurunan berat badan lebih dari 10%, diare tanpa sebab yang tidak jelas lebih dari satu bulan, kelainan berat pada paru, infeksi virus herpes simpleks, Sarkoma Kaposi, dan kelainan di rongga mulut berupa infeksi jamur Candida [Candidiasis], bercak putih [Hairy Leukoplakia], dan pembesaran kelenjar liur.


Setelah mencermati sedikit paparan di atas semoga kita semua dapat lebih mencermati kondisi gigi dan mulut dengan lebih baik lagi. Dengan demikian, adanya kemungkinan-kemungkinan penyakit di atas dapat diantisipasi terlebih dahulu.


Maraji’ :

· Burket’s Oral Medicine Diagnosis and Treatment. 9th Ed. J.B. Philadelphia: Lippincott Company. 1994.

· Langlais, Miller. Atlas Berwarna Kelainan Rongga Mulut yang Lazim. Jakarta : Hipokrates. 2000.

· Sonis, Fazio, Fang. Principles and Practice of Oral Medicine, 2nd Ed. Philadelphia: WB Saunders Co. 1995.

Sunday, November 19, 2006

Epilog Mimpi



dua delapan

nihil melebur dalam gemar angka

beradu cakap dalam tandang berpeluh

dare desu ka?

baru saja tinggalkan Colloseum ke bilik redam

tiba-tiba sang Buana memanggil

“HEI! Jangan henti! Jangan lalu!Jangan serah!”

terhentak


dua sembilan

masih berhenti di kenihilan

sambangi panorama duga meraja

al-Haq tak sekedar menikung dalam haribaan

dihempaskan Duke of Wellington di Waterloo

Betsy dan Boney diharuskan bersama di the Briars

adakah layak secerah bintang yang disaksikan di malam hari?

gulirkan syair-syair kesejatian yang dilalui

dulunya

tebarkan indahNya dari bait-bait propaganda

gusar dalam ramai

percantik tiap detik bak Rapunzel sisiri rambutnya

atau si Putri Salju gemar berkaca

tekad begitu kukuh merengkuh

itulah

mulanya menyulam kain-kain perca

berhenti sampai di sini


bergurau

tiga kosong

sembilan belas lima belas

satu dua satu tiga puluh

satu kosong

kosong kosong

kosong kosong

kosong tujuh

masih

lima sembilan belas kosong tiga

metropolitan dalam jenak

terlalu bising

bahkan sulit tuk cermat terujar

berhenti lagi sampai di sini


semuanya berserakan di mana-mana

pada doa

pada sujud-sujud panjang

pada mimpi

pada kaca-kaca yang berwarna

hingga kinokuniya

satu empat middle of nowhere

matahari rindu kembali ke peraduan dalam kelambu

sucinya basuhan wudhu pancarkan kecemerlangan

kasutnya mendadak merajuk

tapi lalu serentak resonansi setara

menggelar karpet merah

mengulurkan tangan tanda santun

tapi

……

mengapa roda-roda itu menjadi niscaya?

demikian larut

demikian berbianglala

demikian kencang

hingga hampir terbang meski tanpa sayap

keresahan tuju kulminasi di titik nol

tiba-tiba

………

Friday, November 17, 2006

Hati-Hati Mengkonsumsi Ikan Asin dan Mie Instan

Bagi Anda yang sangat menyukai konsumsi ikan asin atau mie instan sebaiknya berhati-hati. Ternyata, kandungan bahan pengawet yang digunakan untuk mengawetkan ikan asin dan yang terdapat pada bumbu mie instan diperkirakan telah menjadi faktor yang dapat menyebabkan terjadinya Karsinoma Nasofaring [KNF], yaitu tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Sekitar 60% tumor ganas yang terjadi di daerah kepala dan leher merupakan KNF. Di antara tumor kepala dan leher lainnya, KNF merupakan salah satu yang memiliki harapan kesembuhan kecil karena lokasi tumor dekat dengan struktur vital, pertumbuhannya yang invasif, gejala awalnya ringan, dan sulitnya pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosa dini.


Ras Mongoloid merupakan faktor dominan timbulnya KNF, sehingga kekerapan cukup tinggi pada penduduk Cina bagian selatan, Hongkong, Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Di Indonesia sendiri frekuensi pasien ini hampir merata di setiap daerah. Di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta saja ditemukan lebih dari 100 kasus setahun, RS Hasan Sadikin rata-rata 60 kasus, Ujung Pandang dan Palembang masing-masing 25 kasus, Denpasar 15 kasus, dan di Padang 11 kasus tiap tahunnya. Demikian pula angka-angka yang didapatkan di Medan, Semarang, Surabaya, dan lain-lain menunjukkan bahwa tumor ganas ini terdapat merata di Indonesia. Dalam pengamatan pada pengunjung poliklinik tumor THT RSCM, pasien KNF dari ras Cina relatif sedikit lebih banyak dari suku bangsa lainnya.


Penyebab utama dari KNF ini sendiri sudah hampir dapat dipastikan adalah virus Epstein-Barr, karena pada semua pasien nasofaring didapatkan kadar anti-virus Epstein-Barr yang cukup tinggi. Kadar ini lebih tinggi dari kadar orang sehat, pasien tumor ganas leher dan kepala lainnya, tumor organ tubuh lainnya, bahkan pada kelainan nasofaring yang lain sekalipun. Namun, virus ini sebetulnya bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan KNF. Terdapat banyak faktor lain yang sangat mempengaruhi kemungkinan timbulnya tumor ini seperti letak geografis, rasial, jenis kelamin, genetik, pekerjaan, lingkungan, kebiasaan hidup, kebudayaan, sosial ekonomi, infeksi kuman, atau parasit. Letak geografis seperti yang telah disebutkan di atas, demikian pula faktor rasial. Tumor ini lebih sering ditemukan pada laki-laki dan sebabnya belum dapat dihubungkan dengan pasti, tapi dimungkinkan ada kaitannya dengan faktor genetik, kebiasaan hidup, pekerjaan, dan lain-lain. Faktor lingkungan yang berpengaruh adalah iritasi oleh bahan kimia, asap sejenis kayu tertentu, kebiasaan memasak dengan bahan atau bumbu tertentu, dan kebiasaan makan makanan yang terlalu panas. Sebagian besar pasien berasal dari golongan ekonomi rendah dan hal ini menyangkut dengan keadaan lingkungan dan kebiasaan hidup.


Gejala dari KNF sendiri dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu gejala nasofaring sendiri, gejala telinga, gejala mata dan syaraf, serta gejala di leher. Gejala nasofaring berupa adanya sumbatan pada hidung. Gejala telinga dapat berupa rasa berdenging, rasa tidak nyaman di telinga hingga rasa nyeri di telinga. Karena nasofaring berhubungan dekat dengan rongga tengkorak melalui beberapa lubang, maka ganggguan beberapa syaraf otak dapat terjadi sebagai gejala lanjut tumor ini. Penjalaran ke kelenjar leher biasanya dalam bentuk benjolan di leher yang kemudian akan mendorong pasien untuk berobat, karena sebelumnya tidak terdapat keluhan lain.


Untuk mencegah terjadinya tumor ini sendiri sebaiknya dimulai dari mengubah kebiasaan hidup yang salah. Hal-hal yang tampak kecil seperti memasak makanan dengan benar dan tidak terlalu sering mengkonsumsi ikan asin atau mie instan diharapkan dapat mereduksi terjadinya KNF di masa mendatang. Wallahu’alam bishshawab


*Maraji’ :

Soepardi, EA. Iskandar N. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, Edisi Kelima. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. 2001:146-150.

*Gambar:

http://www.cmsp.com/cmspweb/data1/fl040012.jpg

Tuesday, November 14, 2006

tentang Cinta

Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu sungguh indah

Ajaklah ia menyaksikan mentari pagi yang menyingsingkan sang fajar

Tunjukkan padanya sekuntum mawar yang sedang mekar merekah

Tuntunlah tangannya di bawah sejuknya halimun

Ajaklah ia mendengar riang kicau burung pagi

Berikan ia kesetiaan sepasang merpati

…itulah ia akan mengerti indahnya cinta


Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu sungguh menipu

Suruh ia mengambil air di oase fatamorgana

Tanyakan padanya apatah rembulan malam memberikan sinar

Tanyakan padanya di manakah batas langit

Mintalah tuk tunjukkan hijaunya gunung dan birunya langit

…itulah ia akan mengerti menipunya cinta


Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu tak buta…namun senantiasa melihat dan merasa

Cinta itu tak mendengar…namun senantiasa bergetar

Cinta itu tak memaksa…namun senantiasa berusaha

Cinta itu tak menyiksa…namun senantiasa menguji

Cinta itu tidak cantik…namun senantiasa menarik

Cinta itu tak datang dengan kata …namun senantiasa menghampiri dengan hati

Cinta itu tak terucap dengan kata…namun senantiasa hadir dengan sinar mata

Cinta itu tak hanya berjanji…namun senantiasa mencoba memenangi

Cinta itu mungkin tidak suci…namun senantiasa tulus

Cinta itu tak hadir karena permintaan…namun hadir karena ketentuan

Cinta itu tak hadir dengan kekayaan ataupun gelar…

namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan...


Bila ada yang bertanya padamu mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu ada pada seorang ibu

Cinta itu ada pada sepasang merpati

Cinta itu ada pada ukhuwah

Dan

Cinta terindah adalah cinta karenaNya

Karena ALLAH semata…

Monday, November 13, 2006

Sepeda tak Berpedal


Berjalan meretas hamparan kon blok terakota

di kanan kirinya sejuk akasia mengibaskan

gaun biru hingga sebuah kulot senada tampak

tes...tes...tes...

tak terasa rintik hujan turun

menebarkan keharuman tanah basah


Berjalan susuri ngarai pedalaman

sekeliling pakis demikian subur diselingi gulma

gerombolan pacet tak ketingggalan berpesta pora

menanti kulit-kulit tak berbungkus

lewati belukar


Berjalan hampiri eksibisi akrobatik nan megah

tanpa pedal

karena

telah tertinggal di belakang

sesuatu menenggelamkannya

dalam kuburan tak bernisan

Sunday, November 12, 2006

Menyoal LNH

Terik Jakarta akibat imbas El Nino akhir-akhir ini tak mereduksi niatnya untuk berlatih bela diri karate di sekolahnya. Ia sangat bersemangat mengikuti ekstrakurikuler yang baru diikutinya beberapa bulan tersebut. Sejurus dua jurus masih sanggup ia lakukan, tetapi mendadak pandangannya menjadi kabur, dunia seolah berputar di matanya hingga akhirnya ia jatuh terkulai di lapangan aspal. Beberapa jam kemudian, ia sudah berada di ruangan ICU RS Kanker Dharmais Jakarta. Apa pasal? Latihan karate yang mungkin menyebabkannya menjadi letih ternyata telah memicu reaksi kanker kelenjar getah bening yang selama satu setengah tahun ini telah memvonis dirinya.


Dia tumbuh sebagai gadis berusia 14 tahun dengan perawakan yang sangat cantik. Hampir seluruh keluargaku berpendapat bahwa dialah satu-satunya cucu yang memiliki kemiripan yang paling mendekati nenekku. Ya…dialah adik sepupuku. Sudah satu minggu ini ia terbaring lemah di RS Kanker Dharmais. Tim dokter mendiagnosis bahwa kanker kelenjar getah bening yang diidapnya telah bermetastease [menjalar] ke paru-parunya. Hal ini membuatnya mengalami gangguan oksigenasi karena sel-sel kanker tersebut telah bereffusi [masuk] ke dalam pleura [selaput luar yang membungkus bagian luar paru-paru].


Kanker kelenjar getah bening atau dalam bahasa medis disebut sebagai Limfoma adalah sejenis kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan tumbuh akibat mutasi sel limfosit [sel darah putih] yang sebelumnya normal. Hal ini kemudian menyebabkan sel-sel tersebut menjadi ganas. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limfe, sumsum tulang darah, maupun organ lainnya. Menurut dr Djumhana Atmakusuma, SpPD, KHOM, pakar onkologi medik FKUI/RSCM, limfoma adalah jenis kanker ketiga yang paling cepat tumbuh setelah kanker kulit dan paru-paru. Jenis kanker ini merusak sistem limfatik yang dalam keadaan normal menjadi komponen utama sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan kanker. Masih menurut ahli hematologi itu, saat ini sedikitnya terdapat 1.500.000 orang di dunia yang terkena limfoma. Dari jumlah tersebut 300.000 di antaranya meninggal tiap tahunnya dan angka kejadiannya meningkat sebesar 80 persen dari tahun 1973 hingga tahun 1990.


Berdasarkan faktor resikonya kanker ini dibedakan antara Limfoma non-Hodgkin/LNH [yang paling sering ditemukan] dan limfoma Hodgkin. Faktor resiko Limfoma non-Hodgkin antara lain kelemahan sistem imun bawaan [sejak lahir], infeksi virus Epstein-Barr [EBV], Helicobacter pylori, virus herpes Kaposi Sarkoma, virus penyerang sel T tipe 1 [HTLV-1]. Sedangkan resiko Hodgkin, antara lain penyakit kelemahan sistem imun dan autoimun, menyerang usia menjelang dewasa dan di atas 65 tahun, infeksi EBV, pekerja di industri perkayuan, serta umumnya menyerang penderita berstatus sosial menengah atas. Etiologi [penyebab] dari penyakit tersebut sebetulnya belum diketahui secara pasti, tetapi dapat dimungkinkan oleh faktor keturunan, kelainan sistem kekebalan, infeksi virus atau bakteri dan toksin lingkungan, seperti herbisida, bahan pengawet, dan pewarna kimia.


Gambaran klinis pasien yang mengalami LNH biasanya didapati adanya benjolan yang kenyal, tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang. Benjolan ini biasanya terdapat di leher, ketiak atau pangkal paha. Sedangkan gejala umumnya berupa demam yang tidak diketahui penyebabnya, berat badan menurun lebih dari 10 kg dalam enam bulan terakhir, atau keringat pada malam hari. Jika mendapati, perlu dicurigai sebagai LNH. Namun demikian, mengenali gejala saja tidak dapat menentukan LNH. Pemeriksaan histologi [jaringan], analisis imunologik, dan analisis molekular dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis limfoma. Selain itu, dengan hasil pemeriksaan histologis dapat ditentukan derajat keganasan LNH. Derajat yang paling rendah adalah limfoma indolent [jinak], derajat selanjutnya limfoma agresif, dan limfoma sangat agresif. Derajat limfoma juga dapat ditentukan setelah pemeriksaan histologis. Berdasarkan sistem "staging" Ann Arbor, tingkat penyakit pasien dibedakan atas: Stadium I jangkitan LNH pada satu daerah kelenjar getah bening; Stadium II jangkitan mengenai dua daerah kelenjar getah bening pada sisi diafragma yang sama; stadium III jangkitan pada daerah kelenjar getah bening pada kedua sisi diafragma; dan stadium IV jangkitan difusa atau diseminata [menyeluruh] pada satu atau lebih organ eksemfalitik.


Pengobatan LNH, terdiri dari kemoterapi sitostatika, obat hormonal, dan biological respons modifiers. Kemoterapi sitostatika yang sering digunakan adalah siklofosfamida, vinkristin, deksorubisin, atau epirubisin. Obat hormonal yang umumnya digunakan adalah kortikosteroid, seperti prednison, metil prednisolon, atau deksametason. Interferon alfa sering digunakan sebagai biological respons modifiers. Selain itu, pengobatan juga dapat dilakukan dengan radiasi. Pada pasien dengan stadium awal, misalnya di nasofaring atau di otak, dapat dilakukan tindakan radiasi. Namun, jika terjadi penyumbatan, tindakan bedah merupakan pilihan yang paling efektif. Pembedahan dapat dilakukan karena adanya sumbatan di saluran cerna dan di vena cava superior. Alternatif lain yang juga dapat dilakukan yakni dengan transplantasi sumsum tulang [TST]. Transplantasi ini dilakukan pada pemberian kemoterapi dosis tinggi. Tindakan dilakukan dengan menyelamatkan sel induk darah ke dalam nitrogen cair bersuhu minus 197 derajat. Setelah pengobatan kemoterapi selesai, sel induk darah ditransplantasikan kembali. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan respons pengobatan dan memanjangkan harapan hidup pasien. Harapan hidup rata-rata pasien LNH indolent yang tidak memberikan gejala dan tanpa pengobatan 4-6 tahun, sedangkan pada LNH indolent stadium I yang diberikan radiasi 50-60% dapat bertahan hidup 10 tahun. Pada pasien LNH agresif, bila tidak dilakukan tindakan pengobatan akan meninggal dalam beberapa bulan dan LNH sangat agresif yang tidak diobati akan meninggal dalam beberapa minggu. Namun demikian, penggunaan kemoterapi memberikan respons pengobatan yang baik pada 50-85% pasien, separuh di antaranya bebas penyakit atau sembuh. Sebetulnya, sebagian besar kanker jenis itu menyerang orang dewasa dengan angka tertinggi pada rentang usia antara 45-60 tahun. Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko terkena LNH.


Melihat kasus yang menimpa adik sepupuku di usia yang masih muda, bisa jadi serangan LNHnya sudah sedemikian besar dan mencerminkan suatu prognosis yang buruk. Namun, semuanya bergantung pada kehendak ALLAH, karena Dia-lah yang Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan. Semoga sakit yang sedang dideritanya saat ini merupakan bingkisan dari ALLAH sebagai penggugur segala dosanya dan seluruh keluarga. Amin Ya Rabb…

---diolah dari berbagai sumber---

Friday, November 10, 2006

Balada tuk Seorang Tuan

duhai Tuan

capaian apa lagi yang hendak kau tuju?

kala hanya dapat saksikan indahnya kilau mentari dari sepotong kotak

kau telah meraih cercahan sinarnya dengan

segenggam gumam


duhai Tuan

panorama apa lagi yang hendak kau lihat?

saat kaki belum lagi injakkan Boven Digul

kau bahkan tlah nikmati molek

Swarovsky di negerinya


duhai Tuan

ilmuNya yang mana lagi hendak kau gali?
ketika dua suku nama ini sungguh tak berarti

satu namamu justru tergores sebagai

insan cendekia Muslim


duhai Tuan

adisi apa lagi yang hendak kau raih?

waktu derap langkah masih tertatih dalam tangan wanita besi

kau justru berdiri di podium

peroleh anugerah tertinggi


duhai Tuan

cakap mana lagi yang hendak kau kuasai?

kala tenses pun belum lagi mendarah daging

kau demikian lancar berucap

hingga seluruh dunia mengakuimu


duhai Tuan

petinggi mana lagi yang hendak kau temui?
saat sesosok pujangga baru saja bersua

kau lebih dulu berjabat erat

dengan pemuka negeri


duhai Tuan

impian apa lagi yang belum kau wujudkan?
tidakkah mata jeli dari bidadari-bidadari nan cantik

jernihnya aliran sungai-sungai madu

kilau emas bangunan-bangunan nan megah lagi kokoh

di jannahNya tiada menggodamu???

capailah

gapailah

dakilah

usah acuh masa itu

momen-momen

yang kan menghempasmu dalam lara

yang hanya bangkitkan seluruh amarahmu

yang sekedar habiskan energi positifmu

yang kian mengikis lembaran-lembaran otot perkasamu


dalam hening kutebarkan pinta

dalam haru kusisipkan harap

dalam malam kusanjungkan doa

tak banyak memang

tapi semoga berarti

agar dirimu selalu

dalam cinta dan ridhoNya…

Wednesday, November 08, 2006

Alunan Malam


I

jengah

resah menyerah

lengah



II

jiwa

jumawa bertaqwa

sua


III

jatuh

futuh meruntuh

Shubuh


IV

jalan

angan bertangan

Anpan

Tuesday, November 07, 2006

PMS Berattt!!!


Ocha ocha ocha…lagi ngapain nih?dah maem belum?eh, besok aku ke Jakarta lagi…kapan nih ocha mau traktir aku?hehe” [SMS dari 0817823XXX]


RoSa’s reply :


Abang koq tega banget sih! udah tau rosa gak punya duit, pake acara minta traktir-traktir segala!


Astaghfirullahal’adhzim….rosa…rosa…duh kenapa jadi ABG alias AmBeGan banget sih! Itu orang kan cuma bercanda, koq malah ditanggepin serius banget. Emang aku lagi sensi banget nih beberapa hari ini, maklum si ‘bulan’ datang berkunjung. Cuma aja kayaknya PMS [PreMenstrual Syndrome] kali ini bener-bener parah, mulai dari jerawatan, keletihan yang luar biasa, sakit punggung, gak nafsu makan, bahkan aku sampe gak bisa kemana-mana dua hari ini [emang gak ada kerjaan juga sih, mau kemana coba? :p] karena kram perutnya benar-benar terasa sakit. Kalo biasanya cuma minum satu obat analgesik [anti sakit], kemarin itu aku sampe minum dua! Bikin rekor baru nih…


Banyak orang bilang, kalo perempuan lagi PMS mendingan jauh-jauh deh. Bisa-bisa bakalan jadi sasaran terus. Namun, sebetulnya apa sih PMS itu??? Kenapa perempuan kalo lagi mau dan lagi datang bulan bisa jadi sensiii banget…dikit-dikit ngambek…dikit-dikit terharu…dikit-dikit nangis. PMS atau sindroma premenstruasi sebenarnya merupakan suatu keadaan di mana sejumlah gejala terjadi secara rutin dan berhubungan dengan siklus menstruasi. Gejala premenstruasi dapat berupa gejala ringan maupun berat yaitu; sakit kepala, sakit punggung, perubahan nafsu makan, mual, masalah kulit seperti jerawat, kelelahan yang luar biasa, nyeri pada payudara, perut kembung, kondisi emosional yang tidak stabil [nah ini dia yang sering banget terjadi] dalam bentuk amarah, sensitivitas yang tinggi, sedih, gelisah, hingga keinginan bunuh diri, berkurangnya konsentrasi, dan pada beberapa orang juga dapat menyebabkan gangguan tidur diantaranya adalah penurunan kualitas tidur. Saat menstruasi, adanya gangguan tidur lebih disebabkan oleh rasa sakit atau kram di sekitar perut [dismenorrhoe]. Kemungkinan penyebabnya merupakan hasil dari peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus. Gejala ini banyak menyerang perempuan remaja dan berlangsung sampai dewasa. Nyeri saat menstruasi yang terjadi pada perempuan yang lebih tua yang sebelumnya tidak mengalami nyeri biasanya berhubungan dengan gangguan ginekologis seperti endometriosis, penyempitan serviks, malposisi uterus, penyakit radang panggul, dan tumor dari rongga panggul. Oleh karena itu, untuk mengatasinya harus diketahui secara pasti apa penyebabnya, sehingga dapat diambil langkah-langkah medis yang tepat.


Menurut penelitian, PMS ini terjadi pada sekitar 85% perempuan pada masa subur. Biasanya gejala-gejala PMS ini berlangsung antara satu minggu sebelum dan sesudah menstruasi. Namun, sejatinya cukup banyak juga perempuan yang mengalami PMS dalam rentang waktu yang cukup lama. Mereka hanya terbebas selama satu minggu dalam waktu sebulan!!!


PMS ini dapat terjadi dimungkinkan karena kadar estrogen dan progesteron yang tidak seimbang selama siklus menstruasi. Estrogen menyebabkan tertahannya cairan, yang kemudian menyebabkan bertambahnya berat badan, pembengkakan jaringan, nyeri payudara, dan perut kembung. Penyebab yang pasti dari PMS ini tidak diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan faktor-faktor sosial, budaya, biologis, dan psikis.


Menurut Dr Guy E. Abraham, ginekolog dari UCLA, USA, PMS pada perempuan itu dapat dibagi menjadi empat tipe, yaitu :

1. Tipe A [Anxiety]

Ditandai dengan gejala cemas, sensitif, saraf tegang, dan perasaan labil. Beberapa wanita bahkan mengalami depresi ringan sampai sedang. Saran: Konsumsi makanan berserat, jangan merokok, dan batasi asupan kafein dari kopi, teh, dan cokelat [hooo no!it’s my favourite…=[[]

2. Tipe C [Craving]

Muncul gejala pembengkakan pada perut [kembung], nyeri pada payudara, kaki, serta terjadi peningkatan berat badan. Biasanya terjadi karena asupan garam dan gula yang tinggi pada penderita. Gejala pada tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe-tipe lain. Saran: Kurangi asupan garam, gula, dan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh, atau bisa juga minum diuretik ringan [misalnya Spironolactone].

3. Tipe D [Depression]

Biasanya mengalami rasa lapar, ingin mengonsumsi makanan yang manis [cokelat] dan karbohidrat sederhana. Biasanya setelah menyantap dalam jumlah banyak muncul gejala hipoglikemia [kekurangan kadar gula dalam darah] seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing, terkadang sampai pingsan. Gejala ini muncul karena peningkatan hormon insulin. Saran: Perbanyak konsumsi sayuran hijau, biji-bijian, gandum, dan kacang-kacangan.

4. Tipe H [Hyperhydration]

Muncul keinginan menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit berkata-kata. Bahkan muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya tipe ini berlangsung bersamaan dengan tipe A. Hanya 3% penderita yang murni mengalami tipe D. Saran: tingkatkan konsumsi vitamin B6 dan magnesium.


Untuk mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi seperti sakit kepala, nyeri karena kram rahim, dan nyeri persendian, bisa diberikan obat anti radang non-steroid [misalnya asam mefenamat] atau analgesik ringan [seperti parasetamol]. Bisa juga dengan pemberian hormon antiprostaglandin untuk mengurangi kekuatan kontraksi uterus, tetapi pemberian hormon antiprostaglandin tersebut harus hati-hati terutama pada perempuan yang ingin hamil. Tambahkan makanan yang mengandung kalsium dan vitamin C dosis tinggi seminggu sebelum menstruasi. Jika darah menstruasi yang keluar cukup banyak, maka disarankan untuk memperbanyak minum air putih, perbanyak asupan makanan atau suplemen yang mengandung zat besi agar terhindar dari anemia [kurang darah]. Rasa cemas dan gelisah akibat kondisi emosional yang tidak stabil dapat diatasi dengan memperbanyak dzikir pada Allah SWT [untuk tetap menjaga kedekatan hubungan dengan Rabb]. Fffiuuuhhhh…semoga PMS lain kali tak separah bulan ini dan dapat diatasi dengan mudah….