Credits to

Powered by Blogger

Saturday, July 28, 2007

Anaknya di Laut

Mungkin seorang La Jamal tiada pernah menyangka bahwa anak kembarnya yang lahir lima belas tahun silam akan berbeda dengan anak kembar lainnya. Selama hamil, istrinya tidak pernah ngidam hal-hal yang aneh meski memang pernah mengeluhkan adanya suatu firasat yang kurang enak. Persalinan yang dibantu oleh seorang dukun beranak di desa Tulehu, Maluku Tengah, tersebut merupakan suatu keajaiban bagi ia dan keluarganya. Bayi laki-laki pertama yang terlahir dari rahim istrinya malam itu langsung meninggal di tempat sesaat setelah menatap dunia. Selang beberapa waktu berikutnya, lahirlah bayi keduanya. Namun, bayi keduanya ini sungguh berbeda dari bayinya yang telah lahir lebih dahulu. Bayi ini masih terbungkus rapi dengan plasenta. Dia tidak memiliki kepala, tangan, dan kaki seperti layaknya bayi manusia normal. Betapa kagetnya La Jamal begitu mengetahui bahwa bayi yang terbungkus plasenta itu justru berwujud seekor binatang laut yang kerap ditemuinya ketika sedang melaut. Ya, bayi keduanya itu berwujud seperti seekor gurita dengan kepala dan tentakel di dalam plasenta tersebut. Setelah menyadari bahwa tempat hidup anak yang kemudian diberi nama Ode Jaga itu bukanlah di daratan, maka pria asal Buton kelahiran tahun 1960 itu pun lantas melepasnya ke laut setelah menyematkan sebuah cincin emas pada salah satu tentakelnya.


Bagi sebagian orang perkara di atas mungkin merupakan hal yang sangat mustahil untuk terjadi di dunia nyata. Namun, bagi orang-orang yang berasal dari suku Buton kejadian tersebut bukanlah hal yang luar biasa karena sudah lumrah terjadi secara turun temurun. Dalam satu keluarga suku Buton, pasti ada saja yang memiliki kerabat berupa hewan yang kebanyakan berwujud gurita. La Jamal sendiri memiliki seorang sepupu yang tinggal di pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang juga memiliki anak seekor gurita. Menurut lelaki yang kini berdomisili di desa Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat ini, hal tersebut mungkin merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang mereka yang kebanyakan adalah pelaut.


Gurita yang lahir dari rahim manusia ini memiliki beberapa perbedaan dengan gurita yang kerap ditemui di laut. Dilihat dari bentuk kepalanya, gurita anak manusia memiliki bentuk kepala yang memanjang seperti cumi-cumi, berbeda dengan gurita laut yang memiliki kepala membulat dan agak pendek. Jika posisi mata gurita laut terletak agak menyamping, maka posisi mata gurita anak manusia terletak lebih ke depan. Satu perbedaannya lagi adalah, pada gurita anak manusia dapat ditemukan selaput-selaput yang saling menghubungkan antar tentakelnya. Hal ini tidak dapat ditemukan pada gurita laut. Hampir seluruh gurita anak manusia ini konon katanya berjenis kelamin perempuan. Meski dalam wujud seekor gurita tidak dapat diketahui jenis kelamin dari anaknya, tetapi La Jamal mengaku sering didatangi oleh anaknya tersebut dalam wujud seorang perempuan.


Walaupun domisili orang tuanya kini berbeda dengan pada saat ia dilepas ke laut, tetapi gurita ini dapat mengetahui tempat tinggal keduanya yang sekarang dengan benar. Menurut penuturan Wa Zahara, istri kedua La Jamal, Ode Jaga terakhir kali mengunjungi mereka di pantai belakang rumahnya pada tahun 2003 lampau. Bukan hanya mengunjungi kedua orang tuanya, masih menurut perempuan yang memiliki empat orang anak ini, Ode Jaga juga kerap menyambangi kediaman sanak saudaranya di berbagai tempat di pulau Ambon dan Seram.


Untuk mengetahui apakah gurita yang naik ke pantai belakang rumahnya adalah Ode Jaga atau bukan, biasanya La Jamal menggunakan bahasa isyarat. Jika benar ia adalah Ode Jaga, maka tentakel gurita tersebut biasanya akan langsung memeluk jari sang ayah. Sebagaimana layaknya hewan laut lainnya yang tidak dapat hidup lama di daratan, maka biasanya Ode Jaga hanya berada di rumah orang tuanya paling lama satu malam. Sebelum dilepas kembali ke laut, orang tuanya biasa membekali Ode Jaga dengan sejumput ketupat, telur, piring putih, uang, dan sirih pinang. Perbekalan tersebut biasanya akan dipeluk oleh tentakel Ode Jaga untuk kemudian dibawa serta ke dalam laut.


Meski tak serupa dengan anak-anak lainnya, La Jamal bersyukur memiliki seorang anak di laut. Anaknya kerap menunjukkan jalan baginya apabila tiba-tiba tersesat di tengah lautan. La Jamal tinggal menyebut nama anaknya tersebut, maka sesaat kemudian ia akan bisa melihat daratan tujuannya. Karena ketiadaan bukti otentik berupa gambar anak guritanya, kisah La Jamal ini mungkin terdengar seperti isapan jempol belaka. Namun, sebagai seorang hamba yang meyakini kebesaran Rabbnya, maka hal tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk diciptakan oleh Allah. Dan, sejatinya Rabb Semesta Alam tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Seekor Ode Jaga, bisa terlahir dari rahim seorang manusia adalah agar umatnya mau lebih mentafakuri segala ciptaanNya.


Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur'an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” [QS. Al Hajj : 54]


10 comments:

desan said...

wallahu alam.. percaya nggak percaya

oranghutan said...

Ketika saya membaca kalimat.
"Anaknya kerap menunjukkan jalan baginya apabila tiba-tiba tersesat di tengah lautan. La Jamal tinggal menyebut nama anaknya tersebut, maka sesaat kemudian ia akan bisa melihat daratan tujuannya."

Saya teringat Yunus: 21-23.

Terutama pada ayat 22.
Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo’a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta’atan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur".

Seyogyanya hanya Allah lah yang dimintai pertolongan ketika kita ditimpa kesulitan.

wallahu'alam

dik said...

subhanallah...

glek! kaget, percaya gak percaya, subhanallah.. memang sih gak ada yg gak mungkin, tapi gak wajar banget, emang deh gak akan mungkin 100% percaya kl ga ngeliat sendiri

tapi des, harusnya lo sempet2in foto2 berdua ma ode @_@

wallahu'alam bishawab...

Anonymous said...

Jiwa yang rapuh…
Dan tak lagi utuh…
Kemana lagi harus kucari penawarnya..
Adakah dirimu yang memilikinya…

bebek said...

Ya Awooooh... itu si orang tuanya beneran ada? rosa suka ngobrol ma mereka ga?

kenalin aku juga dong.. :D

tapi jangan datangi aku loh ...

bisa2 susah tidur ntar malem kalo didatengin, secara tempatku juga di pinggir pantai :p

iDi@N - iPpEN said...

Subhanallah....

Speechless gw

ida_zy said...

assalamualaikum rosa
ida dari malaysia ni
ingat tak?

with regards to this entry:
yang perlu kita percaya ialah:
Allah Maha Berkuasa menjadikan segalanya
jika Dia mahu, maka jadi lah ia
'kun fayakun'
sebetulnya kisah-kisah
pelik sebegini
pernah saya dengar di kampung kelahiran bapa saya
maka mungkin sebab itu
saya tidak begitu hairan
apapun, ternyata...
ini semua kuasa Allah

Dimas said...

Ass wr wb,

K Dim cuman punya satu kata

Subhanallah!

Wass wr wb,

--Dimas

kabul said...

kok gurita?... masih bisa gw bayangin.. nah yg gw ga bisa bayangin klo kembarannya berbentuk rumput laut.. susah dah tuh.. asli susah!... bisa2 dipanen orang buat dibikin ager2...

oh iye... buat anak Jakarte yg masih punya akal sehat dan hati nurani yg bersih, jangan lupa nyoblos no.1, inget yah, no.1, karena apa? agar suara elo2 pada sah. Soalnya klo nyoblos 2, jadi kagak sah... bgitu peraturan dr KPU. Jadi cukup nyoblos no.1 aja yah.. ;)

klo perlu quickguide, bisa buka

http://www.adang-dani.com


~kabul~
klo urusan coblos mencoblos, gw jagonya... klo ada yg mau dicoblos, PM gw aja yah ;) jgn di broadcast di blognya ocha :D

Bagus SW said...

Assalaamu'alaikum..

Believe it or not!

Nice story Cha.. Subhanallah..

Wallahu a'lam..

Suara nomor 1 belum cukup untuk jadi gubernur nih..

Salam dari Jakarta Royo.. Royo..

Wassalaam..