Credits to

Powered by Blogger

Friday, March 09, 2007

Pasrah


Allah, saat sepi yang tiada peduli,

hanya Engkau yang menemani dan membelai dukaku.

Kala gundah hadir tanpa sebab,

hanya firmanMu yang memberikan cahaya.

Saat ku lelah dan berhenti berjalan,

hanya Engkau yang menuntun langkah kakiku.

Ketika dunia tak lagi tersenyum,

hanya Engkau yang mampu membuatku tersenyum.

Sungguh, aku merasakan cintaMu dalam tiap hembusan nafasku.


Berkelindan, laiknya untaian nukleotida berseling purin dan pirimidin. Di tiap datangnya musim gugur, pohon-pohon yang berdiri tegar justru kerap ditinggalkan dedaunan yang dulunya mengukuhkan diri akan senantiasa memadu kasih dengan ranting-ranting kecil. Lambat laun ekuinoks musim gugur pun disambangi solstice musim dingin. Peradaban Atlantis jua lenyap di antara gunung-gunung berapi yang meletus bersamaan. Januari selalu sigap menghapus Desember dalam fase-fase hidupnya. Sejatinya, semua telah Allah catatkan pada Lauh Mahfuzh.


Berpendaran, seolah cakap untuk bereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi. Tak mau lagi berkhayal tentang eksotika negeri Timur yang konon demikian indah. Deburan ombak di pantai yang memancarkan kekhidmatan lafaz-lafaz tasbih. Meluangkan detik dalam guratan untuk sebuah pencapaian yang sungguh tak seberapa adanya. Mengumpulkan puing-puing kejayaan yang berserak di pinggiran asa. Menyusun konstanta kosmologi semisal girus-girusnya seliku milik Einstein. Tak hendak lagi berkisah soal cakap sejuk yang melambai dari lidah-lidah tak bertulang. Menerbangkan diri yang papa ke angkasa tak berbatas. Mengharu biru dalam jenak sajak-sajak akrilik yang dingin pada mulanya. Membangun impian jauh menembus hitungan dasawarsa. Menghempas berjuta bayang-bayang ketakutan masa lampau. Tadinya, telah memutus gelungan rantai hipotesa tak berliteratur. Namun, sepertinya ada harga yang harus dibayar untuk kesemuanya itu. Tak cukup hanya dengan berkontemplasi atau menenggelamkan diri untuk menampung produk sakus lakrimalis. Entah kapan masa pembuktian itu akan tiba.


Berkejaran, bak anak-anak kecil sedang bermain riang di padang rumput. Sesungguhnya tiada ingin menyiarkan semuanya pada semesta raya. Namun, mungkin telah menjadi ketetapanNya kala sebuah ikhtiar kecil yang hanya terpatri dalam hati kemudian membuncah dan menyelinap cerdik di antara dinding-dinding tak bertepi. Bergulat sendirian dalam keheningan sujud-sujud panjang. Bergumul untuk mengenyahkan impian yang amat jauh dari saat pengejawantahan. Berjuang untuk memupuskan harapan-harapan yang sejatinya telah dibangun kokoh sedari dulu. RamadhanNya menjadi saksi bisu akan perjalanan panjang tempo dulu. Akankah harus bersua kembali dengannya sebelum semua ada dalam rengkuhan? Sejak beribu pilihan yang datang, tetapi hati kerap tak bergeming. Kadang tertawa sendiri, betapa naif dan beraninya mengambil resiko sebegitu besar. Namun, kepercayaan diri timbul semata-mata karena karuniaNya. Adapun manusia hanya dapat berharap di antara kegetiran dan keyakinan, selebihnya Dialah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Manusia boleh mengerahkan segala makar yang ada di dunia, tetapi hanya Allah-lah pembuat makar yang paling baik. Selalu bersiap untuk sebuah kehilangan, selalu sedia untuk berbagai perubahan rencana, dan pasrahkan semuanya pada Rabb Pemelihara Alam.


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya." [QS. Al-Baqarah : 286]


*...lagi...di tengah rintik hujan, bersiap untuk sebuah kehilangan, tak hendak merasakan perih yang sama waktu lampau...*


13 comments:

Keluarga Fasril said...

Say.. kenapa nih.. lagi nelangsa gini apdetannya.
Jadi ikutan ngerasain... daleeemmm bangettt ....
Yg sabar yah Say....
(Mo curhat ??? )

joni said...

postingan yang sarat dengan pesan.
Nice posting. :)

Masih gak mood? :P

Anisa said...

Assalamu alaikum... Duh tante Rosa...kok jadi melankolis gitu..yang sabar ya...setuju dengan memasrahkan semua kepadaNya.Tetap istiqomah ya..
Wassalam

NiLA Obsidian said...

auntieee...lagi mellow ya?
wahhh....kudu jalan2 tuhhhh, ngupi2...katanya mau ke pameran buku? masih ada ngga? yuuu biar ga BT

Anonymous said...

Dinda,

apa gerangan yang tengah membuatmu gundah gulana? masih berhubungan dengan soal legenda kah? aku selalu berdoa, semoga segala yang menjadi legendamu segera tercapai, Amin

-ursecretadmirer-

Anonymous said...

Kalo boleh disimpulkan... dikau ini sedang mengalami ujian yang sangat berat dari Allah, dan saat ini sedang berikhtiar dan berdoa dalam setiap kesempatan.. sorry if im wrong :D my advise.. apapun yang terjadi, jangan biarkan kegetiran melingkupi hatimu, be positif thinking and jangan berburuk sangka pada siapapun, terlebih pada Allah SWt. Dont forget, Allah hanya akan menilai setiap usaha dan perjuangan yang dilakukan setiap hambaNya dalam mencoba mengatasi ujian yang diberikanNya. Apapun hasil usaha kita,itu semua kembalikanlah pada Allah SWT. Ocha yang bijaksana dan selalu berusaha membantu orang2 disekitarnya, Insya Allah pertolongan Allah itu dekat padamu. Just dont give up, and caiyo!

LuizZz said...

Smoga bukan ini yg nyebab-in mual, ga nafsu makan, sampe berad badan turun 2 kg wkt itu ;)

jaya_dc said...

kata dosen saya,
Kalau daun2 deciduous trees tidak berguguran di musim gugur. Maka pohon akan mati di musim dingin.

kata dosen saya,
musim dingin itu dibutuhkan pohon agar terjadi bud-burst, sehingga pohon bisa terus tumbuh.

kata Si Mbok saya,
Badai pasti berlalu

kata drg. Rosa,
dan bidadari itu,
akan datang di tempat yang tepat
dan saat yang tepat...

Insya Allah =)

kata saya,
dan masa pembuktian itu,
akan datang di tempat yang tepat
dan saat yang tepat...

Insya Allah =)

Ganbarimasou!!!

Ari said...

Ocaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, kenapa bisa jadi sakit gitu sih? sampe diopname segala lagi, buruan sembuh donggg :((, we miss u a lot!!!

Anonymous said...

Take my hand
And walk with me
Through endless life
A world to see

Give your dreams
Your thoughts laid bare
And feel the love
I long to share

Bring your soul
A love entwined
A twist of fate
Two lives combined

Take my heart
It's in your care
I'll take yours, too
If you will share

Give your pain
I'll take it all
And keep you safe
To never fall

Bring your love
And I'll bring mine
We'll test our will
To conquer time

-ursecretadmirer, always-

Anonymous said...

There are times we need to let go of things we want the most.
Life had to be steady abit.
No matter it is good or bad, we have to take it easy.
Once you had finish crying, you still have to go on ahead of your life.

Remember, that winter is always White eventough an autumn goes by.
So, I hope that u're always White, eventough somethin' or someone left you out of your world (but, I think only FOOLS did it).
Just give him/her your blessing and they will remember you.
Hey come on! I'm extremely sure that they wouldn't stop thinking about you (cause this : Oh DAMN!how fool I am losing a rose like ROSA)
So, cheer up girl!! =)

#MHN

iDi@N - iPpEN said...

hemm... cha.. sabar yah cha.. sedih euy liat ocha semalem, keliatan kurus bgt :(
ntar klo udah ke pulau seram.... pertama kali yg di cari warnet yah :D

RoSa said...

@M'Rhien : ya...awalnya memang berat banget untuk nerimanya, tapi Insya 4JJI sekarang udah better koq mba...Jazaakillah :)

@Mas Joni : kalau sekarang sih udah setengah2 gitu moodnya :D

@M'Anisa : iya nih Bunda...lagi ingin menampilkan sisi melankolis :D

@M'Nila : bukfernya dah abis, Bunda :D

@secret admirer : terima kasih atas segala doanya :)

@anonymous 1 : iya, mungkin kurang lebihnya seperti itu....

@Luiz : hehehe.....koq tau aja sih ? :D

@Mas Jaya : Insya 4JJI, segala dariNya adalah yang terbaik :)

@Ari : ya, lagi dzhalim aja nih ri ...

@Anonymous 2 : thanks for the nice poem

@MHN : Insya 4JJI, Jazaakallah

@Ippen : iya Pen, semua kan ada hikmahnya, gendutin diri gampang koq :D