Credits to

Powered by Blogger

Saturday, December 22, 2012

Gelas-Gelas Kaca

Eun-gi: Maru, I'm scared
Maru: About what?
Eun-gi: Someday you'll grow bored of me. If I become annoying and bothersome, you're going to run away from me
Maru: That won't ever happen
Eun-gi: You never know a person's heart
Maru: I know my heart the best. It won't become bored. It won't become annoyed or bothered either. Definitely running away too. I won't run away either.

Satu percakapan dalam drama 'The Nice Man' [세상 어디에도 없는 차칸남자] tersebut tiba-tiba saja mengingatkan saya pada firman Allah dalam Qur'an surat An-Nisa ayat 19:

"...Dan bergaullah dengan mereka secara ma'ruf. Selanjutnya bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah), karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang nyata."

Jika ditilik, ayat di atas menyiratkan bahwa sejatinya laki-laki memiliki potensi untuk berlaku keras atau kasar pada istrinya. Demikian pula halnya dengan perempuan yang memiliki kecenderungan untuk membuat kesal atau marah suaminya. Namun, Allah menegaskan bahwa kewajiban mu'asyarah (mempergauli dengan baik) adalah pada pihak laki-laki. Sehingga, bila ada kecenderungan seorang istri yang membuat kesal suaminya dalam jangka panjang, maka kewajiban suami adalah untuk tetap bersabar. Dengannya, Allah telah menjanjikan sebuah kebaikan yang nyata.

Ya, bagaimana tidak? Kelemahan yang ada pada seorang istri, akan menjadi lahan subur bagi seorang suami untuk dapat menanamnya dengan kekuatan. Hal yang sama jua terjadi sebaliknya, kekurangan yang ada pada seorang suami, akan menjadi ladang 'amal bagi seorang istri untuk dapat memupuknya dengan penuh kelembutan. Pada akhirnya, sakinah dalam suatu pernikahan bisa didapatkan ketika suami dan istri bisa mencintai ketidaksempurnaan tersebut dengan cara yang sempurna. Bila hal ini disadari, tidakkah pintu surga itu senantiasa terbuka lebar bagi suami istri yang saling mencinta karena Allah?

No comments: