Credits to

Powered by Blogger

Thursday, October 04, 2007

Masih Mau Merokok ???

Anda punya kebiasaan merokok? Atau Anda ingin mencoba-coba menghisap rokok? Sebaiknya buang jauh-jauh kebiasan atau keinginan Anda tersebut. Kebiasaan merokok selain telah terbukti menjadi salah satu penyebab penyakit jantung koroner dan kanker paru, ternyata juga dapat mempertinggi resiko kehilangan gigi. Hal ini secara konkrit telah dibuktikan oleh Dr. Bayati dari Universitas Malaya, Malaysia. Dalam penelitiannya, Dr. Bayati mengambil sampel 2506 gigi permanen dari perokok dan bukan perokok yang berusia antara 15 hingga 64 tahun pada penduduk Sana’d, Yaman. Hasil yang didapatkan dari risetnya adalah ternyata perokok lebih mudah kehilangan gigi geligi daripada mereka yang bukan perokok.


Merokok sejatinya dapat menyebabkan perubahan panas pada jaringan mukosa mulut. Hal ini kemudian berdampak pada pengurangan aliran darah ke jaringan gingiva [gusi]. Rendahnya kebersihan mulut pada orang yang merokok juga menyebabkan akumulasi plak pada gigi. Akumulasi plak ini lama kelamaan dapat menyebabkan timbulnya karang gigi di bagian bawah gusi tanpa disadari. Dengan adanya karang gigi tersebut, maka perlekatan gigi dengan jaringan penyangganya akan semakin berkurang.


Pada orang yang yang tidak merokok, akumulasi karang gigi pada jaringan penyangga gigi dapat menyebabkan terjadinya peradangan yang salah satunya ditandai dengan adanya perdarahan [seperti misalnya saat menyikat gigi]. Berbeda halnya dengan orang yang merokok, akumulasi karang gigi pada jaringan penyangga gigi tetap menyebabkan peradangan, tetapi karena aliran darah ke gusi telah berkurang, maka akan sulit sekali ditemui adanya perdarahan. Padahal, perdarahan adalah salah satu manifestasi yang menandakan adanya peradangan. Jika tidak terdapat perdarahan, maka akan sulit sekali untuk mengetahui adanya peradangan pada jaringan penyangga gigi secara klinis. Akibatnya perokok biasanya tidak menyadari bahwa jaringan penyangga giginya telah mengalami peradangan.


Adapun proses peradangan jaringan penyangga ini berlangsung cukup lama sehingga biasanya baru disadari apabila telah terjadi kerusakan yang cukup parah. Kerusakan tersebut bervariasi mulai dari sekedar kegoyangan hingga akhirnya kehilangan gigi, meskipun tidak memiliki lubang.


Pada akhirnya, sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa kehilangan gigi akan mempengaruhi proses pengunyahan makanan, penampilan, dan fungsi bicara. Kehilangan gigi belakang, biasanya akan menyebabkan terganggunya proses pengunyahan makanan yang kemudian akan berimplikasi pada gangguan pencernaan. Selain itu, kehilangan gigi depan dapat menyebabkan penurunan rasa percaya diri dan gangguan pada pengucapan huruf-huruf tertentu. Jadi, masih mau merokok juga bila dampaknya demikian banyak ???


19 comments:

Andik said...

Negara apa yg kebanyakan penduduknya pada ompong??

Jawab: Negara Maroko...

(garink mode on :D)

key_girl said...

whehehehe....
untung saya gx merokok...:D

Klo gx bisa ompong nih....

Lam knal ya mb...:)
visit my blog:)

Fajar Ramadhan said...

Wah, serem juga ya dampak merokok buat tubuh secara keseluruhan dan mulut secara khusus.

Alhamdulillah saya dari dulu gak pernah merokok, cuma koq kalau sikat gigi sering berdarah ya Dok? Apa karena peradangan ya?

iDi@N - iPpEN said...

Mampus tuh para perokok... apalagi yg ngerokok disembarang tempat (tempat umum) bagi2 penyakit aja buat yg gak ngerokok.. hemm heran juga jaman sekarang wanita udah gak malu lagi dan malah merasa bangga dgn menghisap rokok...dikiranya keren apa... merokok = bunuh diri secara perlahan. dan kita semua udah tahu klo bunuh diri hukumnya haram/dosa..

ichal said...

makasih bu dokter, informasinya sangat berharga!!!

triadi said...

wah info kaya gini ga mempan buat perokok dok! hehehe

RoSa said...

@Mas Andik : sejuta bagi sepuluh ribu --> cepeee dehhh :P

@Key Girl : alhamdulillah, bahaya thu kalo ngerokok, salam kenal juga ya, makasih udah mampir :)

@Fajar : iya thu, bisa jadi ada peradangan, coba cek ke dokter gigi terdekat di kota Anda deh ;)

@Ippen : Duh Pen, jangan marah2 gitu donk, pake kata2nya sarkastis amat :P

@Mas Ichal : Sama2 Mas :)

@Mas Triadi : wuah, terus yang mempan yang kayak gmana donk, Mas?

mata said...

saya sudah 7 tahun berhenti ngerokok. syukur deh.,.. :)

Mohammad Bakhriansyah said...

Untung aku juga ga merokok... pernah nyoba-nyoba tapi ga merasa ada enaknya...

Kalo di sini untungnya orang jarang merokok di tempat umum... jadi syukur sekali ga jadi perokok pasif..

Spedaman said...

Kok ga ada perokok yg ngasih komen ya?:p

daripada ngerokok, mendingan bersepeda:D

*kring kring*

ichaAwe said...

alhamdulillah...dirumah ini gak ada seorang pun yg merokok

w@hyu said...

wah, dampak rokok ternyata sampai ke gigi juga ya. tapi kalo orang udah kecanduan mah jarang mau peduli. udah tau lebih banyak mudharat daripada manfaatnya tetap aja dilakonin..

alhamdulillah aku gak pernah merokok dan sama sekali gak tertarik utk mencobanya.. :)

Anang said...

hentikan rokok sebelum rokok menghentikan hidupmu

aroengbinang said...

ada kalanya merokok itu perlu bagi kesehatan jiwa, namun merokok berketerusan merusak raga. untuk mendapatkan yg satu memang kadang harus mengorbankan yg lain.

tidak selamanya yg terlihat buruk itu buruk, dan yg terlihat baik itu baik. ruang dan waktu, konteks, kadang itu berperan.

Tiwi said...

Ogah ach ngerokok! gak ada manfaatnya.

secret admirer said...

tentu, aku tidak akan merokok selamanya untukmu Dinda :)

Iman Brotoseno said...

waduh saya sambil membaca postingan ini sambil nglempas nglempus ngerokok..he he..Berapa kali mencoba quit cuma selalu gagal.. Belum ada obat yang bisa ngurangi stressed out. Rokok memang jelek, cuma kayak candu dibenci tapi dinikmati..Prof fuad Hassan pernah bilang ( sebagai smoker sejati )..If you smoke don t quit, but if you dont smoke dont try

RoSa said...

@Mata : Alhamdulillah, bisa bebas dari rokok :)

@Mas Bakhri : Alhamdulillah, aman dari bahaya rokok, Insya Allah ;)

@Dhani - Spedaman : betul!!!ayo kampanye, dari pada rokok, mendingan gowes :P

@Mom Icha : Alhamdulillah, aman deh kalo gitu ;)

@Wahyu : Iya, dampaknya menyeluruh, baik ke tubuh secara umum, serta gigi dan mulut secara khusus...better stay away deh :)

@Mas Anang : Betulll!!!

@Pak'e Aroeng : Kekna, si Pak'e tmasuk salah seorang perokok ni, kqkqkqkqk

@Mom Tiwi : Iya, daripada ngrokok, mendingan ngemil yah Mom :p

@secret admirer : lho? g merokok buat si Dinda? buat diri sendiri dunk ah, xixixi

@Mas Iman : kalo udah kcanduan, emang susah berhentinya ya? kekna perlu dpikirin thu terapi yang pas bentuknya apa ya? :-?

Totok Sugianto said...

Saya baru 2 minggu berhenti merokok setelah sepuluh tahun menikmatinya. Sebenernya sama dgn alasan Mas Iman belum ada obat yg mujarab untuk membunuh stress selain rokok hehehe... tetapi sekarang saya sudah mulai terbiasa kok hidup tanpa asap rokok. Dan yg penting tidak akan pernah mencoba merokok lagi. Karena pengalaman yg sudah2 kalau hanya sekedar mengurangi saja tetap kebiasaan ini tidak bisa dihentikan. Jadi musti BERHENTI TOTAL. http://totoks.blogspot.com/2007/09/aku-berhenti-merokok.html