Credits to

Powered by Blogger

Wednesday, August 01, 2007

Batu Capeo

Syahdan, pulau Ambon dapat berdiri dengan kokoh karena disangga oleh tiga buah pilar yang terdapat di bawahnya. Seiring berjalannya waktu, dua buah pilar yang menyangga pulau tersebut kini telah hancur karena gempa yang kerap terjadi di bawah laut. Dengan demikian, pulau Ambon kini hanya disangga oleh satu pilar dan apabila terjadi gempa hebat mungkin saja pulau ini akan dapat tenggelam dengan mudah layaknya benua Atlantis.


Kisah tersebut dipercaya oleh masyarakat Ambon karena di desa Amahusu kecamatan Nusaniwe, sekitar lima belas kilometer dari pusat kota Ambon, terdapat representasinya dalam bentuk sebuah batu. Batu ini kemudian diberi nama Batu Capeo yang memiliki arti ‘Topi’. Dinamai demikian karena batu ini memang memiliki bentuk yang menyerupai topi terbalik. Bentuk pulau Ambon direprentasikan pada bagian puncak dari batu, sedangkan satu pilar yang menyangganya dikejawantahkan sebagai bagian batu yang menghujam ke pantai.

Batu Capeo sendiri dikelilingi oleh pantai pasir karang dengan panorama teluk Ambon. Pantai ini belum mengalami banyak pembangunan sehingga masih sangat alami. Geliat ombak yang demikian tenang dan laut yang begitu jernih jauh dari pencemaran lingkungan semakin menambah daya tarik lokasi ini. Selain itu, panorama matahari terbenam juga dapat disaksikan dengan jelas dari sini. Di dekat lokasi ini juga terdapat satu gunung yang bernama Gunung Nona. Masyarakat Ambon meyakini satu legenda bahwa dahulu ada seorang putri yang turun dari gunung tersebut untuk kemudian melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang kini menjelma menjadi obyek-obyek wisata indah di sekitar lokasi Batu Capeo.


2 comments:

iDi@N - iPpEN said...

oh klao di jakarta itu mungkin batu Capedeh.. hehehehe :D

Anonymous said...

Kerendahan hati terpancar dalam setiap tulisanmu
Kata demi kata terangkai begitu apik,

Kemahiranmu dalam menulis tentang apa saja semakin membuatku terpesona olehmu,

Andai Rabb menganugerahi aku perempuan seperti dirimu..