Credits to

Powered by Blogger

Sunday, February 25, 2007

Legenda [Lagi]

Bismillahirrahmannirrahiim...


dan pergulatan itu kan kembali dimulai

sebuah pergulatan tuk mengejar sebuah legenda

satu legenda yang kan kembali kukejar

memang bukan legenda yang utama

melainkan legenda antara



"Hasbunnallah wa ni'mal wakiilu, Ni'mal maulaa wa ni'man nashiiru"


[Cukuplah ALLAH menjadi Penolong kami dan ALLAH adalah sebaik-baik Pelindung]


mohon segenap do'a agar senantiasa diberikan kebarokahan, kekuatan, kemudahan, serta kelancaran dalam upaya menggenapkan legenda ini


Jazaakumullah khairan katsira...

Wednesday, February 21, 2007

Tunduk



Mi,

mengapa butiran-butiran mutiara

tiada berdaya mengelak ujaran Newton?

menyisakan sembab di cemerlang pagi

tanya : einfuhlung

berkerat sekejap meronta

gaster berkejaran riuh

semesta serasa syahdu


Mi,

mengapa detik-detik lamat nian tuk berputar?

sedang legenda terus mengejar

semburat lembayung hendak menggores senja

yang beranjak raib perlahan tapi pasti

serenada melantun hening dalam jingganya


Mi,

bilakah burung-burung dari Negeri Cumulus

kan sampai di bumi?

sejak mula penantian Lailatul Qadr

yang datang hanya panorama


Mi,

apa tanda patri ‘azzam dalam nurani?

imaji rupa menolak masa di mayapada

tatapan mata bening lelehkan salju

berkas dahi tanda penghambaan

pipi yang melesung dalam tarikan labia

setelah bola-bola opthalmicus

bergerak dengan cepatnya


Mi,

katakan

apa cuma itu yang membikin

sanguinis mendadak plegmatis

hingga kadang autis?

koleris yang tunduk pada kuntum kenanga

mendedah jarak : hingga Selatan

lantas enggan berlayar ke Timur

inginnya mencabik jarak


Mi,

menuliskannya di pasir

hanya kan biarkan ombak menyapunya

melukiskannya di batu

lalu terjangan hujan kan mengikisnya

mencoretkannya di halimun

mentari kan memamahnya kala terik


Mi,

menorehkannya di belantara hati

hanya Ar-Rahiim yang kuasa mencerabutnya

membuncah tapi tak akan pecah

karena sajak-sajak sarat roja’

terlontar seluas cakrawala

tak ada satu gatra pun yang lesap

dan semoga Lauh Mahfuzh jua bertutur

rahim Harafisy sungguh cinderamata

ikhlas tuk menanam benih cintanya

diam,

duduk,

menatap,

Istiqomah


*Mi = Ami = Tomodachi = Freund = Friend


Thursday, February 15, 2007

tentang Eros dan Agape

"Cinta yang eros bisa datang dan pergi seliar-liarnya. Tapi agape, sejak lama dilepaskan dari busur Cupid hanya pada hati yang masih punya setia, rahmat, kearifan (wisdom), dan kelembutan. Ia tak tersentuh dari jiwa yang kasar dan hati yang membatu. Cuma Allah yang mampu membasuh kekeringan itu lewat air mata para malaikat, usai diamanatkan membubuhi hati-hati pilihan dengan cinta."



Ternyata, ada benarnya ketika diujar bahwa cinta yang eros bisa datang dan pergi seliar-liarnya. Cinta yang eros kerap datang laiknya seekor burung yang hinggap di atas kepala seorang anak manusia, tiada terduga kemunculannya. Pilihan kata 'muncul' digunakan karena cukup sulit [meskipun mungkin] untuk membuat atau mengkondisikan diri dapat mencintai seseorang. Setelah cinta melingkupi diri seseorang, maka cinta pun kemudian mulai mengemudikannya ke arah orang yang dicintainya tersebut. Pada titik ini, ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Pertama, jika kepentingan rasional melebihi kepentingan emosional, maka hasrat cinta dapat saja disangkal karena alasan-alasan tertentu. Misalnya saja, pada seseorang yang tegas-tegas menolak kata 'pacaran' dalam kamus hidupnya, sejatinya jua pernah merasakan sesuatu yang bernama cinta. Hanya saja, dikarenakan ketidaksiapan untuk mengejawantahkan rasa cinta itu dalam sebuah 'mitsaqan-ghaliza' atau ikatan pernikahan, mereka biasanya memilih untuk memupuskan hasrat yang ada ke bilangan Andromeda [meski tak menutup kemungkinan untuk lantas dialirkan layaknya aliran sungai]. Kedua, jika tak terdapat alasan-alasan untuk membentengi rasa itu, maka seseorang akan cenderung untuk menuruti dorongan cinta dan berusaha mendekatkan diri dengan orang tersebut.


Untuk alasan kedua inilah, orang terkadang menjadi irasional terhadap orang yang dicintainya atau bisa disebut dengan istilah "Love is Blind". Pada fase ini, cinta yang bersifat eroslah yang sedang menguasai diri seseorang. Hal ini tidak terlepas dari tendensi satu komposisi umum dari cinta, yakni rasa suka. Seseorang dapat memiliki ketertarikan terhadap seorang yang lain biasanya karena terendap kelebihan dari orang tersebut. Dengan kata lain, setelah mengetahui kualitas orang tersebut maka kemudian timbullah rasa suka. Semua yang menjadi kekurangan orang tersebut selaksa runtuh seketika dengan kelebihan yang ada pada dirinya. Namun, hal ini sejatinya patut diwaspadai, karena seperti telah dipaparkan di atas bahwa cinta yang eros dapat datang dan pergi dengan seliar-liarnya. Hal ini pun ternyata didukung oleh sejumlah penelitian biomedis. Penelitian biomedis yang ada menyebutkan bahwa kadar emosi yang meluap kala jatuh cinta dikarenakan oleh sebuah molekul yang disebut nerve growth factor [NGF] yang jumlahnya fluktuatif. NGF ini pulalah yang bertanggungjawab atas tumbuhnya jerawat pada seseorang yang sedang dimabuk cinta. Masih menurut penelitian tersebut, dikatakan bahwa kadar NGF tinggi pada cinta di tahun pertama. Sedangkan pada tahun-tahun berikutnya, kadar NGF biasanya mulai menurun. Dalam hal ini, ada dua lagi kemungkinan yang dapat disimpulkan. Orang tersebut tidak lagi merasakan cinta seperti pada awalnya ia mencinta atau cinta tersebut telah berkembang ke arah cinta yang lebih tinggi atau disebut dengan cinta yang agape.


Tapi agape, sejak lama dilepaskan dari busur Cupid hanya pada hati yang masih punya setia, rahmat, kearifan (wisdom), dan kelembutan. Ia tak tersentuh dari jiwa yang kasar dan hati yang membatu. Jika pada fase cinta eros seseorang cenderung mengidentikkan cinta sebagai kecocokan, maka pada fase cinta yang agape ia harus menyadari bahwa segala kecocokan yang dirasakan pada awalnya bisa saja berubah menjadi berbuncah ketidakcocokan. Ketidakcocokan ini, bila ia tak sanggup untuk mengatasinya, akan menjadi sebuah persoalan besar yang bisa berujung pada penghentian rasa cinta itu secara anomali. Bila pengejawantahan cinta berupa hubungan 'pacaran', maka manifestasinya adalah berupa pemutusan hubungan tersebut. Namun, bila pengejawantahannya berupa ikatan pernikahan, maka kemungkinan dapat terjadi suatu perceraian.


Sungguh, Rabb Semesta Alam Maha Mengetahui tiap detail implikasi dari tiap hukum yang diturunkanNya. Yang menarik untuk dikulik dalam hal ini adalah, mengapa Islam tidak memperkenankan adanya pacaran? Merujuk pada pemaparan di atas, maka dapat dibayangkan apabila sudah timbul ketidakcocokan itu, seseorang harus memutuskan hubungannya begitu saja. Bila berkali-kali alasannya adalah ketidakcocokan, maka mungkin akan berkali-kali pula seseorang gagal dalam hubungan pacarannya. Namun, tidak demikian halnya bila seseorang itu lantas memutuskan untuk mengejawantahkan cinta itu dalam bentuk pernikahan. Bila terjadi ketidakcocokan, seseorang tak kemudian dapat dengan mudah untuk mengajukan suatu perceraian. Begitu banyak hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum keputusan itu benar-benar diambil. Oleh karenanya, ketika dibenturkan pada suatu ketidakcocokan, sudah seharusnya kedewasaan dan kearifan dimunculkan dalam menyikapi kenyataan tersebut agar cinta yang telah dipupuk tak lantas menjadi pudar. Pasangan jiwa sejatinya memang ada dan tetap mencintai serta bersama pasangan jiwa adalah pilihan yang harus dilakukan. Dunia bukanlah tempat untuk mencari manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Untuk itu, belajarlah untuk mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.


*...atas nama cinta ku belajar mengeja ikhlas dan rela...atas nama cinta pula ku belajar tulus dan maaf...*


Saturday, February 10, 2007

Jejak-Jejak Pengharapan

Menangis aku
di haribaanMu
terdampar dalam galaksi antah berantah

Bertanya
siapa yang merindu?
sedang jiwa dalam gulita

Bergetar
di titian penantian tak berbatas
tak kuasa
menggapaiMu
tiada ingin dengan daya residu

Karena Kau sungguh kucinta
Kau adalah pelitaku
Kau kekuatan terbesarku
Kau selalu sayangi aku
meski Kau saksikan diriku
tiap kejapnya dalam gelimangan noda

Kau bahkan selalu menghadiahiku
dengan limpahan kejutan tak terduga

aku setitik air di samuderaMu nan luas
pantaskah ku berharap ada dalam pelukMu???
andai saja ada masa di mana
ku dapat menatapMu
pasti ku kan luruh

-Deasy RoSalina-

Wednesday, February 07, 2007

Ketika...

1. KETIKA AKAN MENIKAH

Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu untuk anak-anak kita.

Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah untuk anak-anak kita.


2. KETIKA MELAMAR

Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.


3. KETIKA AKAD NIKAH

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.


4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo'akan Anda, karena Anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan do'a mereka.


5. SEJAK MALAM PERTAMA

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.


6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.


7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG

Jangan saling berlepas tangan, tetapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.


8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.

Cintailah isteri atau suami Anda 100%


9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.

Jangan bagi cinta Anda kepada [suami] isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak Anda masing-masing 100%.


10. KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.

Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.


11. KETIKA EKONOMI MEMBAIK

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.


12. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI

Boleh bermanja-manja kepada isteri, tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.


13. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI

Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.


14. KETIKA MENDIDIK ANAK

Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.


15. KETIKA ANAK BERMASALAH

Yakinilah bahwa tidak ada seorang anak pun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.


16. KETIKA ADA PIL

Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.


17. KETIKA ADA WIL

Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.


18. KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA

Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.


19. KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS

Gunakanlah formula 7 K

1. Ketaqwaan

2. Kasih sayang

3. Kesetiaan

4. Komunikasi dialogis

5. Keterbukaan

6. Kejujuran

7. Kesabaran


*Dapat satu forwardan email dari milis BSMI JakPus, tapi authornya unknown. Semoga bisa menjadi bahan renungan bersama untuk yang akan dan sudah menikah =)*

Tuesday, February 06, 2007

Lembah dan Bukit



Berkata lembah pada bukit :
"Wahai bukit, betapa liku dan terjal nya dirimu???
Tinggi pepohonan berhias selayang pandang
Titian aral tuk mendaki puncakmu
Sejuknya halimun sampirkan gelora rindu
Jelitanya kelebatan bayanganmu disunting lidah mentari"


Berbalaslah bukit pada lembah :
"Wahai lembah, sapalah rerumputan di sekitarmu
Berbuncah ceria anak kecil yang bermain
di balik ilalangmu tiada cemas
Tanpa ragu harum tanahmu bangkitkan euforia
Dustanya ku berucap bahwa kau sungguh tiada elok"...

-Deasy RoSalina-

*tiap cermin memiliki sisi buram...begitu pula dengan setiap kesempurnaan yang dipandang, selalu akan terselip ketaksempurnaan, tetapi kadang ketaksempurnaan ini kerap terselimuti oleh megahnya kesempurnaan yang ada *

Sunday, February 04, 2007

Kubur

pengap
senyap
terperangkap

tak mantap
kan merayap
dan berharap

malaikat tiada kalap
kaki seribu pantang menyantap
dan perut bumi enggan melahap

...

-Deasy RoSalina-