Credits to

Powered by Blogger

Tuesday, March 27, 2007

Untuknya di 'Arasy


Teruntuk jundi-jundiku di 'Arasy...

Ketahuilah Nak, kehidupan merupakan sebuah daur yang akan selalu melingkar. Engkau tiada akan bisa selamanya berada dalam puncak, atau sebaliknya selalu berkutat di bawah. Ketika engkau berada di puncak, benamkan dalam pikiranmu bahwa perlahan waktu mungkin sedang menggiringmu untuk menuju ke dasar. Kala engkau sedang berada di dasar, yakinilah bahwa waktu pulalah yang akan mengangkatmu hingga engkau dapat mencapai kulminasi tertinggi.


Teruntuk jundi-jundiku di 'Arasy...

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. [QS : 99 : 7-8]

Ketahuilah Nak, berada di puncak mungkin bahkan kerap akan membuat dirimu mengangkasa tiada batas. Jika demikian, ingatlah bahwa jangan sekali-kali engkau menanam sebiji sawi kesombongan dalam hatimu. Jangan pernah berjalan di atas bumiNya dengan kepongahan. Sungguh Nak, tiada yang lebih pantas untuk merasa sombong dibanding Rabb Pencipta Semesta. Sedangkan kita ? Kita hanya makhluk, insan yang berlumur kedhaifan, tak pantas untuk merasa berada lebih tinggi dari yang lainnya. Duhai jundi-jundiku, Tuhanmu hanya melihat kepada tingkat ketaqwaanmu dan tiada yang lain. Oleh karenanya, kerjakanlah selalu kebajikan, meski mungkin itu hanya terlintas dalam benakmu.


Teruntuk jundi-jundiku di 'Arasy...

Ketahuilah Nak, rasa sedih dan perih ketika engkau berada di bawah daur adalah sesuatu yang lumrah. Namun, ingatlah bahwa kegagalan yang kau dapati semata-mata bukanlah aib. Semuanya akan menjadi sebuah aib apabila engkau tetap tenggelam dalam rasa itu. Ya, engkau terus menyesali semua kegagalan yang terjadi hingga akhirnya engkau terpuruk dan tak mau bangkit dari kegagalan.


Teruntuk jundi-jundiku di 'Arasy...

Ketahuilah Nak, ketika Allah sedang memberimu cobaan, berarti Allah sedang memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih padamu. Sejatinya, hakikat dari cobaan atau ujian adalah sebanding dengan tingkat keimanan seseorang. Jika seseorang tersebut bersabar, maka Allah akan naikkan keimanan dan bila menjadi kufur, maka akan turun tingkat keimanannya. Cobalah ingat kembali, mungkin engkau telah melupakan malam-malam di mana engkau membuncahkan air mata, mengingat semua dosa, khilaf, dan maksiat yang dilakukan. Malam-malam di mana engkau berkontemplasi, memikirkan betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan. Sungguh Nak, Allah rindu akan air matamu. Allah rindu dengan curahan hatimu padaNya.


Teruntuk jundi-jundiku di 'Arasy...

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan ama shaleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. [QS : 103 : 1-3]

Ketahuilah Nak, bahwa masa benar-benar akan menjeratmu kala kau tak merancangnya dengan indah. Detik demi detik yang kau lalui, hanya akan menjadi sampah di peradaban yang kau bangun. Ingatlah bahwa yang namanya masa tiada akan mungkin kembali semula. Sekali ia berlalu, ia akan pergi untuk selama-lamanya. Scripta manen, verba volant…apa yang terucap hanya akan mengalir bersama angin, tapi apa yang tertulis tak akan lekang dimakan zaman. Karena itu, hiasilah waktu dengan menorehkan tinta-tinta pada tiap delik kehidupan yang kau lalui, entah itu keceriaan atau pun kesedihan.


Teruntuk jundi-jundiku di 'Arasy...

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. [QS : 51 :56]

Ketahuilah Nak, ketika kelak engkau bertanya pada Ummi, untuk apa engkau dilahirkan ke dunia? Jawabannya hanya satu, engkau keluar dari rahim Ummi semata-mata untuk menjadi abdiNya. Beribadah kepadaNya dalam tiap desah nafas yang kau hembus. Beribadah kepadaNya dalam tiap degup jantung yang kau curah. Beribadah kepadaNya dalam tiap mili mesenkim yang terkulik. JannahNya, adalah legenda utama yang harus kau capai selain legenda-legenda yang lain. Setiap satu legenda berada dalam genggamanmu, maka engkau harus selalu ingat akan legenda utamamu. Namun, satu yang harus engkau ingat adalah, berbukit amalan yang kau ciptakan di dunia belum dapat membukakan pintu jannahNya. Pintu jannahNya hanya dapat terbuka jika engkau mendapatkan rahmat dariNya. Oleh karena itu, carilah rahmatNya yang bertebaran di tiap jengkal bumiNya.


Teruntuk jundi-jundiku di 'Arasy...

Kini, Ummi akan berusaha mencari rahmatNya di ranah antah berantah. BumiNya yang belum pernah sekalipun Ummi pijakan kaki. Sekelumit kisah lampau yang kelak dengan tawa atau tangis akan Ummi ceritakan ketika akan membuaimu ke alam mimpi. Dan engkau tahu Nak? Untuk dapat menginjakkan kaki di sana, betapa banyak air mata yang telah tercurah. Karena waktu serasa terus memburu, sedangkan diri Ummi masih demikian kerdil di hadapanNya. Kegagalan demi kegagalan harus Ummi lewati. Namun, Ummi selalu meyakini satu hal, segalanya yang terbaik hanya akan datang di saat yang tepat dan tempat yang tepat pula. Allah selalu tahu, apa yang terbaik untuk kita hadapi. Dan untuk itu, Ummi selalu belajar akan satu hal yaitu…Pasrah…Laa hawla wa laa quwwata illa billah…


Monday, March 26, 2007

Diakah Jodoh Anda ?

Arian Sarris, seorang pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soulmate, memaparkan beberapa pertanda untuk meyakinkan diri bahwa seseorang memang benar-benar pasangan hidup kita. Tentu, hanya Allah-lah yang berhak menentukannya, tetapi bagaimana kita dapat tahu bahwa dialah jodoh kita yang sebenarnya? Bagaimana kita bisa mendapatkan keteguhan hati setelah memintal doa dan harap dipanjatkan untuk kemudian menyakini diri bahwa dialah jodoh kita? Beberapa pertanda di bawah ini, mungkin bisa menjadi suatu pertimbangan :


Pertanda 1

Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan kecil atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Jika Anda telah merasakan hal tersebut, maka selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda.


Pertanda 2

Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu Anda, baik itu masa lalu keluarga Anda, maupun masa lalu Anda saat bersama dengan kekasih terdahulu. Dia juga bersikap jujur dan tak malu-malu untuk menceritakan masa lalunya kepada Anda. Jika sudah demikian, berarti dia telah siap untuk membuka lembaran kehidupan baru bersama Anda dan siap menerima Anda apa adanya.


Pertanda 3

Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat ? Jika tidak, [maaf] kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.


Pertanda 4

Adanya kontak batin yang membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaannya satu sama lainnya pada situasi-situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan.


Pertanda 5

Bersamanya dapat membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa ada sedikitpun perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu, dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat dan tak dapat terpisahkan.


Pertanda 6

Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS datang menyerang? Dia tahu keadaan waktu anda sakit. Jika ya, tak salah lagi, dialah orangnya.


Pertanda 7

Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya padanya. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.


Pertanda 8

Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan !


Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan pada sosoknya?



Saturday, March 24, 2007

Terima Kasih, Allah


Hari Selasa, tiga belas Maret dua ribu tujuh, pukul dua lewat tiga puluh dini hari :


Usai menyanjung seuntai roja’ ke langit ketujuh, mata belum jua dapat terpejam. Berbalik posisi menghadap ke kiri, tak lekas membuat gerakan bola mata menjadi cepat. Segala kredo berkejaran lincah tak berarah. Dalam sekejap saja, lambung bak ditusuk belati tak henti-henti. Setelah puas menusuk lambung, kemudian belati itu mengincar pula kerabat dekat lambung di bagian bawah yaitu hati.


Sakit. Perih. Pedih.


Hanya kata-kata itu yang terlintas. Tidak! Aku masih bisa bertahan. Aku masih cukup kuat untuk menanggungnya. Aku tak butuh bantuan dari siapa pun. Serta merta, penghuni lambung tak betah lagi berada di rumahnya. Bak kumpulan air dalam bendungan yang tak kuasa akan rayuan senoktah lubang kecil, mereka pun lantas berhamburan keluar, menyisakan noda-noda di lantai porselen.


Sakit. Perih. Pedih.


Tak kuasa lagi menahannya. Oksigen nyaris tak terhirup. Asupan makanan sama sekali tiada yang dapat masuk melalui mulut. Nausea. Vomit. Despotis.


---


Babak berikutnya? Sudah dapat ditebak. Salah satu indikasi seseorang harus diopname adalah jika asupan makanan tidak dapat lagi masuk melalui mulut. Agar kelangsungan hidupnya dapat terjaga, maka harus dibantu dengan makanan cair dari larutan infus. Dua belas tahun yang lalu, aku pernah jua merasakannya. Serangan Salmonella thyposa dengan titer 1/400 menyebabkan aku harus mengenyam 18 botol larutan Ringer Laktat itu. Kini, perihnya jarum yang memasuki kulitku harus kurasakan lagi. Ya, seorang tenaga medis juga manusia biasa, dapat pula merasakan sakit. Selama kurang lebih satu minggu, aku harus terbaring di rumah sakit. Alhamdulillah, Allah telah menunjukkan perhatianNya padaku dengan memberikan sakit itu. Semoga, dapat menjadi peluruh noda dan dosa yang melekat pada manusia dhaif ini. Terima kasih, Allah.


---


Hantaran terima kasih khusus untuk :

Mama Papa [absolutely] ; Dr. Minamand Rapa [as a first GP who treat me] ; Dr. Undung, SpPD [as a specialist who treat me in RS Pelni] ; seluruh suster-suster yang telah merawatku ; Deasy dan Eveline (thanks for a great conversation in the afternoon), Bang Ridha (thanks for the pancake :D), Mas Tri (yang udah jauh-jauh datang dari Bandung), Tante Ida, my beloved cousin Yona (makasih ya Sayang udah jauh-jauh jalan sendiri dari sekolah), Bang Nanda (yang udah repot muter dari RS terus ke rumah lantaran rosa udah keburu pulang :D), Diyas beserta suami, Mas Ferdi (kunjungan kehormatan dari manten baru nih :p), Ippen (makasih atas sharingnya) [atas lawatannya]; Mas Aka, Ade, Victor, Tia, Erly, Tina, Drg. Gunarso Gunadi, PhD, Mbak Ayu, Mbak Noorma, Mbak Vida, Pak Rahman, Vera, Bang Anca, Mbak Uli, Mbak Elly [atas telepon dan SMS-SMS doanya], dan untuk semua orang yang telah mendoakan untuk kesembuhan rosa…Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan kalian…Jazaakumullahu khairan katsira…

Friday, March 09, 2007

Pasrah


Allah, saat sepi yang tiada peduli,

hanya Engkau yang menemani dan membelai dukaku.

Kala gundah hadir tanpa sebab,

hanya firmanMu yang memberikan cahaya.

Saat ku lelah dan berhenti berjalan,

hanya Engkau yang menuntun langkah kakiku.

Ketika dunia tak lagi tersenyum,

hanya Engkau yang mampu membuatku tersenyum.

Sungguh, aku merasakan cintaMu dalam tiap hembusan nafasku.


Berkelindan, laiknya untaian nukleotida berseling purin dan pirimidin. Di tiap datangnya musim gugur, pohon-pohon yang berdiri tegar justru kerap ditinggalkan dedaunan yang dulunya mengukuhkan diri akan senantiasa memadu kasih dengan ranting-ranting kecil. Lambat laun ekuinoks musim gugur pun disambangi solstice musim dingin. Peradaban Atlantis jua lenyap di antara gunung-gunung berapi yang meletus bersamaan. Januari selalu sigap menghapus Desember dalam fase-fase hidupnya. Sejatinya, semua telah Allah catatkan pada Lauh Mahfuzh.


Berpendaran, seolah cakap untuk bereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi. Tak mau lagi berkhayal tentang eksotika negeri Timur yang konon demikian indah. Deburan ombak di pantai yang memancarkan kekhidmatan lafaz-lafaz tasbih. Meluangkan detik dalam guratan untuk sebuah pencapaian yang sungguh tak seberapa adanya. Mengumpulkan puing-puing kejayaan yang berserak di pinggiran asa. Menyusun konstanta kosmologi semisal girus-girusnya seliku milik Einstein. Tak hendak lagi berkisah soal cakap sejuk yang melambai dari lidah-lidah tak bertulang. Menerbangkan diri yang papa ke angkasa tak berbatas. Mengharu biru dalam jenak sajak-sajak akrilik yang dingin pada mulanya. Membangun impian jauh menembus hitungan dasawarsa. Menghempas berjuta bayang-bayang ketakutan masa lampau. Tadinya, telah memutus gelungan rantai hipotesa tak berliteratur. Namun, sepertinya ada harga yang harus dibayar untuk kesemuanya itu. Tak cukup hanya dengan berkontemplasi atau menenggelamkan diri untuk menampung produk sakus lakrimalis. Entah kapan masa pembuktian itu akan tiba.


Berkejaran, bak anak-anak kecil sedang bermain riang di padang rumput. Sesungguhnya tiada ingin menyiarkan semuanya pada semesta raya. Namun, mungkin telah menjadi ketetapanNya kala sebuah ikhtiar kecil yang hanya terpatri dalam hati kemudian membuncah dan menyelinap cerdik di antara dinding-dinding tak bertepi. Bergulat sendirian dalam keheningan sujud-sujud panjang. Bergumul untuk mengenyahkan impian yang amat jauh dari saat pengejawantahan. Berjuang untuk memupuskan harapan-harapan yang sejatinya telah dibangun kokoh sedari dulu. RamadhanNya menjadi saksi bisu akan perjalanan panjang tempo dulu. Akankah harus bersua kembali dengannya sebelum semua ada dalam rengkuhan? Sejak beribu pilihan yang datang, tetapi hati kerap tak bergeming. Kadang tertawa sendiri, betapa naif dan beraninya mengambil resiko sebegitu besar. Namun, kepercayaan diri timbul semata-mata karena karuniaNya. Adapun manusia hanya dapat berharap di antara kegetiran dan keyakinan, selebihnya Dialah yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Manusia boleh mengerahkan segala makar yang ada di dunia, tetapi hanya Allah-lah pembuat makar yang paling baik. Selalu bersiap untuk sebuah kehilangan, selalu sedia untuk berbagai perubahan rencana, dan pasrahkan semuanya pada Rabb Pemelihara Alam.


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala [dari kebaikan] yang diusahakannya dan ia mendapat siksa [dari kejahatan] yang dikerjakannya." [QS. Al-Baqarah : 286]


*...lagi...di tengah rintik hujan, bersiap untuk sebuah kehilangan, tak hendak merasakan perih yang sama waktu lampau...*