Credits to

Powered by Blogger

Saturday, April 03, 2010

Konsistensi Menulis

Hawa dingin kian meraja di sekujur raga beberapa minggu terakhir ini. Meski tidak sampai menusuk belulang, tetap saja lapisan epidermis ini menggeliat bila diterpa angin dingin. Senja pun beringsut menepi ke hadapan. Matahari terbenam lebih awal dari biasanya dan membuat waktu malam lebih panjang dari biasanya. Dedaunan juga mulai menunjukkan polah tingkahnya dengan berganti warna ; dari hijau, kemudian memerah, lantas menjadi kuning, baru kemudian gugur. Meski bukan untuk pertama kalinya saya rasakan, tetap saja suasana musim gugur membawa eksotika tersendiri bagi saya.


Mungkin, pecinta drama Korea akan sangat hafal dengan drama yang dibintangi oleh Song Hye-Kyo, Song Seung Heon, dan Won Bin, yang berjudul Autumn in My Heart atau 가을동화. Drama tersebut merupakan satu dari sekian banyak drama Korea yang berlatar belakang suasana musim gugur. Meski bukan suatu adagium, tetapi boleh dibilang bahwa musim gugur memang menghadirkan bagitu banyak inspirasi bagi siapa saja yang merasakannya, entah itu produser film, perancang mode, penulis, dan berbagai macam profesi lainnya.


Berbicara mengenai penulis, apakah benar penulis itu merupakan sebuah profesi? Ya, bagi saya pribadi, penulis merupakan sebuah profesi. Penulis adalah profesi keabadian tanpa pamrih. Menulis adalah bekerja untuk abadi. Orang boleh saja pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam pusaran arus sejarah, demikian menurut Pramoedya Ananta Toer. Dan, hal tersebut bukanlah perkara yang hiperbolis belaka. Bayangkan dunia ini tanpa adanya tulisan, mungkin tiada akan pernah ada sejarah, karena sumber utama sejarah adalah berasal dari berbagai macam tulisan. Entah itu yang berbentuk hieroglyph di masa Mesir kuno, aksara paku di masa Babylonia, ataupun sansekerta di masa Majapahit. Oleh karenanya, menjadi penulis adalah menjadi bagian dari sejarah. Penulis bagi saya adalah sosok yang senantiasa bergelut di tengah pemikiran dan hiruk pikuk masyarakat, kadang sejalan, kadang pula melawan arus. Hanya orang-orang yang berani menuangkan gagasannya dalam tulisanlah yang 마무 dikenang dalam waktu lama. Scripta manen, verba volant. Apa yang tertulis akan abadi, dan apa yang terucap hanya akan hilang dibawa angin.


Dengan menulis, seseorang biasanya akan memiliki berbagai ide-ide baru dalam tulisannya. Dan, sejatinya inilah yang paling sulit dalam menulis. Mengapa? Karena menjaga konsistensi dalam menulis bagi saya pribadi begitu sulit. Faktor kebuntuan ide, kurangnya pemahaman dan pemikiran akan sesuatu perkara, kesibukan dalam beraktivitas, dan masih banyak hal lainnya dapat mempengaruhi konsistensi seseorang dalam menulis. Selain itu pula, kurang membaca juga dapat berpengaruh dalam menjaga konsistensi dalam menulis. Biasanya, seseorang yang banyak membaca juga akan banyak menulis.


Huff, sejatinya saya ingin sekali dapat menjaga konsistensi dalam menulis. Namun, lihat saja blog pribadi saya yang telah lama menganggur dan mungkin penuh debu :D. Padahal, banyak sekali inspirasi dalam benak saya yang belum tertuang dalam bentuk tulisan. Jika saya memakai topi, saya akan mengangkatnya bagi para penulis yang senantiasa dapat menjaga konsistensinya dalam menulis. Teruslah menulis sahabat! Kalian dapat merubah sejarah lewat tulisan, semoga.



Daegu, Oct 22nd 2009
[teruntuk alm.Papa saya yang senantiasa mengapresiasi setiap tulisan saya…miss all of your comment, Pa…]

3 comments:

nursingbegin said...

Manusia itu memang unik yach, kadang senang, kadang sedih, kadang rajin eh..kadang malas juga. Susahnya sih di saat rasa malas yang melanda, segala sesuatu begitu enggan untuk dikerjakan, termasuk salah satu kegiatan menulis yang biasa kita lakukan tiba-tiba...jadi malas nulis.

jaya said...
This comment has been removed by the author.
CatatanKecilUntukKu said...

Alhamdulilah, sy sudah lama tidk menulis dan sekarang saatnya saya akan menulis lagi, betapa dengan tulisan kita sudah mencerminkan suatu karakter pemikiran, dan merubah sesuatu itu ternyata dengan pikiran yang dituangkan melalui tulisan, selamat berjuang.