Credits to

Powered by Blogger

Wednesday, January 31, 2007

Bermi'raj ke Langit Ketujuh


Senyapnya malam menjelang datangnya fajar
Hangatnya peraduan yang diliputi oleh kain panjang
yang terbuat dari bulu domba
Syahdunya mimpi-mimpi tentang kisah anak manusia
Makin melenakan mata yang rindu tuk terpejam
dan siapapun yang tak ingin terjaga

Di satu sudut selembar sajadah menggigil tampak memanggil
Berdebu ia wujudnya oleh jarangnya bahkan tak pernah dipakai
Rindunya ia pada sosok yang bersujud khidmat di atasnya
dan sesudahnya lantunan doa-doa panjang
Penuh khauf dan roja'
Pada Rabb Semesta Alam
yang pada waktu itu kan mengijabah setiap pinta

Di sudut lain terlihat sebuah mushaf yang agak usang
Ucapnya tak pernah dibuka oleh si empunya
Tenggelam dalam aktivitas duniawi yang seakan tiada usai
Sejatinya ia amat menantikan tilawah-tilawah tartil
Diselingi oleh tetesan bening air mata
Jujur dari sebuah hati yang demikian halus
Hati yang tergetar demikian hebat kala
nama Rabbnya dituturkan
Sukma yang kian bertambah keimanannya saat
ayat-ayat suci itu terbuncahkan

Tak jauh dari sudut itu segelintir tasbih tergolek lemah
Dahulunya ia adalah cindera mata dari sebuah walimatul'ursy
yang benderang bila gelap menerpanya
Kini tak ada lagi kejayaan lagi padanya
Jangankan sebagai pelengkap untaian dzikir-dzikir khusyuk
Asesoris pun bagai tak berarti

Usia kan terus beranjak menapaki dunia fana
Kadang tegar dan tak jarang tertatih
Terpaan badai selalu berhembus pada azzam sebuah hijrah
Seringkali bersangka bahwa kewajaran semata adanya
Karena panah-panah syaithoni kan menyerbu dari segala arah
Mungkin iya pada mulanya
Namun kelanjutannya adalah menjadi adat
dan makhluk terkutuk itu pun tinggal berongkang-ongkang kaki
nikmati capaiannya

Terbanglah ke langit ke tujuh
Bermi'rajlah ke langit ke tujuh
dan lihatlah dengan sejelas-jelasnya
syurga dengan cahaya yang demikian berkemilau
aromanya menjalar
sungai-sungai yang mengalir tiada henti
airnya tiada berubah rasa dan baunya
sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya
sungai-sungai dari madu yang disaring
buah-buahan tak henti-henti
bidadari-bidadari bermata jeli laksana mutiara
yang tersimpan baik
bangunan yang terbuat dari batu perak dan emas
yang perekatnya dari mutiara dan permata yaqut
sedang debu-debunya adalah za'faran
yang barangsiapa memasukinya
akan merasa senang
tak pernah susah dan tak pernah mati
pakaiannya tak pernah kumal dan masa mudanya tak pernah sirna
yang demikian itu sesungguhnya belum seberapa

Terbanglah lagi ke langit ke tujuh
Bermi'rajlah ke langit ke tujuh
tatap kembali sejelas-jelas
naar dengan azab teringannya
hanya dengan dua butir bara api di kedua telapak kaki
dapat merebus otak yang selama ini
begitu terlindungi oleh kerasnya cranium
sungai-sungai yang mengalir
baunya begitu busuk dan amat mengganggu penghuninya yang lain
minuman penghuninya adalah dari air
seperti besi mendidih yang dapat menghanguskan muka
pohonnya memiliki mayang seperti kepala-kepala setan
dan lagi-lagi itu baru sebagian kecil saja

Sekarang tinggallah memilih
mana yang akan ditinggali untuk kehidupan abadi...

-Deasy RoSalina-

9 comments:

Munawir said...

hmmm... puisi tausiyah....

bu dokter kreatif juga

Dimas said...

Alhamdulillah ... semoga kita semua tersadar dari keterlenaan terhadap dunia. Dan pada akhirnya dihadiahi oleh 4JJ1 jannah seperti yg tadi disebutkan, amin ya Rabbal alamin.

--Dimas

jonijontor said...

wah lagu sama tulisannya bikin terharu. smoga baik untuk ita smua.:)

NiLA Obsidian said...

auntieeee.....
hiks, merinding deh bacanya....
semoga bisa jd bahan perenungan untuk kita semua ya....

thx ya auntie

Anonymous said...

perenungan yang demikian dalam di tengah-tengah aktivitas duniawi..

salut untukmu Dinda :)

salam,
ursecretadmirer

triadi said...

sambail nyanyi pake nadanya ada band:

yakin "Kau" bisa bawaku terbang ke angkasa...
menembus pelangi lewati langit tujuh bidadari
yakin "Kau" bisa temani jasadku sepanjang umurku....

Mode pisitf thinkin

Anisa said...

Alhamdulillah...tulisannya bermanfaat Rosa..saling mengingatkan dan berbagi ilmu ya..thanks untuk pesan2nya di YM. Barakallah

iDi@N - iPpEN said...

chaa.. mau dunk di ajak ke kelangit ke 7, klo gak ke jepun aja deh gpp, pengen ketemu si abang juga hehehe :D

eh btw, perasaan si ES alias Wh kok jarang komen yah sekarang? *ah mungkin cuma perasaan gw aja kali yah

ES tanpa-alias (Lam kenal buat idi@an-ippen yah) said...

Ros,

Pada anak tangga yg tak mungkin lagi terhitung,
ada langit sunyi-senyap
yang slalu dipenuhi-sesaki oleh CINTA:
DIA Yang Maha-Mencinta.

Pada Lauh al-Mahfudz,
ada crita tentang CINTA
yang jua sunyi-senyap
karena diperuntukan hanya bagi pe-CINTA sejati yg tulus

Pada bening dua bola matamu, pun
aku temukan CINTA:
saat mengajakku ber-sungguh2
menapaki jalan CINTA ini,
menuju Cinta-NYA.

Ah,
Bermimpi lagi kah aku ?

Entahlah....!

Salam,