Credits to

Powered by Blogger

Friday, June 22, 2007

Eksistensi

Kalau ada yang bertanya-tanya kemana gerangan rosa berada sekarang sehingga sudah sekian lama tidak mengupdate blog, maka rosa akan menjawabnya pada postingan kali ini. Sudah dua bulan ini [jalan tiga bulan] rosa menjalani masa pengabdian profesi yang disebut dengan PTT [Pegawai Tidak Tetap] di satu tempat yang [katanya] sangat jauh dari Jakarta yaitu di pulau Seram, Maluku. Seperti telah rosa jabarkan pada postingan sebelumnya, PTT merupakan salah satu persyaratan bagi seorang dokter atau dokter gigi untuk bisa mendapatkan legalitas praktek di negeri ini. Pulau Seram tepatnya di Kabupaten Seram Bagian Barat rosa pilih sebagai daerah peminatan PTT dengan beberapa pertimbangan.



Pulau Seram sendiri sebetulnya tak seseram namanya. Pulau ini memiliki nama asli pulau Nusa Ina. Karena pulau ini merupakan pulau yang terbesar di propinsi Maluku, maka sejak zaman VOC pulau ini dijadikan pusat perdagangan sehingga dinamakan Seram [Sentra Ekonomi Rakyat Maluku]. Kabupaten Seram Bagian Barat [selanjutnya disebut SBB] sendiri sebetulnya merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Maluku Tengah yang baru berdiri pada tahun 2003. Terdiri dari empat kecamatan ; Kairatu, Taniwel, Waisala, dan Piru sebagai ibukota, sarana perhubungan di kabupaten ini boleh dibilang cukup baik. Sebagian besar jalan sudah beraspal sehingga semua kecamatan bisa dilalui mobil. Dari ibukota Propinsi Maluku, Ambon, kabupaten ini bisa dicapai dengan jarak tempuh sekitar tiga jam perjalanan [termasuk penyeberangan Selat Seram dengan kapal feri]. Berjarak sekitar 15 kilometer dari Piru, kecamatan Kairatu terbilang lebih ramai karena letaknya yang berada dekat dengan pelabuhan feri Waipirit. Untuk transportasi, cukup banyak bus-bus dari Ambon yang menuju ke seluruh kecamatan di SBB, sedangkan untuk antar kecamatan biasanya menggunakan angkot. Berbeda dengan tiga kecamatan lainnya yang listriknya hanya menyala selama 12 jam [pk.18.00 – 06.00 WIT], listrik di kecamatan Kairatu menyala selama 24 jam. Untuk sarana telekomunikasi, hanya di kecamatan Piru dan Kairatu yang memiliki akses telepon lokal, selebihnya harus menggunakan telepon satelit. Demikian pula dengan sinyal telepon selular, hanya ada di Piru [Telkomsel] dan Kairatu [Satelindo]. Akses internet sama sekali belum ada di seluruh kabupaten ini.


Rosa sendiri kini ditempatkan di Puskesmas Desa Waimital, Kecamatan Kairatu. Desa ini sejak lama terkenal sebagai daerah transmigrasi sehingga selain penduduk asli banyak juga dijumpai penduduk bersuku Jawa. Untuk kediaman selama bertugas di sini, Dinas Kesehatan Kabupaten telah menyiapkan sebuah rumah dinas bagi dokter dan dokter gigi yang jaraknya hanya sekitar lima meter di sebelah Puskesmas. Rumah dinas ini memiliki empat buah kamar tanpa fasilitas apa-apa. Berhubung di kecamatan rosa juga ditempatkan dua orang dokter umum lainnya yang kebetulan suami istri, maka [daripada jadi nyamuk, secara masih jomblo ] rosa memilih untuk tinggal [baca : numpang] di rumah dinas bidan Puskesmas yang letaknya juga bersebelahan dengan Puskesmas.



Rosa bersyukur dapat ditempatkan di Puskesmas ini karena Puskesmas Waimital adalah satu-satunya Puskesmas di Kabupaten SBB yang memiliki program Unit Kesehatan Gigi Sekolah [UKGS] dan instrumen dental yang cukup lengkap. Dengan adanya program UKGS ini, maka rosa bersama dengan mantri gigi diharuskan untuk turun ke sekolah-sekolah dasar yang ada di wilayah kerja Puskesmas untuk melakukan penyuluhan dan pemeriksaan gigi siswa. Meski memiliki hari kerja dari Senin hingga Sabtu, pekerjaan di Puskesmas tidaklah terlalu berat. Dalam satu hari minimal ada satu pasien di poli gigi dan tindakan yang paling sering dilakukan adalah pencabutan meskipun gigi tersebut hanya berlubang kecil. Hal ini disebabkan kecenderungan pasien yang berpikir bahwa tindakan penambalan hanya akan mengakibatkan rasa sakit lanjutan setelah perawatan. Walaupun telah diberikan pengertian secara panjang lebar bahwa dengan pencabutan gigi justru akan menyebabkan masalah lanjutan setelah tindakan, tetapi tetap saja mereka meminta untuk dilakukan pencabutan.


Sekian dulu laporan pertama mengenai pelaksanaan tugas rosa di ranah seribu pulau ini. Insya Allah, jika seseorang yang baik hati masih berkenan untuk membantu rosa posting, tulisannya akan dilanjutkan kembali . Dangke! [= terima kasih, in Moluccas]



8 comments:

Anonymous said...

ASw nakkk..
baru tau si anak ini ternyata ada bakat jadi wartawati .. :p
wah, lengkap juga laporanmu.. bagus dech Cha, dari dulu aq bertanya2 gimana kamu hidup, tinggal dengan siapa, kasian betul kamu nak merantau sendirian... huehehe... (ups... ^.^;)
M.Angga menanyakan apakah kamu sendirian... dia prihatin dengan nasibmu... sms-lah dia sesekali nak..
Fotonya bagus, udah diposting di FS?
Anyway, good luck and smoga sukses yah, dalam PTT maupun dalam pencarian pelabuhan hati... wish me luck too.. Im suffering too you know... (hiks.. huweee.. ^_^)
wass

iDi@N - iPpEN said...

ooh.. ternyata SERAm itu singkatan toh.. baru tau ane hehehehe :P
Tetep semangat yah cha.. tinggal beberapa bulab lagi... ayo cha.. semangkaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :D

Anisa said...

Alhamdulillah, akhirnya dokter cantik yang satu ini posting untuk menceritakan tempatnya mengabdi skrg.
Met bertugas ya Cha, sabar dan tawakal. Biar jauh dari Jakarta yang penting dekat dengan yang Kuasa.

Spedaman said...

whoaaa dah 3 bulan, tinggal 3 bulan lagi!!
ga kerasa ya?

rudinnya lumayan jg dok, at least ga separah disini:P

btw sering main ke KPPN ga?
hehehe,,,

Dimas said...

Ass wr wb,

Dangke = Terima Kasih ?

Perasaan kalo bahasa Jerman 'Danke' juga terima kasih deh .. jadi ada pengaruh Jerman juga x ya ?

Sepertinya deskripsi d Rosa tentang Pulau Seram bisa membuat orang terbayang gimana keadaan nyatanya ya, tapi kok masih belum ada internetnya ya ? Jadi online akhir2 ini gimana d ?

Oke deh, semoga 4JJ1 memudahakan di Pulau Seram yang cukup jauh dari Jawa ya ?

Wass wr wb,

--Dimas

kabul said...

alo dok.. kangen nih, dah lama kagak diperiksa ma dokterkuw nan kece..

nanti sepulangnya dikau dr pulau aneh, ma'em bareng yuk sambil crita2 gitu.. :D

miz u
~pasienmu yg horny~

Ree said...

lapor...

udah komen juga nii..

:p

herman.e.t said...

salam kenal dr.Rosa...saya Herman Tomatala senang ada orang jauh yang tau detil daerah saya..bikin saya kangen sama kampung,terutama liat foto2 yang anda buat..saya berasal dari kairatu..12 tahun di Jakarta saya cuma pulang 1X,thn 2005..saya yakin keluarga saya disana ada yang mengenal anda saat anda bertugas disana..boleh kita koresponden lewat e-mail?thanks.
Herman.E.T...htomatala@jisedu.or.id