Credits to

Powered by Blogger

Thursday, October 14, 2010

Serenada Senja

Ada satu titik masa yang akan senantiasa lekat dalam kejap ingatan manusia. Mereka lahir dalam sebuah tangis dan pergi meninggalkan kefanaan dunia jua di dalamnya. Mungkin ada yang hanya menahan sesak di dalam dada, tetapi kerap banyak linangan air mata yang membuncah seusainya. Tak hanya jiwa yang melayang menemui Rabbnya, asa dan mimpi juga harus menemui kesudahannya kala itu. Jujur, selalu ada hasrat untuk menggenggamnya. Ia memang fana adanya, kerap tersungkur oleh gemericik hujan yang membasahi pematang kosong. Tak jarang juga berkarat jenuh hingga melepuh. Namun, yang patut diingat adalah bagaimana ia pun lantas terbang bersama bianglala yang mengiringi habisnya.


Sungguh, bukan suatu perkara untuk mengejar pundi harta yang konon katanya ikut terpendam bersama hancurnya Qarun. Bukan pula untuk menjadi satu di antara jutaan makhluk berkromosom XY yang hendak meminang sang telur di falopii. Tidak sama sekali. Satu hal yang mesti diyakini adalah : itu semua hanya propaganda. Sejatinya, keseluruhannya adalah perihal bekal. Jika saja seluruh manusia itu paham mengenai makna cerdas, maka bisa jadi nisan adalah dekorasi utama di dalam setiap rumah. Sekali lagi, semua pun jadi saksi bahwa gelar tertinggi bukanlah apa yang digapai dari sebuah institusi berlabel universitas. Sebaliknya, hanya dengan menghamba sebenar-benarnya gelar itu dapat diraih.


Mungkin saja, episode-episode yang lampau dianggap kelam bisa terjadi lagi di masa depan. Terkadang sulit untuk memahami bagaimana lika-liku itu sejatinya bermuara pada satu perkara : proses pencarian sebuah jalan lurus. Senyap seketika. Adakah satu jalan yang benar-benar lurus? Ketika satu jalan lurus pun merasa jengah dengan stigma yang kepalang melekat padanya. Usut punya usut, ternyata ada kalanya jalan yang dibilang lurus itu kelu hingga mengilu. Apakah manusia secara absolut dapat menyadari dirinya sedang berada di jalan yang lurus? Dan apakah manusia sebetulnya tak menyadari kala dirinya sedang berada di jalan berbelok atau menikung? Yang kemudian membuncah menjadi satu tanda tanya besar adalah : untuk dapat melalui jalan lurus, apakah manusia harus melewati jalan berbelok atau menikung dulu? Atau memang ada manusia yang sedari mula dapat beradagium bahwa dirinya telah memilih jalan yang lurus?


Mungkin juga, mimpi itu telah ada sebelum pepohonan di ‘Arasy menuliskan nama seorang manusia. Ditambah lagi, ternyata seuntai pesan dikirim dari bilik cinta. Babak selanjutnya pun menjadi amat mudah untuk diterka. Mimpi itu lantas membeku di dalam cerebral cortex. Tak hirau akan gempuran berbagai kredo meski harus bertungkus lumus. Namun, seperti halnya kisah jalan lurus yang katanya sering menemui jalan menikung, ia lantas berada di satu persimpangan besar. Rasa khauf kian meraja tatkala mengingat sebuah mil bisa mendekonstruksi adat yang sudah ada. Ya, tak bisa dinafikkan bahwa kemungkaran kini merajalela di mana-mana. Lebih jauh, hawa kerap mengindahkan mata-mata elok yang hilir mudik ke sana ke mari. Santunnya sudah hangus dilalap makhluk yang telah dilaknat Tuhan. Asbab lainnya adalah untuk melipur sembab dalam sengguk dan desah sang penjaga cahaya. Relung-relung kian terbakar kala hipotesa menuntut sebuah pembuktian nyata.


Berkutat pada satu fakta tak terbantahkan: semuanya adalah perkara waktu. Dan memang postulat Al-Banna,”sejatinya kewajiban manusia lebih banyak disbanding waktu yang tersedia,” adalah benar adanya. Manusia memang berada dalam sebuah kerugian besar. Tak hendak menggugat akan perkara-perkara yang telah ditentukan semenjak ruh ditiupkan ke dalam rahim. Hanya sebuah harap akan keistiqomahan, dalam tutur, dalam lisan, dan dalam laku. Semoga legenda itu lantas bisa terkejawantah.


*dari sebuah kedegilan, dalam dingin yang menggigil*

4 comments:

iyoxdeva said...

bagus mbak

Asus G55 and G75 ROG Gaming Laptop News | Asus ROG said...

Asus G55 and G75 ROG Gaming Laptop News | Asus ROG

Samsung Galaxy Note Review – A Phone or Tablet? said...

Samsung Galaxy Note Review – A Phone or Tablet?

Android Phone, Tablet PC, and Software said...

Android phone, tablet PC, and software finder. Review and specifications of Android phone and tablet PC as well as Android software application review and download.