Credits to

Powered by Blogger

Sunday, March 16, 2008

Untuk Satu Kata

Untuk satu kata yang tak pernah terucap…

Maafkan, jika aku hanya dapat berkata-kata pinta

Dalam wajah yang tiada lelah,

Kuartikan itu sebagai sebuah kesanggupan

Dan selalu, kau memenuhinya dengan sempurna


Untuk satu kata yang tak pernah terucap…

Terima kasih, kau telah membuka jalanku tuk raih hidayahNya

Dalam beberapa jam perjalanan,

Kuyakini itu adalah ungkapan kebahagiaan

Dan kerapkali, kau kejawantahkan dalam ribuan karya nyata


Untuk satu kata yang tak pernah terucap…

Maafkan, bila hanya keluh yang bisa kuulurkan

Dalam raut yang tak bercemas

Kuanggap itu sehangat semangat

Dan senantiasa, kau ajarkan aku untuk bangkit, meski dalam ketertatihan


Untuk satu kata yang tak pernah terucap…

Terima kasih, atas jutaan kebersamaan yang telah kita lalui bersama

Dalam ceriaku,

Dalam sedihku,

Dalam waktu-waktu luang yang kau miliki

Kumaknai itu sebagai sebuah perlambangan sayang

Dan acapkali, kau wujudkan walau letih telah meremukredamkan raga gagahmu


Untuk satu kata yang tak pernah terucap…

Maafkan, jika kilahan sering terlontar dari bibir seorang manusia yang dhaif

Dalam keyakinan yang menghujam jauh ke dasar bumi

Kusadari itu adalah sebuah semiotika cinta

Karena sejatinya, begitulah caramu ajariku mengenal dunia


Untuk satu kata yang tak pernah terucap…

Terima kasih, telah menitipkan aku pada seorang lelaki pilihanmu

Dalam senyum yang tak pernah berhenti tersungging

Kumaknai itu adalah euforia bercampur kelegaanmu

Karena telah menunaikan amanah dari Allah

Menjaga dan mengantarku hingga bertemu imam dalam hidupku


Untuk satu kata yang tak pernah terucap…

Izinkan aku mengumandangkannya pada semesta

Bahwa aku demikian mencintaimu

Sungguh mencintaimu

Dalamnya palung Mariana, sungguh tiada dapat dibandingkan dengan dalamnya

Cinta ini padamu

Hanya untukmu, Papa…


*Cinta itu indah...karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yg luas, dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yg diperlukan oleh orang yg kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya [M. Anis Matta] --- Terima kasih, Pah, telah mengajarkanku menjadi seorang perempuan. Terima kasih, Allah, telah memberikan aku seorang ayah yang demikian hebat *