Credits to

Powered by Blogger

Wednesday, July 11, 2007

Cuti

“Cha, si Eve jadi pulang tanggal 12 nanti dan kayaknya semua yang PTT, vera, diaz, iges, thea, bakalan ambil cuti buat pulang dulu ke Jakarta. Ocha gak mau pulang dulu ke Jakarta? Gak kangen sama rumah?” [SMS dari Thea]

Matahari sudah tinggal sepenggal kala aku menerima SMS dari salah seorang rekan sejawat yang juga sedang menjalankan tugas profesi dokter gigi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku tersebut. Sudah dua bulan dia menjalani tugas di Puskesmas Tomalehu yang masih satu kecamatan dengan Puskesmas Waimital, Puskesmas tempat aku bertugas sekarang ini. Memang sejak awal kedatangannya ke sini, dia sudah berencana untuk pulang ke Jakarta pada bulan Juli ini. Untuk itu, dia pun mengajakku untuk pulang bersama ke Jakarta.
Selain alasan ingin refreshing, ketidakbetahan dia di sini juga menjadi penyebab utama rencana kepulangannya ke Jakarta.

Sekarang ini, entah sudah jadi suatukewajiban atau kebiasaan bagi dokter atau dokter gigi yang sedang menjalankan PTT untuk mengambil cuti dan pulang ke rumah tinggal mereka [biasanya yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya] pada masa tugas. Hal ini sebetulnya telah diantisipasi oleh pihak Depkes dengan membuat surat pernyataan terikat kontrak yang ditandatangani di atas materai yang melarang dokter atau dokter gigi PTT untuk mengambil cuti selama masa tugas, yang bila dilanggar akan dikenai sanksi. Namun, rendahnya pengawasan dari dinas kesehatan setempat tampaknya membuat dokter atau dokter gigi kadang tidak menghiraukan larangan ini. Mereka yang ingin mengambil cuti untuk pulang ke rumah biasanya membuat seribu satu alasan pada pimpinan Puskesmas agar dapat diberikan izin. Bahkan, terkadang ada dokter atau dokter gigi yang mangkir dari tugasnya selama berbulan-bulan tanpa alasan yang jelas, tetapi tetap menerima gaji beserta insentifnya.

Terlepas dari semuanya itu, jika ditanya apakah seorang Rosa mau mengambil cuti untuk pulang ke Jakarta dulu selama masa tugas? Jawabannya adalah : Tidak. Bagiku, Jakarta akan tetap menjadi kota metropolitan yang polutif dengan segala hiruk pikuknya ketika aku pulang nanti. Namun, suasana di tempat ini mungkin tidak akan kudapati lagi setelah aku kembali ke Jakarta nanti. Aku kian jatuh cinta pada suasana desa dengan segala kesahajaannya; udara yang segar tak berpolusi, lukisan bianglala di cakrawala, derik jangkrik di sunyi malam, suara kodok di deras hujan, sawah-sawah yang menghijau saat musim tanam tiba, menikmati kelapa di tepi pantai berpasir putih yang sunyi, laut eksotis yang menampilkan gradasi warna nan indah, dan suasana pegunungan yang demikian hijau. Selain itu, aku ingin menggenapi kontemplasi untuk mentafakuri segala karyaNya di ranah ini. Air Putri, Air Terjun Ahuru, Gua Naga, Puncak Gunung Sirimau, Tanjung Setan, Pulau Kasa, Benteng Duurstede, Taman Nasional Manusela, kepulauan Banda…tunggu kedatanganku!!!


9 comments:

triadi said...

wah jadi yan pertama ni..

jarang blogwalking kayanya ya...
btw..setia mengabdi nih ceritanya

Spedaman said...

wuih hebat dok!
ga mau cuti.
tanggung euy, 3 bulan lagi:D

btw dah kirim imel ke om Dody JP blum?
siapa tau aja dia tertarik untuk ngajak Medina Kamil kesana;)

Bagus SW said...

Assalaamu'alaikum..

Maaf Cha baru kasi komen, pas banget nih topiknya ngga berat, hehe...

Wah ngga pulang ni? Ude bosen Jakarta ya??

Sip Cha... Pengen juga ngerasain tenangnya pedesaan...

Tapi kan angker Cha disana, hehe...

SIAPA TAKUT YEE...!!!

Ada rencana berkarir disana Cha? Siip...

Wassalaamu'alaikum...

Muhammad Mufti said...

Jalan-jalan kok lihat foto pemandangan yang bagus, sebagus blognya.

Anonymous said...

Asw chaaa..
Deu yang mo masak, awas jangan buru2 nanti salah bumbu ;) takut keburu mati lampu lagi yah??
Wah bagus tuh komitmennya, katakan tidak pada segala penyimpangan kerja! Huehehe.. Eh tapi kalo mo ikutin jejakku yang tukang ngaret n doyan bolos kalo kerja, boleh juga sih Cha... kan kamu fanskuuu.. buktinya sampe gemezz gitu mo cubit2 aku :D
Eh... btw, aku dah tobat kok sekarang, udah dateng jam 7 pagi n jarang bolos.. abis bos yang baru perhatian banged seehhh.. Hwahaha.. kena sentil dech aku jadinya.
So.. buat Ocha, semoga tetep istiqamah disana, baik dalam pekerjaan maupun dalam hal kebersamaan dengan sang Pencipta, amin!
WAss

kabul said...

ocha gak pulang ke jakarta karena takut nraktir gw... secara... klo dah masuk resto, segala macem makanan mesti gw cobain! iya kan? iya donk... bener kan? bener donk... :D

Anisa said...

Alhamdulillah,masih ada dokter seperti drg Rosa.Mudah2an sikap rosa bisa menjadi suri tauladan bagi teman2 PTT yang lain.

Met bertugas cha...mudah2an makin kerasan.

iDi@N - iPpEN said...

heuheuuee.. klo aku sering bolosnya daripada cuti... yah maklumlah emang gak ada cuti.. jadi salah satu caranay yah sekali kali bandel dgn membolos hehehhehe

Agam said...

btw, ngapain ya namanya koq kabupaten seram ?
Banyak hantunya ya?
hehehe...
btw, disana bisa internetan juga ya? :p
Moga2 ntar aku PTTnya gak didaerah yang gaptek.