Credits to

Powered by Blogger

Sunday, January 06, 2013

Pertanyaan Itu..

Menanyakan hal-hal yang bagi sebagian orang bersifat pribadi kepada orang lain semisal umur, pekerjaan, status pernikahan, atau jumlah anggota keluarga, bukanlah ihwal yang tabu bagi orang Korea. Mereka melakukan tersebut semata-mata untuk menentukan posisi lawan bicaranya di dalam tatanan masyarakat Korea. Ya, ajaran Konfusius mengenai hubungan sosial pada masyarakat Korea memang amat mendarah daging. Hal ini pulalah yang kelak juga akan menentukan apakah mereka harus berbicara dengan gaya bahasa formal (nopimal) atau informal (banmal) kepada lawan bicaranya.

Hal ini berbeda dengan kebanyakan orang di masyarakat kita yang justru lebih senang bertanya seputar jodoh dan rezeki. Pertanyaan seputar jodoh semisal, “Kapan nikah?”, atau pertanyaan seputar rezeki seperti, “Sudah ‘isi’ belum?”, “Kapan nambah anak?”, kadang ditanyakan tanpa ada dasar yang kuat. Sayangnya, alih-alih mendapatkan jawaban yang pasti, pertanyaan tersebut kerapkali justru membuat lawan bicara menjadi jengah.

Ah, mengapakah kita tak mulai untuk menghentikan pertanyaan-pertanyaan macam itu? Bukankah kita mafhum bahwa sejatinya jodoh, rezeki, dan maut adalah perkara yang telah ditetapkan Allah? Sebagaimana firmanNya;
“Allah menjadikan bagi kalian istri-istri dari kalian dan menjadikan dari istri-istri kalian itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?” [QS. An-Nahl: 72]

Bila demikian adanya, lantas mengapa kita harus bertanya pada makhluk yang juga tiada mengetahui ketetapan Allah atasNya? Selain itu, bila peduli yang menjadi alasan pertanyaan tersebut mengemuka, maka rasanya sebait doa akan lebih bermakna. Karena kita tak akan pernah tahu, luka yang mungkin menjadi menganga oleh rentetan pertanyaan tersebut di hati saudara kita.

“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik ?’Beliau menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”. [HR. Muslim no.64]

3 comments:

Abdul Syukur said...

salam kenal gan dari saya untuk pak admin, saya tunggu artikel artikel bagusnya gan..:)

PENGOBATAN PENYAKIT PALING AMPUH said...

salam kenal gan dari saya untuk pak admin, saya tunggu artikel artikel bagusnya gan..:)

PAK SULAIMAN DI SIDOARJO said...

assalamualaikum wr.wb pertama tama saya panjakkan syukur kepada allah yang telah memberikan rahmat atau reskinya kepada saya dan mempertemukan saya juga dengan AKI RAHMAN dan melalui bantuan pesugihan beliau aku mendapatkan uang sebesar 20m,uang ini aku manfaatkan untuk menyumbankan sebagian dan juga pergunakan untuk membuka usaha karna sudah banyak para normal yang saya hubungi dan saya datangi tidak ada yang pernah membuahkan hasil dan mereka hanya menghabiskan uangku saja, jangan mudah percaya begituh saja sama para normal lainnya karna omongannya saja yang manis tidak ada buktinya dan yang bisa dipercaya cuma AKI RAHMAN saja karna beliau sudah banyak membantuh orang terutama saya dan ternyata masih ada orang yang jujur dan bisa dipercaya, yaa allah lindungilah orang jujur yang seperti ini karna aku juga tidak pernah menyanka kalau saya mendapatkan uang sebesar ini dan aku hampir putus asa karna uang saya habis ditipuh paranormal dan secara tidak sengaja saya menemukan postingan orang di internet tentan AKI RAHMAN dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya kalau saya benar benar yakin dan serius dengan pesugihan putihnya dan alhamdulillah berhasil akhirnya saya juga ingin berniat atau mempostin pesan sinkat ini supaya semua orang tau kalau masih ada orang yang jujur dan bisa dipercaya yaituh AKI RAHMAN dan bagi anda yang ingin dibantuh silahkan hubungi 085-260-482-111 mohon maaf kalau postingan pesan saya ini menggangguh anda dan apa yang saya tulis ini adalah unkapan kisah nyata dari saya PAK SULAIMAN kunjungi alamat web disini šŸ˜ƒPesugihan Putih Tanpa TumbalšŸ˜ƒ