Credits to

Powered by Blogger

Friday, February 15, 2008

Maut itu...


“Cukuplah kematian itu sebagai nasehat.” [HR. Thabrani-Baihaqi]


Maut. Manusia mana di belahan bumi ini yang dapat menghindar ketika Izrail telah datang memanggil? Beribu mil jauhnya manusia berusaha lari dari maut, beribu mil itu pula dengan sigap ia akan menghadang di ujung jalan. Jika kini dengan pelbagai teknologi di bidang kedokteran sebuah kelahiran dapat ditentukan dan direncanakan, maka tidak demikian halnya dengan maut. Secanggih apapun instrumen diagnosis, tidak ada satu pun yang dapat memberikan prognosis pasti mengenai sebuah kematian. Pun ia, tak mesti didahului oleh sebuah sakit yang mendera. Ia bisa menjemput kala kita sedang terlelap tidur, berkumpul bersama keluarga, atau bermacam kesibukan lainnya.


Tak terkecuali dengan Papa saya, Muhammad Zein Sukri, yang telah Allah panggil pada 28 Januari yang lalu. Seumur hidupnya, beliau tak pernah dirawat di rumah sakit. Rokok dan kopi pun tak pernah dikonsumsinya. Bahkan, setengah jam sebelum beliau dipanggil kehadirat Sang Pemilik ‘Arasy, kami masih sempat berkirim SMS. Tiada pertanda apapun bahwa pahlawan terbesar dalam hidup saya itu akan meninggalkan saya dan Mama untuk selama-lamanya. Satu hal yang saya sesali adalah, saya tak berada di samping Papa ketika beliau sedang meregang nyawa. Lautan yang terbentang demikian luas, membuat saya hanya bisa mencium keningnya di detik terakhir jenazahnya hendak dishalatkan, karena sejak kabar meninggalnya Papa sampai pada saya yang sedang berada di pulau Seram pada pukul 16.30 WIT, saya baru bisa sampai di Jakarta pada pukul 12.00 WIB keesokan harinya, Selasa 29 Januari 2008.


Papa yang tanggal 27 Februari tahun ini berusia 56 tahun adalah sungguh sosok Ayah yang luar biasa. Sebagai seorang anak perempuan tunggal, saya selalu mendapatkan curahan kasih sayang yang berlimpah darinya. Hampir semua keinginan saya beliau turuti. Setiap ada waktu luang, beliau pasti menyempatkan diri untuk mengantar dan menjemput saya di mana pun saya berada. Tak pernah sekalipun Papa mengeluh pada saya bahwa beliau sedang merasakan keletihan atau sakit. Hanya satu kali Papa mengeluh pada saya bahwa dirinya sedang merasa tidak enak badan yaitu pada pagi hari sebelum beliau meninggalkan kami, keluarga yang sangat mencintainya, ke tempat peristirahatan abadi. Sungguh, ketika meninggalnya pun, beliau sama sekali tidak merepotkan istri dan anaknya karena kebetulan Mama masih berada di kantor dan saya sendiri masih di pulau Seram.


Papa, meski kau dan aku kini terpisah oleh dimensi ruang dan waktu, yakinilah bahwa aku, putri tunggalmu, akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang kau bangga. Dan, semoga Rabbul’ Izzati berkenan mempersatukan kita di dalam jannahNya kelak. Amin.


*dalam buncahan air mata yang tak terbendung, mencintainya teramat sangat…*

32 comments:

arifin ritonga said...

I'm very sure he was proud of you. Aku aja bangga bisa berteman dengan Rosa, apalagi orang tua kamu ...

Adis said...

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. Qaaf:50
Semoga kita termasuk orang yang selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang pasti akan datang itu...

Wiet said...

Ochaaaa... bacanya ikutan berlinang air mata nieh! :((

Semoga amal kebaikan Almarhum diterima Allah SWT dan buat Ocha sekeluarga diberikan kekuatan, keikhlasan dan ketabahan dan selalu tegar dalam menjalani kehidupan yang terus berjalan.. Amiinn...

DeninaSmile said...

"KepadaMu aku pasrahkan seluruh jiwa dan ragaku.
Hidup dan matiku ada di tangaMu.
Bahagia, sedih ada di jariMu.
...
Adalah firmanMu penuntun jalanku.
(Ebit G Ade)"

Sungguh bahagia mereka yang telah kembali kepadaNya dalam keadaan rindu tak tertahankan, rindu ingin bertemu Sang Pemilik Jiwa.

Dalam keadaan bagaimanakah kelak kita kembali padaNya?
Akankah akhir yang baik kita temui, ataukah syahid tak sudi bermuara dalam lembah nyawa kita?

Adikku sayang,
tak ada yang dapat aku janjikan buat sebuah akhir yang indah.
Hanya airmata yang mampu tertumpah mengingat ringkihnya seluruh raga dan dahaganya segenap jiwa.

Hanya satu harapanku yang dapat terucapkan kini: Moga kita dipersatukan di JannahNya,
Moga Allah mengabulkan harapanmu tuk temui Ayahanda di tempat yang lebih baik dari semua kebaikan, nanti..Allahumma Aamiin.

zidaburika said...

Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu...

Saya turut berduka cita..

Semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan serta diri kita yang sedang [menunggu giliran] bisa mengambil pelajaran dengan bersiap sedia dengan segala bekalnya. Semoga Allah mudahkan diri kita untuk menggapai husnul khotimah.

Semoga kelak para orang tua yg mendahului kita akan tersenyum bahagia di surga-Nya karena meninggalkan keluarga yg sholeh dan sholehah yg cinta dan taatnya semata-mata ditujukan untuk mencari keridhoan-Nya...amin.

Mohon maaf utk segala kelebihan & kekurangan.

Eucalyptus said...

Innalillahi wa'innalillahi roji'un. Turut berduka cita atas wafatnya ayahanda tercinta. Semoga beliau dimudahkan jalannya, diterima amal ibadahnya dan diampuni semua dosa2nya. Amin. Al Fatihah buat ayahanda

kiky f said...

when I meet a nice, polite people,
sometime it cross my mind...
gee...her/his parents did a good job brought up their children.
And when I get to know you,
the same scenery cross my mind...:)
my he rest in peace now.

Calysta Dhinda Oktarasya said...

Rosa, ikut sedih nih bacanya... Turut bduka cita ya Rosa, semoga arwah alm diterima disisiNya, dilapangkan kuburnya, diampuni dosa2xnya, dan keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan utk menerima semuanya, amin... Al Fatihah buat alm papa kamu ya...

Dewi said...

Semoga kelak kita dipersatukan dengan orang2 yang kita cintai.

Anisa said...

Rosa, dan keluarga mudah2an tabah dan mudah2an bisa dipersatukan lagi kelak. Doamu untuk papa akan melapangkan jalannya, insyaallah.
Al-fatihah buat papanya Rosa

Gege said...

Ocha...
duuh speechles bacanya..
soalnya aku juga deket banged sama papaku..
semoga kamu tabah yaa say..insya Allah kalian akan dipertemukan kembali dan papaku pasti sangat bangga sama kamu karena mempunyai anak perempuan yg pinter dan sholehah..

Al-Fatihah buat papamu say..
ntar kalo daku OL, aku buzz yaa

Anonymous said...

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.
Semoga Allah menerima amal2 kebaikan dan mengampuni dosa2 beliau.
dan semoga ocha & keluarga lain yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. amin
-intan, gyeongsan-

ahsan_lau said...

Menuju Maha Cahaya

dalam balutan duka..
seberkas cahaya menembus angkasa..
benderang sinari semesta jiwa..
duhai..Ruh siapakah ?

dan doa ananda menjelma sayap..
bagi menuju Maha Cahaya

landy said...

Semoga Allh tutupi semua kesalahan dan hilafnya

inda_ardani said...

dokter rosa, ikut bela sungkawa atas dipanggilnya Papa. semoga amal baik beliau diterima di sisi Allah, diampuni segala kesalahannya dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah.
semoga dokter rosa sekeluarga selalu tabah

Razak Jr. said...

beta tidak bisa lupa dengan keramahtamahan almarhum bapak, apalagi pernah ditraktir beliau waktu iftor taun lalu...

saya cuman dua kali ketemu bapak, tapi kenangan tentang beliau sangat melekat...

semoga bapak beristirahat dengan tenang disana

Anonymous said...

Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun

Turut berduka cita yah cha...semoga amal ibadah beliau diterima Allah, diampuni kesalahan-kesalahannya, dilimpahi rahmat dan kasih sayang Allah.
Semoga Ocha, mama dan keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan...

tia,andi,hisaan,afaf

aroengbinang said...

teriring doa untuk ayahanda nduk, kematian adalah kehidupan yang tertunda...

pyuriko said...

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.
Belasungkawa atas dukamu, Cha...

Karena hidup hanyalah persinggahan sementara
kepergian yang fana semoga menghampiri keabadian

ichal said...

turut berduka atas berpulangnya papa tercinta dari bu dokter, semoga diberi tempat yang indah disisiNYA, dan yang ditinggalkan tabah dalam menjalani kehidupan selanjutnya.

maaf bu dokter,,, skrg jarang ol, jadi lama gak jalan2.

.:diah:. said...

Innalillahi'Wainnailaihi Rojiun.... Mbak Rosa, turut berduka yaa Mbak.. atas kepergian Papanya, Insya Allah bliau telah mendapat tempat trindah disisi Allah Swt, dilapangkan kuburnya dan diterangi jalannya... Amin...
Al-Fatihah buat Alm.

Yusuf Alam Romadhon said...

InnalillaahiWainnailaihiRoji'un..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu....

semoga diberi kesabaran ketabahan bagi mbak Rosa dan keluarga..

Bakhrian said...

semoga beliau diterima di sisi Allah SWT
dan keluarga yang ditinggalkan... diberi ketabahan

Amin

Anonymous said...

turut berduka cita, semoga semua amal baik alharhum selama hidup diterima oleh Allah, SWT dan diampuni segala dosa2nya. utk keluarga yang ditinggalkan tetap diberikan kekuatan utk menjalankan hidup. aamiin.

Andres said...

maaf.. k baru tau....
semoga arwah papa dek bisa diterima di sisi Allah.
kira2, ketemu sama papanya k gak yah :)

Aryanto Abidin said...

Assalamualikum. Ca, sy turut berduka cita tas kepergian yahanda tercinta. Semoga Allah senantiasa memberikan kesabaran kpd yg ditinggalkan.

w@hyu said...

innalillah wa inna ilaihi rojiun..
turut berduka cita ya Mba Rosa..
semoga Allah menerima segala amal ibadah beliau dan mengampuni segala dosa2 beliau.. amiin..

*melanjutkan komen kemarin yg gagal mulu*

Anonymous said...

Inna lillahi Wa Inna illaihi raajiun..
Turut berbelasungkawa cha,,..
semoga Allah mengabulkan doa Rosa..
Semoga Allah memeberikan tempat yg terbaik untuk almarhum

Br
*ippen

bibipbondry said...

Te Rosa turut berduka cita...
semoga segala amalan ayahanda tercinta diterima disisi Alloh SWT

@untie_Santi said...

Mba Rosa...Yg tabah ya...Dan smoga almarhum dapat diterima di sisi Allah SWT. Amin.
Maaf, saya baru tau hari ini, sudah lama memang saya gag BW ke sini.

Bunda Faikar said...

Maaf Rosa, saya nggak tau kalau ayah Rosa telah berpulang ke Rahmatulloh...semoga Arwah beliau diterima disisi Nya..diampuni segala dosa dosanya...dan diberikan tempat yg paling mulia..amin..
Engkau sungguh tabah ya Rosa...
Almarhum pasti bangga dengan dirimu..

hamida said...

Assalamu'alaikum.
Mbak, afwan ana baru tau tentang berita ini.
Turut berdukacita ya Mbak. Ana speechless, afwan