Credits to

Powered by Blogger

Thursday, August 23, 2007

Serenada untuk Belahan Jiwa

Sayang…
Sungguh belum jua ada ilham yang menyambangiku mengenai siapa sejatinya dirimu, yang menjadi belahan jiwaku. Bertanya-tanya di tiap desahan nafas, apakah kau dan aku telah saling melontar kata, atau memang persinggungan aura itu belum pernah terjadi? Sekejap, seolah ku jumpaimu dalam serpihan do’a, sujud panjang, mimpi, lembaran lontar, atau bahkan pada secarik elegi cinta. Ternyata, isyarat itu hanyalah sebilah fatamorgana, meski roja’ kerap menyertai kala ku kepakkan sayap menuju bianglala.

Ksatriaku…
Aku dengan segenap keimananku sungguh meyakini bahwa engkau adalah lelaki pilihanNya. Engkau adalah makhlukNya yang terbaik yang akan berada di sampingku hingga pada saatnya senja menempa raga. Engkaulah bintang Venus yang bersinar cerah di jingga langitku. Duhai ksatria, terbangkan aku dengan kuda sembranimu menuju romantika cinta yang bukan sekedar semiotika. Kau dan aku disandingkan oleh iradahNya, karenanya ku mohon jangan sekali-kali kau ingkar dari mencintaiNya. Cintailah aku, setelah engkau persembahkan cinta tertinggimu pada Allah dan RasulNya.

Rindu...
Di belahan bumi manapun engkau berdiri kini, meski mungkin tak sebaik padang pertemuan Adam dan Hawa, aku percaya bahwa Sang Pemilik Jiwa telah menyiapkan tempat terbaik untuk kita bersua. Wahai rindu, untuknya tak perlu kau berkeras menyelami Atlantis yang tinggal legenda. Aku pun jua rasakan resah yang menjarah hatimu. Bahkan, kerinduan ini layaknya khamr yang kian menelan kesadaranku. Namun, sekali lagi aku mohon : bersabarlah. Kesabaran akan selalu berbuah indah, dan sungguh sesuatu yang indah akan datang pada saatnya kelak.

Cinta…
Kau adalah imamku. Engkau adalah pakaian bagiku dan aku adalah pakaian bagimu. Karenanya, kenakanlah baju zirahmu tuk bertarung demi kehormatanku karena engkau adalah pahlawan yang telah lama kuimpikan. Hari demi hari akan kita hiasi dengan ketundukan padaNya. Kelamnya malam akan kita terangi dengan tangis munajat kehadiratNya. Sunyinya istana kecil akan kita riuhkan dengan tawa jundi-jundi yang kelak dititahkan melanjutkan perjuangan menegakkan dienNya di muka bumi.

Kasih…
Kau dan aku miliki masa lalu. Masa lalu kerap menjadi bumerang bagi insan yang enggan memandang ke depan. Namun, dengan peleburan jiwa sebuah lembar baru kehidupan pun telah dimulai. Akadnya, kita hidup untuk hari ini dan hari esok, dan tiada guna hari kemarin melainkan ibrah dan mauidzah. Sekali lagi kuyakini bahwa itu adalah bekalan terbaik untuk merengkuh masa depan nan futuh.

Pangeranku…
Tetaplah sanjungkan harap di dua pertiga malammu. Biar ku dengar lamat isakmu di balik hijab penantianku. Duhai pangeran, bukan hanya Pandawa yang bisa berbangga dengan loyalitas seorang Drupadi, satu ikrarku dengan persaksian malaikatNya : aku jua akan berikhtiar tuk menjadi yang kau bangga.


17 comments:

Spedaman said...

whoaaa tulisannya bagusss..

kapan pulang dok?

ursecretadmirer said...

dan,

bolehkah bila tulisan ini ditujukan untukku Dinda?

...

aku-presiden said...

luar biasa berat..

bukan sekali, dua kali, melainkan tapak demi tapak yang pasti..

hanya berharap, berusaha, dan berjuang memupuk istiqamah yang senantiasa menjaga manisnya sabar dan syukur melaksanakan semuanya..

Ady said...

Keren.....
Apa kabarnya Rosa.. gimana PTTnya asik toh...

TaTa said...

ehem ehem..lagi kangen seseorang yah Rosa ?

Deasy said...

ehm ehm,
Chaku..semoga kamu segera mendapatkan belahan jiwa yang terbaik ya. Aku udah gak sabar nich pengen gendong ponakan yang luthu..^_^

Fajar Ramadhan said...

Tulisan yang unik dan ditulis dari hati paling dalam sang penulisnya sehingga pembaca bisa ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh penulis.

Satu hal lagi saya melihat ada kesinambungan antara tulisan terakhir dengan tulisan-tulisan sebelumnya di halaman ini, kecuali ada satu tulisan yang tidak ada relasinya dengan tulisan lain. Fascinating!

Good job girl, jarang orang yang bisa menulis secara berkesinambungan seperti ini.

Salam kenal dari saya.

eva said...

alhamdulillah baik... rosa juga semoga baik2 aja di seram ya...
dan ikut mengaminkan tulisannya... semoga diberikan yang terbaik sama yang di atas..

Calysta Dhinda Oktarasya said...

wuahhh tulisannya keren banget...jadi kapan niy pulang???

bibipbondry said...

halo te rosa ... hisasibure ne ^o^
ogenki?? uci mo genki da you...

ini lagi kangen ma sang ksatria ato kangen ma pangeran hmm ato kangen kekasih hehe...
iya moga2 cepet nyusul ya tante, undangannya ya jgn lupa hehe...

Queen said...

duh ocha, melow mode on-nya jero' pisan siiiii. buruan balik ke jakarta makanya biar segera ketemu belahan jiwanya atau jangan2 udah ada di seram ya? hehehehe

Agam said...

Semoga bisa cepet selesai PTTnya. Biar penantiannya gak lama2 :)

iDi@N - iPpEN said...

hemmmm semoga kesabaran RoSa membuahkan hasil yg manis yah..

Semoga sang Ksatria segera menemuimu

*klo balik ke jkt, jgn lupa oleh2nya :P

Aryanto Abidin said...

Assalamualaikum. Serenada untuk belahan jiwa. saya harus berulang kali membacanya untuk meresapi nikmatnya tulisan ini. Teramat sayang kalo saya membacanya sekali. Bu Dokter, kenya berbakat jadi penyair besar. Tulisan ini adalah ungkapan kesabaran seorang perempuan menanti hadirnya belahan jiwanya. Maka bahagialah orang yg menjadi belahan jiwanya. Jujur, sy terharu membacanya. Terharu dg rintihan kesabarannya. Sebuah pengakuan yg jujur. Sangat jarang perempuan yg mengungkapkannya secara jujur spt "SERENADA UNTUK BELAHAN JIWA"

Anonymous said...

wah wah wah, emang bener deh Bu Dokter yang satu ini romantis tis tisssss bangeddddhhhh

Anonymous said...

A great knight shall only rises from a great war
The question is do you prepare to fight together when one comes upon you, my dear Rosa
Then for thy love shall be proven

RoSa said...

@Spedaman : Makasih Oom, ya insya 4JJI secepatnya, Doain aja ya =)

@secretadmirer : hmmm, sure, but if U're truly my prince ;)

@aku-presiden : Duh, Mas udah 2x24 jam tetep aja aku gak ngerti maksud ni komen, kqkqkqkq

@Dr. Ady : Alhamdulillah baik aja Dok, asik banget PTT di sini =)

@Mba Tata : hehehe, justru sbaliknya, lagi gak kangen sama siapa2 =D

@Deasyku : Amin Ya Rabbal'alamin, hehehe doain aja yaaa, semoga ponakanmu cepet muncul :P

@Fajar Ramadhan : Terima kasih banyak atas analisisnya, salam kenal kembali dari saya =)

@Mba Eva : Amin, makasih banyak ya Mba =)

@Bunda Calys : maunya sih scepatnya Mom ;)

@Caca : hai caca...Alhamdulillah genki desu ka ;)

@Queen : heheheh, tenang Tu selera masih di Indonesia Barat koq :D

@Agam : Amiiin =)

@Ippen : Siap Pen, tenang aja oleh2 itu urusan gampang deh pokoknya ;)

@K Arya : JZKK, sudah ber'einfuhlung' =)

@Anonymous : hueheheh, biasa aja koq :D

@Anonymous : I Know who you are, exactly! ;) Thank you for teaching me how to against this cruel life...and surely, all of memories about you will well kept in my mind =)